Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Membuka Identitas


__ADS_3

🌻🌻🌻


Siska tiba di rumah nya setelah sepanjang jalan menyetir sambil ngedumel, memarahi Asrul yang tidak kunjung menjemput nya meskipun sudah di hubungi berulang kali, dia lebih memilih mementingkan pekerjaan di banding menjemput Siska sebagai istri nya.


" Awas saja nanti aku akan membuat perhitungan dengan mu " Gumam Siska di tengah kemarahan nya.


Bu Dian merasa serba salah, apa yang harus Ia lakukan. Bukan salah Alwi, anak kecil hanya mempercayai apa yang Ia lihat dan Ia dengar. Tapi Bu Dian juga tidak ingin Alwi membenci Ibu nya sendiri.


" Nak, jangan seperti itu. Bagaimana pun juga dia itu Mama Nayla, Mama yang melahirkan Alwi dan Alwi tidak boleh seperti ini pada nya" Bu Dian mendekat dan berjongkok mensejajarkan tinggi nya dengan cucu kesayangan nya itu.


Alwi hanya diam saja, dan kemudian berlari lagi ke kamar nya. Bu Dian ingin mengejar nya namun di tahan Nayla. Sementara Pak Burhan sudah mengirimkan pesan untuk Nayla.


" Tidak perlu di kejar Bu, biarkan dia sendiri dulu jangan di paksakan. Aku tahu sifat Alwi, semakin di paksakan dia akan semakin susah untuk di ajak bicara. Baiklah aku pulang dulu, tolong jaga kan Alwi baik- baik untukku Bu. " Ucap Nayla berusaha tegar.


Nayla berpamitan pada Bu Dian karena Pak Burhan Ayah nya baru saja tiba dan menunggu nya di luar.


" Baiklah Bu, aku pergi dulu. Assalamu'alaikum....! "


" Waalaikum salam......! Tunggu sebentar biar Ibu panggilkan Asrul.


" Oh..... jadi ini penyebab kenapa Mas Asrul tidak menjemputku sejak kemarin. Di telpon tidak di jawab, di kirimi pesan pun tidak di balas. Hey wanita bre***** sampai kapan kamu akan berhenti mengganggu hidup ku.......! " Teriak Siska.


Baru saja Ia ingin memberi pelajaran pada Nayla, sebuah tangan lebih dulu menangkap tangan nya sebelum tangan itu menyentuh kulit pipi Nayla.


" Cukup......! jadi seperti ini kalian memperlakukan anakku di tempat ini " Ucap Pak Burhan dengan suara nya yang terdengar mengerikan bagi yang hadir di sana.

__ADS_1


Semua yang ada disana terkejut melihat kehadiran Pak Burhan, belum lagi mendengar ucapan Pria tua namun masih terlihat gagah dan menawan itu.


" Mas Burhan, kau kah itu. Jadi benar itu kau, dan Nayla...... ! Batin Bu Dian sangat terkejut.


" Pak Burhan, anak nya. Sial, bagaimana mungkin wanita ini menjadi anak dari orang kaya raya dan terpandang di kota ini. " Batin Siska tak kalah terkejut nya.


Asrul yang juga mendengar suara ribut Siska pun keluar dan mendengar apa yang di katakan Pria itu.


" Pak Burhan Ayah nya Nayla, bagaimana bisa. Ya Allah....... ada apa ini. " Batin Asrul juga.


" Mas Burhan.........! " Sapa Bu Dian yang sedari tadi berada di bawah tangga dan tidak nampak oleh Pak Burhan.


Pak Burhan juga terkejut melihat sahabat Istrinya dimasa lalu ada disana.


" Maafkan aku atas kekacauan ini, maafkan aku Mas " Ucap Bu Dian merasa bersalah.


Ia ingat janjinya dulu se masih mereka bersama, waktu Nayla masih berumur kecil, dan ketika mereka masih bersahabat bertiga. Bu Dian yang memang mempunyai anak laki-laki berjanji akan menjodohkan Putranya ketika dewasa kelak dengan Nayla dan berjanji akan membahagiakan nya dan menganggap nya anak sendiri.


