
" Balik lagi bersama Author Nayla dengan segala kekurangan. Disini Author mengimbau, TOLONG BUAT KOMENAN DI SARING YA. KALAU TIDAK SUKA SILAHKAN MELIMPIR, JANGAN DI PAKSAKAN BACA KALAU MEMANG CERITANYA TIDAK BERKENAN, APALAGI KOMEN DENGAN KATA KASAR. DUKUNG PUN TIDAK, KOMEN IYA. MEMANG DI DUNIA INI MUDAH MENILAI ORANG LAIN SEMENTARA DIRI SENDIRI MALAH LEBIH PARAH DARI ORANG YANG KITA NILAI " Bijaklah dalam berkata, ini hanya halu semua yang ada disini murni hanya fiksi saja. Lalu kenapa harus menyakiti hati orang lain. Saya tahu kalian penggemar berat, sampai ingin cerita ini selesai sesuai dengan pemikiran kalian. Tapi mohon ya, biarkan kami berkarya dengan hati yang tenang. Jangan sampai komenan yang tidak bermutu membuat down mental kami, atau anda yang menulis biar saya yang baca. Apa anda lebih pintar atau lebih goblok dari saya { Terima kasih, buat yang merasa saja }.
Lanjut buat yang masih ingin baca dan bisa menghargai hati orang lain ✌✌
🙏🙏🙏
Asrul tiba di Tanah Air setelah melalui perjalanan panjang yang begitu melelahkan, rencana nya yang sudah matang Ia susun di benaknya sayang sekali tidak membuahkan hasil. Sekarang Ia hanya berharap Alex mampu memberinya kabar baik sesuai yang di inginkan nya.
" Bagaimana Nak pekerjaan di sana, apa semuanya lancar " Tanya Bu Dian
Bu Dian begitu bahagia karena melihat putranya kembali dalam keadaan selamat tanpa kurang satu apa pun, sebelumnya Ia mendapat firasat yang kurang baik tapi sekarang tidak lagi.
" Tidak terlalu baik Bu " Jawab Asrul.
Walau terkejut namun Bu Dian tetap mencoba tersenyum dan memberi dukungan semangat untuk Putranya itu.
" Sudahlah Nak, bukankah memang seperti itulah pekerjaan. Kadang kita sukses dan lancar namun bisa saja sebaliknya, tidak selalu apa yang kita lakukan berjalan dengan lancar sesuai yang kita inginkan. Untuk itulah kamu harus tetap semangat, jangan patah arang begitu, nanti di coba lagi lain waktu " Nasihat Bu Dian.
Asrul tersenyum, hatinya yang sempat gundah gulana kini tidak lagi. Ibunya memang selalu bisa di andalkan dalam segala hal.
__ADS_1
" Iya Bu, Terima kasih ya. Ibu selalu saja ada untukku, selalu bisa membuat hatiku lebih tenang " Ucap Asrul bersungguh-sungguh.
" Sudahlah Nak, tidak perlu berterima kasih. Itulah gunanya seorang Ibu "
......Ibu akan melakukan apa pun Nak agar membuat kamu bahagia, hanya kamu yang Ibu miliki di dunia ini. Lagi pula ini memang sudah tugas Ibu yaitu membuat anaknya merasa nyaman setiap kali Ia mempunyai masalah di luar " Batin Bu Dian. ......
" Sudah sekarang kamu mandi habis itu kita makan, kamu pasti lapar kan "
Asrul mengangguk dan beranjak naik ke kamarnya untuk membersihkan diri, memang benar kata Ibunya kalau dirinya sudah merasakan lapar. Sejak tadi Ia memang tidak selera untuk makan.
Asrul lagi lagi tersenyum, Ia geleng geleng kepala karena Ibunya lagi lagi bisa menebak kalau dirinya sedang kelaparan.
***
Hari berganti hari kabar yang di nanti kan baik itu Bu Dian maupun Asrul tidak dapat menemukan titik terang atau jawaban apa pun dari Alex. Setiap kali di tanya dia selalu mengatakan " Maaf Tante, Maaf Mas. Aku tidak menemukan apa pun " Begitulah jawaban yang di Terima keduanya.
Siang ini Bu Dian kembali menelpon menanyakan kabar, namun lagi lagi Ia tidak mendengar hasil yang memuaskan. Begitu juga dengan Asrul, justru Ia mendapat kan kabar yang membuatnya terkejut.
" Bagaimana Lex, apa ada kabar baik atau paling tidak petunjuk keberadaan mereka " Tanya Asrul melalui panggilan VC
__ADS_1
" Tidak ada Mas, Tante juga baru menelpon menanyakan hal yang sama. Aku belum mendapatkan petunjuk apa pun Mas, padahal aku sudah keliling kota setiap hari. Lalu sekarang bagaimana Mas, apa aku tetap lanjutkan pencarian nya " Tanya Alex.
......" Ibu, maksudnya Ibu juga menanyakan keberadaan Nayla pada Alex. Apa selama ini Ibu juga diam diam mencari mereka, atau jangan jangan Ibu selama ini juga menyelidiki banyak hal tentang Nayla. Apa maksud Ibu sebenarnya, apa aku tanyakan saja pada Ibu " ......
" Oh ya Lex, tetap lanjutkan pencarian nya. Maaf Mas tutup dulu ya, soalnya ada pekerjaan penting "
Asrul menutup panggilan setelah sebelumnya mengucapkan salam.
" Apa yang harus aku lakukan, apa aku tanyakan saja. Tidak..... bagaimana kalau nanti Ibu merasa kurang enak hati kalau aku menanyakan hal itu. Mungkin Ibu punya alasan sendiri mengenai hal ini, Ya benar, Ibu pasti punya alasan nya kenapa Ibu melakukan ini dan sembunyi sembunyi dari aku. Yang terpenting sekarang adalah, sepertinya aku tidak bisa mempercayakan sepenuhnya masalah ini pada bocah itu. Sepertinya dia tidak serius menjalankan amanah yang aku dan Ibu berikan, aku harus mencari orang lain yang lebih bisa di andalkan dalam hal ini "
*
*
*
Asrul melakukan aktifitasnya seperti biasa, minggu ini waktu dan pikirannya terkuras habis hanya untuk menyelesaikan sebuah proyek yang Ia rencanakan untuk masa depannya kelak.
Tanpa melupakan keinginan nya yang lain, melalui beberapa orang suruhan nya yang Ia kerahkan guna mencari keberadaan Nayla dan juga anaknya.
__ADS_1