Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Keterkejutan Dira


__ADS_3

Semua bisa bernafas lega karena kelahiran cucu dari keluarga kaya terpandang itu lancar walaupun sempat menggegerkan, apalagi kelahiran itu bertepatan juga dengan berlangsungnya pernikahan salah satu anggota keluarga kaya raya itu.


" Kamu, kamu kan wanita itu "


Dira terkejut melihat siapa yang berada di antara kumpulan banyak orang yang hadir disana.


" Heh, akhirnya aku menemukan mu. Kemana saja kamu selama ini ha, " Tanya Romi yang tiba tiba menarik Dira saat yang lain sedang lengah.


Dira berusaha berontak Ia ingin melarikan diri namun cengkraman Romi terlalu kuat padanya.


" Bukan urusanmu, cepat lepaskan aku "


Romi tidak peduli dan semakin mengeratkan pegangannya, Ia tidak akan melepaskan cengkraman nya sebelum mendapat penjelasan.


" Aku tidak akan melepaskan mu sebelum kamu menjelaskan semua ini padaku. "


Dira mengarahkan pandangannya kesana kemari takut ada yang melihat mereka berdua.


" Apa yang harus aku jelaskan padamu, kamu datang datang langsung menarik tanganku. Memangnya kamu pikir aku ini apa "


Kedua Pria dan wanita itu sama sama keras tidak ada yang mau mengalah.


" Jelaskan padaku kenapa kamu lari dariku setelah kejadian malam itu "


Dira terkejut ternyata Romi mengenalinya, padahal waktu itu mereka sama sama di bawah pengaruh alkohol.


" Malam apa dan untuk apa aku melarikan diri darimu "


Romi menatap mata Dira dengan penuh selidik

__ADS_1


" Kamu pikir aku tidak mengenalimu, kamu.... kamu wanita yang tidur denganku malam itu kan, sudahlah jangan coba menghindar lagi"


Wajah Dira mendadak pucat pasi, Ia tidak menyangka kalau ternyata Pria itu mengenalinya.


" Bukan urusanmu, seharusnya kamu bersyukur karena aku tidak menuntut apa apa padamu atas semua yang sudah kamu lakukan padaku "


Romi tersenyum kecut mendengar ucapan Dira.


" Tuntut.... ? Tuntut saja aku tapi jangan harap aku akan melepaskan mu begitu saja, apalagi kalau sampai kejadian itu meninggalkan sesuatu yang berharga milikku, sampai ke ujung dunia pun aku tidak akan melepaskan mu "


Dira tersenyum mencibir ucapan Romi.


" Gembel sepertimu, cari makan sendiri saja susah apalagi mau berlagak menafkahi orang lain, jangan mimpi. Kamu pikir aku bisa hidup dengan gembel sepertimu "


Betapa kejamnya ucapan Dira, merendahkan orang lain sesuka hatinya.


" Kamu, jadi kamu benar benar hamil, dan itu anakku. " Tebak Romi.


" Jangan mimpi, kamu pikir aku mau hamil anak dari gembel sepertimu. Kalaupun aku hamil itu anak dari orang terpandang bukan dari orang sepertimu " Lagi lagi Dira menjatuhkan Romi serendah rendahnya.


" Baiklah tidak akan tinggal diam, kalau sampai aku mendapatkan bukti kalau itu adalah anakku jangan salahkan aku kalau aku akan mengambil secara paksa semua yang seharusnya menjadi milikku " Ancam Romi uang akhirnya memilih melangkah pergi.


Dira menjadi ketakutan, Ia khawatir kalau Romi akan mengetahui semuanya, mendapatkan bukti dengan begitu rencananya akan menjadi gagal.


***


Pak penghulu yang sejak tadi menunggu akhirnya memberanikan diri untuk bertanya, karena sudah lama menunggu. Beliau tidak berani meninggalkan acara tanpa ijin di sisi lain beliau juga ada acara yang sama di tempat lain.


" Maaf Pak, Bu, bagaimana ini acaranya mau di lanjutkan atau di tunda dulu " Tanya Pak penghulu.

__ADS_1


" Lanjutkan Pak " Jawab Dira tiba tiba.


" Pak, bagaimana mungkin acaranya akan di tunda ini akan membuat malu aku dan juga keluargaku "


Burhan berpikir sejenak dan akhirnya beliau pun membuka suara.


" Ya sudah Pak, di lanjutkan saja "


Dira tersenyum puas akhirnya calon Ayah mertuanya melancarkan rencananya. Acara pernikahan pun di lanjutkan dengan beberapa tamu undangan yang masih tersisa.


Mereka pun melangkah masuk kedalam ruangan tempat acaranya di langsungkan.


Pak penghulu mulai membacakan apa yang harus di baca sebagai syarat sah nya pernikahan itu.


Saya Terima nikah dan kawinnya "


" Tunggu "


Semua yang hadir disana sontak menoleh ke asal suara nampak seorang memakai kursi roda dan seorang lagi mendorong kursi roda itu.


" Nayla, ada apa Nak " Tanya Burhan.


Nayla tersenyum sedangkan Dira lagi lagi terkejut melihat siapa yang sedang duduk di atas kursi roda.


..." Wanita itu, bukankah dia wanita yang ada di rumah sakit beberapa minggu yang lalu. Untuk apa dia ada disini dan kenapa Bu Rossa yang mendorong kursi rodanya. Kenapa juga Pak Burhan memanggilnya dengan sebutan Nak, namanya juga selalu di sebut sebut beberapa anggota keluarga ini. Apa jangan jangan.... ! "...


" Hm.....! Tidak apa apa Ayah, hanya saja. Kenapa Ayah dan Mas Andre tidak menunggu kami, apa kami tidak begitu penting dalam rumah ini sehingga kami tidak di ijinkan hadir dalam acara sakral ini "


Andre langsung berdiri melihat adik kesayangan nya duduk di atas kursi roda.

__ADS_1


" Tidak Adikku, bagaimana mungkin kamu merasa tidak penting disini. Mari biar Mas Andre yang membawamu kesana "


Andre mendorong kursi roda Nayla dan membawanya mendekat ketempat duduknya


__ADS_2