
✍️✍️✍️
Bu Dian menarik tangan Asrul membawanya pergi menjauh dari kamar itu.
" Ada apa Bu, kenapa Ibu membawa wanita itu kemari " Tanya Asrul
Bu Dian berpikir sejenak, sebenarnya Ia juga bingung.
" Begini Nak, kemarin pas Siska siuman dia langsung menanyakan kamu dan masih menganggapmu sebagai suaminya, setelah di periksa ternyata dia tidak mengingat yang lain. Kata Dokter Siska mengalami amnesia, entah amnesia apa. Yang jelas dia hanya mengingat masa masa dimana kalian masih sama sama dulu sebagai sepasang suami Istri "
Asrul mengerutkan keningnya, rasanya tidak masuk akal dan terasa ganjal baginya.
" Lalu kenapa Ibu membawanya kemari, biarkan saja dia di rumah orang tuanya. Mau dia lupa ingatan atau apalah apa pedulinya kita, dia bisa hidup itu saja sudah untung. Aku tidak mau berpura pura menjadi suaminya Bu "
" Nak..... tunggu, lakukan demi Ibu. Kamu hanya perlu berpura pura saja, bukan menjadi suaminya beneran kan "
Asrul menghentikan langkahnya dan berbalik.
" Bu, apa Ibu yakin dia amnesia. Ibu seperti tidak tahu Siska saja, dia rela melakukan apa saja demi tercapai nya semua yang di inginkan. Bu.... Ibu jangan terlalu baik pada orang, Ya kalau orang itu tahu balas budi kalau tidak malah kita yang akan berada dalam masalah. Ibu boleh percaya pada Siska tapi tidak dengan ku, tapi baiklah demi Ibu aku akan melakukan semuanya "
..." Aku melakukan semua ini semata mata ingin membongkar semua kebusukan mu, kamu pikir bisa dengan mudahnya membodohi ku lagi. Kita lihat saja sejauh mana niatmu menghancurkan keluarga ini " Batin Asrul...
__ADS_1
" Sudah Bu aku ingin istrahat, aku lelah "
Asrul sebenarnya enggan masuk ke kamarnya karena malas melihat wajah wanita yang selama ini sudah menipu dan membuat hidupnya berantakan.
" Sayang..... akhirnya kamu datang juga, angkat aku ke atas ya aku ingin istrahat " Pinta Siska dengan manja
Asrul langsung keluar kamar tanpa mengucapkan sepatah kata, tidak lama kemudian Ia muncul bersama para pelayan di rumahnya. Siska bingung karena ada tiga wanita masuk ke kamarnya.
" Bantu dia berdiri dan tidurkan dia di ranjang itu, aku ingin mandi. Oh ya Bi, setelah itu bersihkan tempat ini karena aku akan meletakkan satu ranjang lagi "
Asrul langsung masuk ke kamar mandi meninggalkan Siska yang yang masih berusaha menahan amarahnya karena bukan Asrul yang membantunya berdiri tapi malah ART yang mengangkat tubuhnya.
..." Sial kamu Mas Asrul, tega sekali kamu malah membiarkan aku di angkat para pembantu sialan ini '"...
" Kita lihat saja mau sampai kapan kau bertahan dengan kepura-puraan mu itu. Aku harus senang sekarang karena aku punya mainan baru " Asrul tertawa kecil.
Ia menghabiskan banyak waktu di dalam kamar mandi sambil bersiul siul kegirangan, sementara di dalam kamar Siska terus saja mengumpat dalam hati.
" Sudah beres Bi, kalau sudah cepat keluar karena aku mau ganti baju "
Para perempuan itu mengangguk dan satu persatu pun keluar dari sana, Asrul membuka lemarinya dan mengambil pakaian yang akan Ia gunakan.
__ADS_1
..." Kita lihat saja bagaimana reaksimu wanita jahat "...
Asrul sengaja mengenakan baju nya di depan Siska, satu persatu hingga selesai. Susah payah Siska menahan sesuatu yang entah sudah sekian lama tidak Ia rasakan.
..." Ah sial, roti sobek itu. Kenapa aku sangat menginginkan nya, eh tapi kan aku masih Istrinya seharusnya kan aku boleh di sentuh olehnya " Batin Siska....
" Kenapa dengan wajahmu itu, sudah seperti tomat yang masak "
Siska merasa malu karena ketahuan sejak tadi memandangi Pria itu bahkan tidak berkedip sama sekali.
" Sayang.....! aku..... aku menginginkannya. Apa kamu juga tidak menginginkan nya, bukankah sudah lama kita tidak melakukan nya selama aku ada di rumah sakit "
Asrul tertawa kecil.
" Maaf sekali Siska tapi aku yang dulu bukanlah aku yang sekarang, aku bisa menikmatinya tiap malam dimana saja kapan pun aku mau. Aku kan punya segalanya, aku bisa membelinya mau yang seperti apa. Oh iya, aku harus pergi keluar. Kamu kalau mau makan, mandi atau yang lainnya tinggal panggil Bibi di bawah atau Mang Tatang untuk membantumu. Pencet saja tombol itu nanti mereka akan kemari "
Asrul langsung melenggang meninggalkan tempat itu meninggalkan Siska yang terus berteriak memanggil namanya, tentu saja tidak di pedulikan nya.
" Kamu pikir dengan berpura pura seperti itu aku akan peduli, jangan mimpi karena itu tidak akan pernah terjadi. Hatiku sudah kebal dengan semua kebusukan mu, ayo Rul kita kejar masa depanmu yang lain. "
Asrul berlari kecil menuruni anak tangga dan segera keluar rumah, hari ini Ia ada janji di luar yang lebih penting dari segalanya bahkan dari pekerjaan nya sekalipun.
__ADS_1
" Mang Tatang.....! nanti sambil bantu Bibi mengurus wanita itu di atas kalau dia butuh bantuan ya, aku harus pergi karena ada urusan penting " Pesan Asrul sebelum melajukan mobilnya meninggalkan kediaman nya.
..." Mang Tatang.....! sial, dia malah menyuruh tukang kebun menyentuhku. Asrul brengsek, kamu akan tahu akibatnya nanti " Batin Siska geram...