
💐💐
Hari ini Nayla begitu sibuk, banyak yang harus Ia sendiri yang turun tangani hingga untuk makan siang saja Ia sampai lupa.
Tiba tiba Ia di kejutkan dengan suara ketukan pintu, tanpa bertanya Ia langsung memerintahkan untuk masuk.
" Masuk " Ucap Nayla sembari perhatian nya masih tertuju pada lembaran kertas yang masih menumpuk di depan nya.
" Ada apa Cindy " Tanyanya ketika tidak ada suara siapa pun.
Karena tidak ada jawaban akhirnya Nayla pun menoleh dan terkejut melihat siapa yang sudah duduk di depan nya.
" Kamu........! Kenapa kamu ada disini " Tanya nya
Orang yang berada di depan nya hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Nayla.
" Mau apa kamu, kalau tidak ada keperluan mohon maaf untuk segera meninggalkan tempat ini. Aku sedang sibuk, lagi pula tidak baik seorang Pria dan wanita ada di dalam satu ruangan yang sama "
Seseorang yang ternyata adalah Pria itu langsung tertawa dan berdiri mendekati Nayla seakan tidak ada jarak di antara mereka, hal itu membuat Nayla sangat risih.
" Santai saja bidadariku, kamu terlalu serius. Aku kemari dengan tujuan hanya ingin mengajakmu makan siang, karena kesibukan mu aku tahu kamu sampai lupa makan siang "
Nayla semakin tidak suka dengan tingkah Pria itu.
" Maaf, sebaiknya ada keluar sekarang. Soal makan siang aku sudah memesan nya dan mungkin sebentar lagi tiba. Kalau sudah tidak ada yang ingin di bicarakan, aku mohon dengan amat sangat agar kamu tinggalkan tempat ini "
" Kenapa harus pesan sih Nayla, ayolah kita makan siang kali ini saja temani aku. Aku belum makan apa pun semenjak mereka menginjakkan kakiku di tanah air " Ucap Pria itu sedikit memohon.
Susah payah Nayla menolaknya namun Pria itu tetap saja memaksanya bahkan semakin berani, akhirnya Nayla pun mengalah. Lagi pula katanya kali ini saja, belum lagi perut nya memang sudah sangat lapar, tidak apalah menuruti kemauan nya. Itulah yang ada di pikiran Nayla.
__ADS_1
Mereka berjalan beriringan, dengan kata lain Pria itu yang selalu ingin jalan berdampingan.
***
Sebuah Resto terkenal di kota tempat Nayla dan juga Pria yang tak lain adalah Alex mampir Alex begitu memperlakukan Nayla dengan lembut, bahkan mempersilahkan tempat duduk untuk nya.
" Silahkan duduk Tuan Putri, hm.... kamu mau makan apa " Tanya nya masih dengan senyum yang terpancar di wajahnya.
" Apa saja Lex, aku bisa makan apa saja yang di sajikan disini, kamu tidak perlu repot harus milih milih " Jawab Nayla
Tidak lama pesanan pun datang dan mereka menikmati nya bersama. Tidak seperti Alex yang begitu santai, Nayla justru sejak tadi hanya memperhatikan jam yang melingkar di pergelangan tangan nya.
" Apa bisa kita pulang sekarang " Tanya Nayla langsung ketika mereka usai makan siang.
Alex langi lagi tertawa
" Santai saja dulu Nayla, kita bahkan baru saja selesai makan. Pamali kata orang dulu kalau langsung bepergian, turunkan dulu nasi dan juga semua yang baru masuk ke tubuh kita "
" Lex, kamu mau antar aku sekarang atau aku pulang naik taxi "
Nayla melangkah tergesa gesa keluar dan Alex pun mengejar nya.
" Nayla tunggu...... ! Nanti saja pulangnya, kita jalan jalan dulu sebentar "
Alex menyentuh pundak Nayla dan wanita itu pun menepis nya.
" Yang sopan Lex " Protes Nayla
Dalam ke terputus asahan nya Ia di kejutkan dengan sepasang tangan kekar yang tiba tiba saja memeluknya dari arah belakang.
__ADS_1
" Sayang..... sedang apa kamu disini, oh pasti makan siang. Apa sudah selesai makan siangnya, kalau sudah Ayo kita kembali sekarang "
Walau terkejut namun Nayla merasa sedikit lega, tadi nya Ia berpikir ada orang jahat yang akan melukai nya, atau itu adalah suruhan Pria di depan nya.
" Hey Mas, kamu lagi..... kenapa kamu selalu mencampuri urusanku. Kamu kalau tidak berhasil di Terima setidaknya jangan ganggu orang lain untuk mendekatinya " Protes Alex.
Asrul memaksakan diri untuk tertawa, padahal dalam hati nya amarah nya ingin meledak ledak. Apalagi Ia sudah sejak lama memata matai mereka berdua, dan Asrul sudah ingin sekali menghabisi adik sepupu nya itu, namun karena teringat pesan Ibunya, makanya Ia berusaha sabar.
" Jelas saja aku ikut campur Alex, sebaik nya kamu pergi dari sini sekarang. Nayla nanti akan pulang bersamaku "
Asrul menggandeng tangan Nayla perlahan dan membawanya pergi dari sana. Alex yang tidak terima langsung mengejar mereka berdua.
" Mas.... kamu apa apaan sih, Nayla tadi pergi sama aku dan pulangnya juga harusnya sama aku. Bisakah Mas sekali saja tidak menggangguku "
Alex menarik tangan Nayla dengan keras dan membuatnya meringis.
" Lepaskan dia Lex atau aku tidak akan memandangmu saudara lagi " Bentak Asrul yang sudah tidak tahan melihat raut wajah Istrinya yang meringis karena menahan sakit.
" Aku tidak apa Mas tidak di anggap saudara olehmu tapi aku tidak akan mengalah untukmu, bukankah Tante mengijinkan kita untuk bersaing sehat dan aku akan melakukan itu. Aku akan menaklukan hati mantan Istri Mas ku yang bodoh ini " Alex tertawa sinis penuh kemenangan.
Asrul melangkah menghampiri Nayla dan perlahan meraih tangan nya.
" Aku harus bersaing apa Alex, dia milikku Lex.... bukan mantan Istri. Tapi Istriku, benar kan sayang.........?! "
Nayla bingung harus menjawab apa, ketika tatapan mata Asrul tepat mengenai matanya dan bahkan ada rasa yang aneh, entah rasa apa yang Ia sendiri sulit untuk mengartikan nya.
" Kamu jangan mengada ngada, lihatlah..... bahkan Nayla saja tidak mengakuinya. Kalau mimpi itu jangan disini Mas tapi di rumah sana tidur dulu "
Nayla sudah tidak tahan dengan semuanya
__ADS_1
" Cukup Lex, Mas Asrul benar..... ! aku adalah...... adalah Istrinya " Nayla menunduk saat usai mengucapkan semuanya.
Ada senyum terbit di bibir Asrul dan juga rasa bahagia tak terhingga di hatinya karena mendapat pengakuan dari Nayla wanita yang sudah menguasai seluruh hatinya.