
Asrul membuka mata karena merasa terganggu dengan sesuatu hal.
" Sayang ! Jangan usil dong " Ucap Asrul masih enggak membuka mata.
Nayla yang juga samar samar mendengar suara suaminya dan juga tempat tidur yang terasa berguncang perlahan membuka mata.
" Apa sih Mas aku nggak buat apa apa "
Kedua suami Istri itu perlahan membuka mata dan terkejut melihat kehadiran Putri kecil mereka.
Asrul langsung tersenyum dan memeluk Putrinya sedangkan Nayla terkejut dan bingung, bagaimana caranya Ia pergi dari sana sedangkan tubuhnya saat ini sedang tidak mengenakan apapun.
" Papa, Mama ayo bangun, ini sudah siang " Pinta Ara pada kedua orang tuanya yang masih setia dalam selimut.
Wajah Nayla pucat pasi ketika Putrinya menarik selimut yang membalut tubuhnya.
" Sayang ! aku~~ " Nayla memberi kode pada suaminya.
" Kamu kenapa sayang, kelilipan " Tanya Asrul.
Ara bingung menatap kedua orang tuanya.
" Bukan Mas, aku nggak pakai apa apa " Bisik Nayla.
Mendengar itu Asrul terkejut, Ia baru ingat kalau mereka berdua memang saat ini sedang tidak mengenakan apapun.
Asrul mencoba tenang dan tersenyum pada Putrinya yang terus saja meminta keduanya untuk bangun.
" Ah iya sayang, Mama sama Papa akan bangun. Ara sudah mandi belum, kan hari ini mau jalan sama Papa "
Gadis kecilnya itu mengangguk
" Sudah Pa, tadi sama Bibi " Jawabnya.
__ADS_1
" Wah baguslah kalau begitu, pantas anak Papa sudah harum nih. Oh ya sayang, Ara bisa nggak temui Bibi dulu di bawah, Mama dan Papa belum mandi masih bau. Ara minta sarapan dulu sama Bibi ya, nanti Papa dan Mama turun kita langsung berangkat "
Ara menatap kedua orang tuanya bergantian, sebenarnya Ia enggan keluar tanpa Mama dan Papanya namun mendengar mereka akan jalan jalan akhirnya Ia pun mengangguk setuju.
" Baiklah Pa, Ma. Tapi jangan lama lama ya "
Ara mencium pipi kedua orang tuanya bergantian dan beranjak keluar. Nayla menarik nafas lega, Ia segera turun dari ranjang, mengambil handuk dan juga pakaian keduanya yang berserakan di lantai.
Ia segera berlari ke kamar mandi, baru akan menutup pintu suaminya sudah menyusulnya. Nayla enggan membuka pintu karena enggan mandi berdua namun mendengar ucapan suaminya dengan cepat Nayla membuka pintu.
" Sayang ! buka pintu doang, aku tidak pakai apa apa nih. Bagaimana kalau ada yang masuk "
" Mas sih, ngapain juga jalan begini. Di lemari kan ada handuk " Gerutu Nayla.
Asrul yang sejak tadi menatap Istrinya tak bisa menahan hasratnya yang tiba-tiba muncul begitu saja.
Tanpa aba aba Ia segera memeluk tubuh Istrinya itu.
Asrul makin mengeratkan pelukannya dengan memberikan sentuhan di beberapa tubuh Istrinya.
" Aku menginginkan nya sayang "
Nayla hanya bisa pasrah ketika merasa benda keras menyentuh tubuhnya karena suaminya seperti nya sengaja melakukannya agar Istrinya mengetahui apa yang di inginakannya.
" Ayolah sayang sekarang biar
kita segera mandi dan keluar "
Apa yang bisa wanita itu lakukan, Ia tidak mungkin menolak keinginan suaminya. Yang bisa Ia lakukan hanyalah pasrah dan menikmati setiap sentuhan suaminya dari yang lembut sampai yang kasar.
Karena seminggu puasa membuat Asrul begitu bersemangat, Ia menggempur benteng sang Istri membuat wanita itu merem melek di bawah guyuran shower.
__ADS_1
Suara dari pertemuan keduanya semakin membuat Pria itu menggebu gebu, hingga hentakkan keras mengakhiri pergulatan mereka di pagi hari.
" Ahhkk "
Asrul memeluk tubuh Istrinya yang masih bergetar karena menahan bobot tubuhnya dari guncangan gempa di pagi hari.
Mereka melanjutkan acara mandi bersama dengan perasaan bahagia.
" Papa, Mama, kok lama banget sih, tadi katanya sebentar " Protes Ara.
Asrul hanya tersenyum sementara Nayla harus memutar otaknya mencari alasan yang tepat untuk Putrinya itu.
" Sayang biasa Nak, Mama kan harus ngurus bayi gede "
Ara yang langsung mengetahui ucapan Ibunya langsung menatap Ayahnya.
" Papa sih, sudah gede masih belum bisa cari baju sendiri. Kasihan Mama, masa Papa kalah sama Ara, Ara saja bisa mandi dan cari baju sendiri " Protes Ara dengan bibir cemberut.
Asrul mengangkat tangan dan mengacunhkan dua jarinya pada sang Putri.
" Maaf sayang, Ia nanti Papa belajar pakai baju sendiri "
Ara masih saja cemberut, Ia bahkan menyilangkan tangannya di dada membuat Nayla ingin tertawa melihat tingkah sang Putri.
" Sudah sayang cemberut nya, bukankah kita mau pergi jalan jalan, apa tidak sebaiknya Papa sarapan dulu agar kita cepat pergi "
Akhirnya Ara pun diam, Nayla memberi kode pada ART agar menemani Putri kecilnya saat mereka sarapan.
" Ayo Non, main sama Bibi sebentar "
Ara masih diam saja, Ia masih setia dengan ambekan nya.
" Bukankah Non mau jalan jalan, biar Papa dan Mama sarapan dulu biar cepat berangkatnya kan "
Nayla menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya, keduanya sarapan dalam diam.
__ADS_1
" Mas sih, tukan anaknya jadi ngambek "
Akhirnya Nayla mengeluarkan kekesalan nya pada suaminya karena sudah membuat mood Putri mereka hancur.