Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Tidak Pantas


__ADS_3

Pak Burhan tetap bersikeras ingin mengetahui alasan mengapa Putranya itu berani datang bersama orang yang mereka benci.


" Andre " Panggil Bu Rossa dengan sebuah kode agar Andre juga ikut bersama mereka.


Andre yang serba salah pun bingung, apa yang harus Ia lakukan. Terpaksa Ia memilih ikut bersama kedua orang tuanya agar suasana tidak bertambah kacau.


Tinggallah yang lain yang juga masih setia berdiri disana namun tidak ada satu pun yang peduli dengan kehadiran wanita itu.


" Ikut denganku Ka " Ajak Nayla.


Wanita yang tidak lain adalah Siska hanya bisa menunduk dan mengikuti langkah kaki Nayla yang mengajaknya ke sebuah ruangan.


" Silahkan masuk " Titahnya.


Siska hanya mengangguk tanda setuju.


" Kamu tunggu disini saja dulu sampai Mas Andre kembali " Titahnya lagi.


Lagi lagi Siska hanya mengangguk mengiyakan apa yang di perintahkan Nayla.


" Ya sudah kalau begitu aku pamit dulu, banyak tamu di depan "


Nayla langsung melangkah pergi namun baru beberapa langkah Ia di kejutkan oleh suara Siska.


" Makasih Nayla.....! Tapi kenapa kamu masih baik padaku, kenapa kamu tidak ikut ikutan membenciku seperti yang lainnya " Tanya Siska


Nayla tersenyum kecut, sungguh luka yang di timbulkan wanita yang dulu pernah menjadi sahabatnya itu terlalu dalam dihatinya, tapi kenapa Ia rasanya tidak bisa membencinya.


" Tunggu Nayla.....! Kenapa kamu masih baik padaku, kenapa kamu tidak membenciku sama seperti yang lain nya. " Tanya Siska.

__ADS_1


" Lupakan saja Siska, aku bukan orang pendendam dan aku rasa kau juga tidak melupakan akan hal itu kan. Satu hal lagi, mereka tidak membencimu, tapi mereka hanya kecewa dengan sikapmu saja. Jadi apa pun yang terjadi tadi atau nanti janganlah di masukkan hati. Kalau begitu aku pamit dulu "


Ucapan Nayla bagaikan cambuk untuknya, bagaimana Ia bisa buta dan menyakiti sahabatnya dulu hanya karena materi.


***


" Bagaimana bisa kau membawa wanita ular itu kemari setelah semua yang sudah Ia lakukan pada adikmu selama ini "


Andre hanya diam saja, Ia bingung harus menjawab apa, belum lagi suara Ayah nya yang terdengar tidak bersahabat.


" Mas.... sabar dong, tahan emosi jangan terlalu marah marah, ingat kesehatan Mas. "


" Nak..... katakan apa yang ingin kamu katakan, jelaskan pada Ibu mengenai masalah ini " Tanya Bu Rossa pelan.


" Maafkan Andre Bu, Ayah. Tapi Andre..... Andre.... Andre sangat menyayanginya Bu "


Plak !


" Anak macam apa kau ini Andre, jadi ini balasan yang kau berikan pada kami. Setelah apa yang kami berikan padamu " Ucap Pak Burhan geram.


Andre hanya menunduk tidak berani membuka suara, Ia sadar apa yang di ucapkan Ayahnya adalah benar adanya. Tapi cintanya juga butuh perjuangan.


" Tapi Ayah.... salahkah kalau Andre mencintainya. Dia sudah berubah, bukan seperti Siska yang kita kenal dulu "


Brakkkkk.......!


" Berubah katamu ? Sekali ular tetap akan jadi ular. "


" Tapi Yah......! "

__ADS_1


Plak !


" Mas........! Pak.........! CUKUP.......! " Teriak kedua wanita yang ada di dalam sana secara bersamaan.


" Jangan pukul lagi Pak, aku yang salah. Baiklah, demi kebahagiaan keluarga ini aku akan pergi dari sini. "


Siska melangkah mendekat, karena tidak tahan melihat Andre yang menjadi sasaran amukan Pak Burhan akhirnya Siska pun memberanikan diri masuk kedalam ruangan itu.


" Mas..... maafkan aku, tapi apa yang di katakan Ayahmu ada benarnya. Aku bukan orang baik, dan tidak pantas berada di dalam lingkungan keluarga ini. " Ucap Siska.


" Tidak Sis, aku tidak peduli. Bukankah kamu juga mencintaiku, dan kamu juga sudah menyetujui bahwa kita akan berjuang bersama sama "


" Tidak Mas, lagi lagi kamu tertipu. Aku tidak pernah mencintaimu Mas, selama ini aku hanya berpura pura mencintaimu. Kamu tahu kan Mas, sekarang ekonomi keluargaku sedang dalam masalah dan untuk itulah aku mendekatimu, agar aku bisa numpang hidup enak seperti dulu. Jadi lupakan aku dan biarkan aku pergi "


..." Maafkan aku Mas, tapi aku tidak bisa berada disini, aku tidak pantas Mas.Tempat ini terlalu suci bagiku, aku malu berada di antara kalian semua. " Batin Siska. ...


" Hm... coba dengar itu, dia mengakuinya sendiri kan. Kamu saja yang buta Andre..... " Ucap Pak Burhan masih dengan suara keras.


Siska langsung melangkah keluar meninggalkan ruangan itu, sejak awal Ia sudah menduga akan hal itu. Tapi dugaannya adalah semuanya membencinya, namun ternyata masih ada yang bersikap baik padanya. Ya, dia adalah sahabatnya yang begitu sangat terluka dengan sikapnya selama ini.


" Andre... antar dia, jangan biarkan dia pulang sendiri "


Bagai angin segar di gurun pasir, Andre langsung bergegas mengejar Siska setelah mendengar suara sang Ibu.


" Kenapa kamu mengijinkan dia pergi "


" Mas cukup...... ! Jangan sampai ucapan Mas menyakiti anak anakku. Mereka sudah besar, biarkan mereka memilih jalan nya sendiri. "


Akhirnya meledak sudah emosi Bu Rossa setelah lama diam menyaksikan kemarahan suaminya.

__ADS_1


" Apa Mas tidak merasakan sakit ketika memberi tamparan padanya, bukan hanya sekali Mas, tapi dua kali Mas. Mas menyakiti hatiku..... hiks.... hiks..... "


Air mata Bu Rossa tumpah ruah membasahi pipinya, entah mengapa hatinya begitu teriris melihat suaminya menampar putranya di depan matanya. Padahal mereka hanyalah anak asuh, tapi kasih sayang Bu Rossa begitu dalam bahkan melebihi Ibu kandung bagi semua anak anak nya.


__ADS_2