
💓 Lepaskan Aku 44 💓
💓💓💓
💓💓
💓
***
Di dalam mobil Nayla kembali mengingat kilas balik kebersamaannya dengan sang Ibu tercinta. Hingga tanggal yang tercantum di pusara sang Ibu, membuatnya semakin sedih.
Bagaimana tidak, tanggal, bulan, dan tahun itu sama dengan ketika Ia berjuang hidup dan mati saat menghadirkan buah hatinya kedalam dunia ini.
Disaat yang sama di lain tempat, Ia juga kehilangan orang yang sangat Ia sayangi.
Kembali Nayla merangkul putra kesayangannya untuk mengurangi rasa sesak di dadanya. Dengan memeluk sang buah hati, rasa sedihnya jadi sedikit berkurang.
***
Mobil terparkir indah di sebuah rumah yang sangat asri. Seorang wanita dan juga seorang pria turun dari sana, berjalan memasuki pekarangan rumah yang indah itu.
Dari arah yang berlawanan seorang pria berlari kecil, ketika melihat orang yang begitu penting datang mengunjungi rumahnya dengan tiba tiba.
" Ibu.....! " Sapa pria itu sembari mengatur nafasnya yang ngos ngosan akibat berlari.
" Assalamu alaikum mang Dadang ! " Sapa wanita itu yang tidak lain adalah Bu Dian.
" Waalaikum salam, maaf tadi lagi bersih bersih di belakang ." Ucapa pria yang di panggil mang Dadang itu.
" Tidak apa apa, oh ya saya kesini hanya ingin bertanya pada Mang Dadang. Apa tadi ada orang yang kemari mencari Bu Lastri ? " Tanya Bu Dian ramah.
__ADS_1
Mang Dadang sangatlah terkejut mendengar pertanyaan Bu Dian. Dari mana Bu Dian tahu kalau ada yang datang mencari Bu Lastri, mang Dadang takut kalau dia salah berucap. Takut akan mengecewakan BOS besarnya itu.
" I ya Bu, tadi ada dua orang wanita dan juga seorang anak kecil. Mereka ingin bertemu Bu Lastri, karena dia mengatakan kalau mereka dari kota, saya pikir itu adalah keluarga Ibu " Jawab Mang Dadang.
Mang Dadang menundukkan wajahnya karena takut telah melakukan kesalahan dan berakibat kehilangan pekerjaannya.
" Tapi maaf Bu....! "
" Saya tadi memberitahukan kabar Bu Lastri. Kalau ingin bertemu datanglah di pemakaman umum Kamboja, maaf kalau saya melakukan kesalahan ." Mang Dadang melanjutkan ucapannya.
Bu Dian tersenyum melihat ketakutan pria yang sengaja di perintahkan menjaga rumah Bu Lastri itu.
" Sudahlah Mang, tidak apa apa. Mamang tidak salah, saya hanya ingin tau saja. Oh ya, kami langsung pamit saja. Masih banyak urusan di kota, kalau ada kabar apa pun itu tentang dua wanita dan juga seorang anak kecil tadi, tolong Mamang hubungi saya ya.....! ". Pesan Bu Dian.
Bu Dian dan juga Asrul kembali masuk kedalam mobil mewah milik mereka, dan melanjutkan perjalanan menuju tujuan asal mereka.
" Mang Dadang, jangan lupa di bersihkan rumahnya ya. Rumput rumput jangan sampai di biarkan terlalu tinggi, biar nanti kalau anak dari Bu Lastri kembali, Ia tidak akan terkejut kalau halaman rumahnya seperti hutan belantara ."
Pesan Bu Dian melalui kaca mobil yang terbuka. Beliau juga memberikan sebuah amplop kepada Mang Dadang sebagai gajih dari kerja kerasnya, menjaga rumah peninggalan Bu Lastri.
***
" Siapa mereka, mengapa mereka mencari Lastri. Setelah sekian lama akhirnya ada yang mencarimu Lastri. Apa di antara dua wanita itu ada Nayla, tapi bagaimana mungkin....? "Batin Bu Dian.
