Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
° Malu di hari pertama bekerja °


__ADS_3

Alya berlari kencang sesaat setelah motor miliknya terparkir pada tempatnya, Ia sangat takut terlambat dan mendapatkan masalah untuk itu.


`` Hei orang baru, kau pikir ini tempat apa lari lari tidak jelas " Sebuah suara menghentikan langkah Alya, dia pun sontak menoleh.


Nampak olehnya seorang wanita cantik dengan wajah yang sulit di tebak, namun tiba tiba dari wajah cantiknya terbit sebuah senyuman.


..." Wah aku punya ide " Batinnya....


" Kau ini sudah lari lari dan sekarang lihat penampilan mu, dasar orang kampung. Kerja di tempat elite seperti ini bajumu seperti itu, kau mau menurunkan imej kantor ini dengan punya karyawan udik sepertimu "


Alya memperhatikan penampilannya menurut nya sudah sangat rapi dan pastinya masih layak pakai.


" Ih masih bagus juga Pakaikan yang ku kenakan ini dari pada punyamu itu, genit pakai baju kurang bahan. " Batin Alya sembari memperhatikan penampilan wanita yang sedang berdiri tepat di depannya.


" Jangan bengong, buruan ikut aku ganti seragam kampungan mu itu sebelum Mas Andre melihatmu seperti itu "


Meskipun berat hati namun Alya tetap mengikuti langkah kaki wanita itu hingga sampai di sebuah ruangan, Alya memperhatikan isi ruangan itu dengan seksama.


" Ini pakailah dan segeralah keluar, jangan sampai menyusahkan orang lain "


" Hihihi hari ini hari pertama mu sekaligus hari terakhirmu, Mas Andre pasti akan ilfil melihatmu "


Alya menerima pemberian wanita itu yang tak lain adalah Dira. Ia menuju sebuah ruangan khusus, iya memandang dirinya begitu lama setelah mengenakan pakaikan pemberian Dira.

__ADS_1


" Astaghfirullah apa aku harus memakai ini, baju nya rasa nya tidak layak pakai "


Setelah merasa yakin tidak akan terjadi apa apa, Alya pun keluar dari ruangan itu. Walaupun begitu hatinya tetap was was karena tidak biasa menggunakan pakaian seperti itu sebelumnya.


Dengan langkah pasti Ia menaiki anak tangga menuju lantai atas karena Ia harus menemui pemilik perusahaan tempat nya bekerja itu.


" Kau ini kenapa lama sekali, lihat itu Mas Andre bahkan sudah tiba lebih dulu dan kau terlambat. Lihat ini, seharusnya ini pekerjaanmu, dasar menyusahkan. Karena kau terlambat terpaksa orang lain yang harus mengerjakan pekerjaan mu. Semoga saja kau tidak kena masalah di hari pertamamu bekerja " Cibir Dira.


Alya terkejut dan juga khawatir, Ia takut akan benar benar kehilangan pekerjaan yang Ia sangat sangat harapkan, bahkan kehilangan sebelum Ia memulainya.


Dira masuk dan membawa nampan berisi minuman, sebelumnya tak lupa Ia mengetuk pintu terlebih dahulu.


" Ayo masuk " Seru Dira pada Alya yang masih berdiri di luar.


Alya melangkah dengan ragu memasuki ruangan itu. Andre menatap kedua wanita itu bergantian dan kemudian kembali fokus bekerja.


" Kau ini Alya ceroboh sekali, ini kan airnya jadi tumpah. Masa aku harus mengambilnya lagi " Omel Dira.


Alya tidak mempedulikan ocehan Dira Ia hanya memandang dirinya yang nampak memalukan, dengan kedua tangan mungilnya Ia berusaha menutup kedua buah kembar miliknya.


Andre yang terkejut sontak berdiri, Ia juga sempat melirik sesuatu yang menurutnya sangat indah. Ingin rasanya Ia berlama lama menikmati itu, namun kesadaran nya kembali pulih.


Ia segera melepas jas kerjanya dan memakaikan nya pada Alya yang masih menunduk karena malu.

__ADS_1


" Kenapa kamu mengenakan seragam seperti ini " Tanya Andre sembari tangannya melepas jas miliknya.


" Itulah Pak, mungkin dia ingin menggoda Bapak. Atau jangan jangan dia punya maksud tertentu bekerja disini. Bukan maksud apa apa Pak, melihat bagaimana cara dia masuk dan sekarang seragam nya seperti itu, bukankah itu menandakan kalau dia bukan wanita baik baik " Cibir Dira lagi.


Alya ingin menjawab tapi sungguh Ia sangat malu dengan penampilannya. Ingin rasanya Ia berlari dari sana untuk menghilangkan rasa malunya itu.


" Cukup Dira, cepat ambilkan seragam yang baru untuknya. " Perintah Andre tiba tiba.


Dira terkejut dan juga merasa kesal, ternyata rencana nya gagal. Bukannya mengusir Alya, malah dirinya yang terkena omelan dan bahkan pekerjaannya bertambah.


" Sial amat sih, kenapa juga wanita ini yang beruntung. Ah... seharusnya Ia di usir, ini malah di beri seragam baru. Apes banget sih aku " Gerutu Dira.


" Cepat Dira, jangan bengong saja lihat dia mulai kedinginan " Pinta Andre lagi.


Dengan hati dipenuhi amarah Dira melangkah keluar.


" Duduk disana Al, tunggu Dira membawakan seragam yang baru untukmu. "


Alya menuruti apa yang di perintahkan Andre, Ia melangkah menuju sofa yang ada di ruangan itu dengan tetap menunduk. Malu di hari pertamanya bekerja, bahkan sekedar untuk mengangkat wajahnya saja Ia tak sanggup.


" Jangan pernah lagi menggunakan pakaian seperti itu, apa di rumahmu tidak ada lagi pakaian layak pakai. Aku menyuruhmu menggunakan pakaian yang rapi bukan pakaian seperti itu " Ucap Andre tanpa menoleh sedikit pun.


Entah apa yang di rasakan Andre, rasanya Ia begitu peduli dengan wanita yang baru saja Ia kenal beberapa jam sebelumnya itu.

__ADS_1


Alya merutuki kebodohannya, seharusnya Ia tidak menuruti perintah orang lain yang Ia sendiri sudah ragu awalnya akan terjadi hal seperti itu.


🌟🌟🌟


__ADS_2