Kasih sayang Bu Dian memang tidak perlu di ragukan lagi, beliau sangat menyayangi Nayla sedari kecil, bahkan Bu Dian yang menyelamatkan dan memberikan tempat baru dulu buat Bu Lastri dan Nayla kecil dari usaha anak buah Bu Rossa yang ingin melenyapkan mereka atas perintah Bu Rossa. Sampai Nayla besar dan punya pekerjaan dan membeli rumah nya sendiri.


Namun sayang janji nya tidak semuanya terwujud karena Asrul anak nya tidak memperlakukan Nayla secara layak nya seorang Istri, karena Asrul sudah mempunyai wanita lain yang begitu di cintai nya.


" Dian..... jadi kau memang mewujudkan ucapanmu dulu. Tapi sayang aku tidak menyangka kau memperlakukan anakku dengan tidak terhormat. Terima kasih karena kamu sudah menjaga nya selama ini, tapi sekarang aku Ayah nya sudah ada bersama nya. Aku akan melindungi nya dari orang seperti........


Pak Burhan tidak melanjutkan ucapan nya, matanya bergantian menatap Siska dan juga Asrul yang masih melongo tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.

__ADS_1


Akhir nya setelah berbulan bulan Nayla Menutupi semua nya dari banyak orang, Pak Burhan pun membuka identitas Nayla yang sebenar nya. Bu Dian yang memang tahu asal usul Nayla percaya semua yang di katakan Pak Burhan, namun tidak dengan Siska yang menganggap bahwa Nayla terlalu banyak menghayal dan menyewa orang untuk berpura- pura menjadi Ayah nya.


" Ayo Nak kita pulang, biarkan Alwi disini untuk sementara waktu. Nanti ada saat nya Ia bersama kita dan Buba janji itu padamu "


Pak Burhan sengaja mengeraskan suaranya agar Pria di atas sana mendengar apa yang dia katakan. Nayla mengikuti apa yang di katakan Ayah nya dan pergi bersama nya.


" Ih... menjijikkan. Sok ingin jadi orang kaya, memang aku tidak tahu siapa dia " Batin Siska yang semakin tidak menyukai Nayla.


Asrul kembali masuk ke kamar nya, tidak berselang lama Siska pun ikut masuk.


" Apa apa an ini Mas, aku hubungi berulang kali, aku kirim pesan berulang kali juga tapi tidak ada balasan. Aku pikir kamu bekerja, ternyata kamu sibuk mengurusi wanita tidak berguna itu.......! "


Terdengar suara Siska meninggi karena memang sudah sejak belum tiba di rumah itu Ia sudah memendam amarah nya.


" Cukup Siska.........! jangan buat aku marah dan berbuat sesuatu yang kasar padamu melebihi yang tidak pernah kamu duga selama ini "


Suara Asrul penuh penekanan, menahan amarah di hati nya. Belum selesai otak nya memikirkan apa yang baru saja Ia ketahui, sekarang Siska Istri nya datang marah- marah hanya karena tidak di jemput.


" Sekarang kamu sudah di rumah lalu apa lagi yang kamu inginkan, bukankah kamu sudah terbiasa kemana- mana sendiri. Kamu juga pergi bersama Ibu mu itu tanpa ijin dariku, lalu kenapa aku harus menjemput mu. "


Siska sebenar nya masih sangat marah dan tidak Terima dengan apa yang di ucapkan Asrul namun terpaksa Ia diam karena tidak ingin hubungan nya dengan Asrul bertambah renggang.


" Maafkan aku Mas, aku tidak memberitahukan mu soal kepergianku. Karena pada saat itu situasinya mendadak, jadi aku tidak sempat ijin padamu Mas. Maaf juga karena memintamu menjemputku, aku hanya ingin berdua denganmu karena sudah lama kita tidak bertemu " Ucap Siska mencari alasan.


" Hh masih saja kamu cari alasan, kamu pikir aku tidak tahu apa yang kamu lakukan di sana " Batin Asrul

__ADS_1


__ADS_2