" Ibu, Ibu kenapa? Ibu nampak gelisah begitu. Apa ada masalah ? Atau jangan jangan Ibu masih memikirkan masalah tadi, dan berharap kalau di antara kedua wanita yang di sebutkan Mang Dadang tadi ada Nayla......?! ".
Asrul mencoba menebak pikiran sang Ibu, tentang masalah yang membuat beliau gelisah.
" Kalau memang semua yang Asrul ucapkan adalah benar, maka Ibu sudah salah besar. Itu tidak mungkin Nayla, sudah sekian lama wanita itu pergi dan tidak pernah ada kabar. Mungkin saja dia di bawa pergi jauh sama pria yang sudah jadi suaminya ." Ucap Asrul sinis.
Bu Dian tidak menyukai ucapan putranya tersebut. Menurutnya Asrul terlalu berlebihan dalam menilai Nayla, wanita yang selalu menjadi menantu kesayangannya.
" Cukup Asrul.....! " Bentak Bu Dian
__ADS_1
Asrul terkejut dan sontak menghentikan mobilnya di bahu jalan.
" Ibu tidak menyukai cara bicaramu yang seperti itu. Banyak hal yang kamu tidak ketahui, atau memang kamu pura pura tidak tau ." Ucap Bu Dian dengan suara sedikit meninggi
Asrul terkejut mendengar kata kata Ibunya. Tidak biasanya Ibunya marah tanpa alasan, Ibunya adalah wanita yang sabar dan sangat baik. Bahkan bisa di bilang tidak pernah marah, baik pada anak sendiri atau pun pada orang lain.
" Asrul, maafkan Ibu. Tapi pikiranmu, sikapmu selama beberapa tahun ini, Ibu lihat banyak yang berubah. Kamu selalu memutuskan sesuat sepihak, tanpa mendengar alasan dari pihak lain."
Bu Dian mengeluarkan sebuah amplop dari dalam tas miliknya, dan menyerahkannya pada Asrul.
" Ini surat dari Nayla, Ibu temukan di bawah tempat tidur Nayla di kamar bawah. Ibu kecewa padamu Asrul, selama ini kamu perlakukan istrimu tidak selayaknya. Kamu menyuruhnya tidur terpisah, dan untuk terakhir kalian tidur bersama, kamu malah menyakitinya."
Bu Dian menjeda ucapannya karena menahan sesak di dadanya, membayangkan nasib menantu kesayangannya yang begitu hidup sia sia di rumah suaminya sendiri.
" Surat nya sudah Ibu baca karena penasaran, tinggal kamu saja lagi yang membacanya. Dan Ibu tidak ingin kamu egois lagi Asrul. " Ucap Bu Dian kembali.
Asrul mengambil surat dari tangan Ibunya dan menyimpannya kembali kedalam tas miliknya.
" Maaf Ibu, tapi bacanya nanti saja. Sekarang aku masih harus menyetir, setelah sampai rumah baru Asrul akan baca. "
Asrul kembali melajukan mobil miliknya melanjutkan perjalanan mereka yang sempat tertunda.
💖💖💖
💖💖
💖
Kembali lagi bersama Nayla Aisyah, seperti biasa jangan lupa untuk memberikan dukungan terbaiknya ya 🙏🙏
Bagi yang belum masuk gc Nayla, silahkan masuk lewat pintu ya. Insya Allah nanti di acc, karena akan ada hadiah hadiah menarik buat yang dukungannya tertinggi setiap minggunya.
Kalau tidak masuk gc dan juga tidak follow sama Owner akan susah nanti.
__ADS_1
Oke terima kasih atas semua dukungannya, sekecil apa pun dukungan kalian sangatlah Owner syukuri, semoga kebaikan yang kalian semua berikan dengan ikhlas mendapat balasan rezeki yang melimpah 😍
Aamiin ya robbal aalamiiiinnn 😍😍😍