Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Ancaman nggak dapat jatah


__ADS_3

Andre masuk ke ruang kerjanya masih dengan perasaan kesel, seharusnya Ia hari ini cuti dari pekerjaan nya dan menghabiskan waktu bersama Istrinya, namun sayang impian nya tak seindah kenyataan.


" Begini amat nasib ku, baru juga mau berduaan eh malah di serobot. Punya Ibu dan Adik bukannya mendukung, hais tapi bisa apa aku, dari pada kena masalah lebih baik cari aman saja. Sabar Ndre nanti juga ada waktunya buat kamu bersamanya, biarlah mengalah untuk menang " Gumam Andre.


Ia memilih menyibukkan diri dengan laptop miliknya, memeriksa beberapa file yang di kirimkan oleh sekertaris pribadinya.


Di sisi lain, Rosa dan juga kedua putrinya sedang sibuk memutari sebuah pusat perbelanjaan.


" Ayo dong Mbak Rena, pilih saja apa yang kamu suka, tidak perlu takut "


Rena hanya mengikuti langkah kaki Nayla dan juga Rossa, Ia tidak berani mengambil barang barang mewah seperti yang di tawarkan Rossa dan juga Nayla.


Rossa dan juga Nayla saling pandang, mereka merasa heran melihat Rena yang sama sekali tidak tertarik untuk membeli barang barang branded yang di tawarkan disana.


" Maaf Ma, Nay. Rasanya saat ini aku belum butuh apa apa " Jawab Rena.


Bukan hanya tidak butuh, Rena memang tidak terbiasa membeli barang barang seperti itu, sayang saja menurutnya uangnya di gunakan membeli sesuatu yang tidak penting.


" Ayolah Nak, jangan pikirkan soal siapa yang membayarnya nanti ~~


" Yang pasti bukan Mbak Rena yang bayar " Sambung Nayla.


Meskipun tidak mengambil apa pun ternyata Ibu dan saudaranya sudah memilihkan barang barang untuknya.


" Kabarin Mas Mu sekarang "


Rossa meminta Nayla menghubungi Andre dan langsung di tanggapi Nayla dengan cepat. Ia segera menghubungi Andre, panggilan kedua langsung tersambung.


" Assalamu'alaikum Mas "


" Wa'alaikum salam "


" Iya Dek, ada apa "


" Tf uang sekarang, aku Ibu dan juga Istrimu lagi di mall belanja. "


" Astagfirullah Dek, kamu bawa Mbak mu kesana tanpa ijin Mas " Andre terkejut karena tiba-tiba Istrinya sudah ada di luar.


Bukan Dia marah karena Rena di bawa pergi oleh Ibu dan juga Adiknya, hanya saja Ia malu karena belum memberikan kartu untuk sang Istri. Bagaimana caranya Istrinya itu membeli apa yang Dia inginkan.


" Sudahlah Mas, tidak usah protes. Cepat tf uangnya "


" Kamu ini, buat Mas malu saja "

__ADS_1


" Tf sebanyak-banyaknya ya Mas, ingat sama Istri sendiri jangan pelit pelit. Alamat nggak dapat jatah nanti malam "


" Baiklah bawel, kamu ini ada ada saja "


Andre merinding membayangkan bahwa dirinya tidak akan dapat jatah, bagaimana mungkin. Belum juga belah duren sudah di ancam nggak dapat jatah. Bisa bisa langsung tua beneran, karena rambut yang tiba-tiba memutih karena keinginan besar yang tidak tersalurkan.


Gegas Ia menggeser aplikasi yang ada di ponselnya lalu mengklik nominal angka yang akan dia tf.


Ting ~~


Nayla tersenyum melihat berapa nominal yang masuk ke ponselnya.


" Ayo Mbak, suami mu tf banyak. Kita hari ini puas puasin saja belanjanya " Nayla dan juga Rossa begitu antusias sedangkan Rena hanya diam tak bersuara.


Mereka kembali setelah semua barang yang mereka beli masuk ke mobil.


