Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Peringatan Andre


__ADS_3

Erik melihat siapa yang menyeretnya dengan cukup keras, Ia terkejut melihat siapa yang sudah melakukan nya.


..." Kau " Seru Erik bingung...


" Lepaskan dia, jangan kau pikir kau bisa mendapatkan nya hanya dengan membawa nya pergi dari tempat nya bekerja sebelum nya. Apa kau pikir hatinya akan mudah berubah, aku tahu dia sangat mencintaiku "


Erik bingung apa maksud dari Andre yang tiba-tiba menghajar dirinya, apalagi dengan apa yang di ucapkan nya.


......" Eh apa apaan sih kau, lepaskan dia ? Dia siapa maksudmu ? " Tanyanya masih bingung. ......


Beberapa kali bogem mentah mendarat di wajah dan juga perut Erik tanpa bisa Ia lawan.


..." Brengsek ! jangan pura pura bodoh ha.... lepaskan dia, jangan pernah berpikir bisa memiliki nya "...


Erik tertawa mengejek setelah tahu kemana arah ucapan Pria di depannya itu.


......" Terserah aku lah, mau aku berbuat apa pun padanya apa urusannya denganmu . " Kedua Pria itu tidak ada yang mau mengalah. ......


Di tempat yang sama Alya merasa khawatir karena Erik tak kunjung kembali, Ia memutuskan untuk mencarinya.


..."Mas..... Mas Erik, Mas ada dimana " Panggil Alya beberapa kali namun tidak ada jawaban, sementara Andre masih terus melayangkan pukulannya karena geram dengan ucapan Erik....


Bugh !


" Hust, jangan ribut bodoh " Meskipun Ia yang terkena bogem mentah namun mendengar nanya di panggil Ia menjadi khawatir.

__ADS_1


Andre tidak mempedulikan ucapan Erik, Ia bahkan menarik kerah Erik dan berniat hendak menghadiahinya tinju kembali.


Bugh !


..." Diam ! cukup, cepat pergi dari sini sekarang....


Apa kau ingin agar Alya melihatmu disini apalagi melihat mu sedang memukuli orang yang di sayangi nya. Atau apa memang kamu ingin ya, ya sudahlah kalau begitu, aku akan memanggilnya kemari " Erik tertawa mengejek.


Tangan Andre melayang ke udara, tertahan karena mendengar suara seseorang mencari Erik, yang tentu saja Andre tahu kalau itu adalah Alya.


..." Alya, oh tidak aku harus pergi. Benar kata Pria ini, aku tidak mau Alya melihat diriku "...


" Awas kau, urusan kita belum selesai, aku akan buat perhitungan denganmu lagi " Andre menjauh masih dengan menahan kekesalannya.


..." Aku tunggu Ndre, memang urusan kita belum usai, kelak kau akan mencariku lagi " Batin Erik memandang kepergian Andre....


Erik muncul sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Aku disini Dik "


..." Mas Erik.. .. Mas dari mana saja, aku tungguin dari tadi. Eh Mas, ada apa dengan wajah mu Mas, apa Mas berantem tadi " Tanya Alya penuh selidik....


Jemari lentiknya menyentuh wajah Erik hingga membuat Pria itu sedikit meringis menahan sakit.


" Ah tidak Al, berantem..... mana ada, masa aku yang baik begini berantem dengan orang ! " Elak Erik di sertai senyum agar menutupi keadaannya.

__ADS_1


" Tidak berantem, lalu ini apa Mas, babak belur begini " Alya menunjuk beberapa tempat yang nampak parah.


Erik cengengesan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


..." Ah sudahlah Alya, ini tidak apa apa, biasalah laki laki mah begini. Tadi ada orang yang berkelahi dan aku mencoba merelai mereka tapi malah aku yang terkena amukan mereka, akhirnya jadi begini "...


Alya memandang wajah Erik Ia tahu Pria di depannya memang orang baik dan selalu menolong orang lain, mungkin benar apa yang di katakan nya.


..." Ya sudahlah Mas, sekarang kita ke RS saja biar lukanya bisa segera di obati agar tidak infeksi "...


Ftth ! Erik menahan tawanya.


" Ke RS, ah sudahlah luka begini mah tidak ada apa apanya, gampang. Nanti juga sembuh sendiri "


" Tidak Mas, pokoknya kita harus ke RS sekarang. Apa Mas mau Pak Hendrik khawatir melihat keadaan Mas seperti ini, belum lagi kalau nanti beliau menyalahkan aku karena tidak menjagamu dengan baik "


..." Menjaga ? apa tidak salah, seharusnya kan aku yang menjaganya dari orang-orang jahat. " Batin Erik....


" Siapa yang akan menyalahkan mu, lagi pula Papa juga pasti akan mengerti. Aku kan seorang Pria bisa menjaga diri, jadi yang seharusnya di jaga itu adalah kamu "


Erik mencubit pipi Alya dengan gemes, sembari merangkul nya membawa pergi meninggalkan tempat itu.


" Lepaskan Mas, nggak usah gini juga kali. Gimana kalau ada orang yang suka padamu dan melihat Mas seperti ini padaku. Aku khawatir mereka akan salah faham terus sakit hati dan marah padaku. Aku nggak mau jadi bulan bulanan wanita wanita yang seperti itu " Protes Alya dengan wajah serius.


..."Palingan juga yang ngintip dan marah ya si bajingan itu, tapi tidak apalah. Biarkan saja dia kebakaran jenggot, eh tunggu tapi dia kan tidak punya jenggot "...

__ADS_1


" Eh kenapa senyum senyum begitu, ayo ke RS Mas " Ajak Alya.


Mereka kembali tapi tentu saja bukan ke RS seperti keinginan Alya, namun Alya mengoles beberapa obat pada luka lebam Erik di dalam mobil.


__ADS_2