" Nggak nyangka hari ini aku belanja lagi, kapan kapan kita minta uang Mas Andre. Setelah ini kalau mau minta harus ijin Mbak Rena dulu, iya kan Mbak "


Rena yang namanya di sebut langsung salah tingkah, Ia tidak tahu harus menjawab apa. Yang pasti Dia tidak pernah memikirkan hal seperti itu, meskipun menikah namun Ia tidak akan mencampuri urusan suaminya kalau itu soal memberi sedikit rezekinya pada orang tua bahkan saudaranya.


Rena sudah pernah mengalami masa sulit dimana Ia tidak punya uang sama sekali, bahkan untuk makan saja susah.


Rena langsung ke kamarnya setelah tiba di rumah, sebenarnya Ia ingin membantu mengangkat barang barang belanjaan mereka namun Rossa melarangnya. Ia di perintahkan untuk Istrahat saja


Ia duduk di sofa sembari memijat kakinya yang terasa sakit, tiba-tiba di kejutkan oleh kehadiran Andre yang langsung bersimpuh di hadapan nya sembari ikut memijat kakinya.


" Tidak usah Mas, biar aku sendiri saja "


Rena merasa nggak nyaman karena suaminya menyentuh kakinya.


" Tidak apa apa, kamu pasti lelah meladeni kegilaan Ibu sama Nayla. Mereka memang begitu, dulu juga sama Mbak Ratih juga gitu sampai kakinya bengkak pas pulang dari mall "


Rena mendengarkan cerita suaminya, memang benar sih apa yang di ucapkan nya.


Andre berdiri setelah mengingat sesuatu, Ia membuka brangkasnya dan mengambil sesuatu disana.


" Maafkan aku sayang "


Rena merona malu, lagi lagi suaminya menyebutnya sayang.


" Maaf untuk apa Mas " Tanya Rena.


" Ini untuk mu, maaf Mas lupa memberikan nya padamu. "

__ADS_1


Andre menyodorkan sebuah kartu atm kepada Rena, Rena nampak ragu menerimanya.


" Tidak perlu Mas, kalau ini aku juga sudah punya " Tolak Rena secara pelan.


Andre tersenyum dan memberikannya langsung ketangan Istrinya.


" Mas tahu kalau kamu juga punya, tapi sekarang kamu adalah tanggung jawab Mas. Mulai sekarang kalau belanja apa pun itu pakai yang ini saja, yang kamu punya biar untuk mu sendiri. "


Rena mengangguk mengerti, perhatian keduanya teralihkan ketika terdengar ketukan pintu.


" Mas, Mbak ini aku Nay. Boleh masuk nggak nih "


Rena segera berdiri membukakan pintu untuk Adik Iparnya itu.


" Hallo Mbak, nggak ganggu kan "


Rena tersenyum dan menggeleng cepat, Ia heran melihat tangan Nayla penuh dengan barang bawaan.


" Untuk apa ini semua Nay " Tanya Rena bingung.


Andre yang memperhatikan wajah bingung Istrinya nampak senyum senyum karena Ia sudah menebak hal ini akan terjadi.


" Ya untuk Mbak Rena lah, masa buat aku tapi di antar kemari " Jawab Nayla


Rena menatap suaminya sedangkan Andre yang di tatap malah mengangkat sedikit bahunya.


" Silahkan di buka Mbak, Oh ya maaf ya soal tadi, Mbak pasti lelah meladeni kami. "


Rena langsung dengan cepat menggeleng, Ia tidak ingin Nayla atau pun sang Ibu merasa bersalah apalagi merasa tidak nyaman.


" Tidak apa apa Nay, biasa saja "


" Ya sudah kalau begitu, aku pamit Mbak. Mas Andre, makasih dan maaf tadi kami culik Istrinya. Tapi sekarang nggak lagi, silahkan bersenang-senang. "


Nayla langsung melenggang pergi dan Andre segera menutup pintu kembali. Rena berdiri di antara semua kotak belanjaan yang ada di depannya.


" Untuk apa barang segini banyak " Gumam Rena.


Andre mengajaknya untuk duduk kembali, Ia melanjutkan kembali aktivitas nya yang sempat tertunda.


" Ya kita buka satu persatu sayang, atau kamu yang buka biar aku yang mijatin kakinya "


Rena akhirnya mengalah, tidak mungkin juga Ia melawan ucapan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2