Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Berikan Mas Burhan Untukku


__ADS_3

👏👏👏


Bu Sinta memandang kartu nama yang masih tergeletak di atas kasur tempat Istrahat nya, karena ucapan Rossa yang bagaikan teka teki baginya tiba tiba sangat membuatnya penasaran dengan keberadaan Putrinya.


..." Nak, andai kamu masih hidup mungkin Ibu tidak akan kesepian seperti ini. "...


Beberapa hari kemudian setelah di ijinkan kembali, Bu Sinta langsung menghubungi Rossa guna mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan harta satu satunya yang paling berharga untuknya.


Bu Rossa memperhatikan layar ponselnya yang sejak tadi terus berdering dengan nama yang tidak di kenalinya. Awalnya Ia tidak ingin mengindahkan nya namun karena ponsel itu terus berdering terpaksa Rossa pun menerima panggilan telpon itu.


" Iya hallo Assalamu'alaikum......! "


" Taman Raudah 30 menit lagi "


Bu Rossa bingung karena si penelpon hanya menyebutkan sebuah taman dan langsung mengakhiri panggilan telpon nya.


" Taman Raudah, tapi siapa dan untuk apa "


Iya memperhatikan jam yang melingkar di pergelangan tangan nya


" Jam 3 ! Sebentar lagi Mas Burhan akan kembali, kalau dia pulang aku pasti tidak akan bisa kemana mana. Eh apa aku ijin saja atau minta Mas Burhan menemaniku kesana. Tidak, waktunya sangat mepet kalau harus nunggu Mas Burhan. Sudahlah tidak ada salahnya kalau aku kesana, agar tidak penasaran. Soal Mas Burhan nanti aku pikirkan " Bu Rossa berbicara pada dirinya sendiri.


" Bibi......! aku keluar sebentar ya, kalau ada yang tanya bilang saja aku ke alfamart terdekat ada sesuatu yang ingin aku beli "


Bu Rossa berbicara sambil berlari kecil keluar rumah.


Mobil melaju dengan kecepatan tinggi menuju tempat yang di sebut penelpon yang Bu Rossa sendiri tidak tahu siapa.


Perlahan Bu Rossa melangkah memasuki sebuah taman, pandangan nya di arahkan nya kesana kemari mencari seseorang yang mencurigakan. Sesekali Ia melirik ponsel serta jam yang melingkar di tangan nya.

__ADS_1


" Tepat waktu, tidak ada telpon masuk lagi. Sudahlah mungkin sebentar lagi " Gumam Bu Rossa.


Baru saja Ia ingin menelpon nomor yang baru menghubunginya beberapa menit lalu, namun sebuah suara mengalihkan perhatian nya.


" Kamu datang juga rupanya "


Bu Rossa menoleh ke asal suara, walau terkejut namun hatinya sedikit lega. Ternyata Sinta dan bukan penjahat yang ingin menculik dirinya dan meminta tebusan pada keluarganya.


" Iya Sin, aku disini. " Jawab Bu Rossa canggung.


" Oh ya, kita bicara disini atau kita cari tempat yang nyaman sambil minum atau makan bersama "


Bu Rossa tersenyum namun tidak dengan Sinta, Ia muak melihat wajah wanita itu. Kalau bukan karena kabar Putrinya, Ia tidak akan mau menemui wanita itu.


" Tidak perlu, kita bicara disini saja. Katakan apa yang kamu ketahui tentang Putriku " Tanya Sinta langsung.


Bu Rossa masih tetap tersenyum dan menarik nafas panjang. Ia mulai menceritakan semua kepada Sinta tentang apa yang terjadi selama ini. Antara percaya dan tidak tapi Sinta berusaha untuk tetap mendengarkan ocehan Bu Rossa.


Bu Rossa bingung harus bagaimana menjelaskan pada wanita itu, rasa percayanya mungkin sudah hilang.


" Tapi aku mengatakan yang sebenarnya Sinta..., aku mohon Sinta. Maafkan aku, aku tahu kesalahan ku di masa lalu terlalu besar padamu tapi aku sangat menyesal. Katakan apa yang harus aku lakukan agar kamu bisa memaafkan aku, sebentar aku akan menghubunginya. Iya, menghubunginya agar dia kemari agar kamu percaya dengan apa yang aku katakan "


Bu Rossa mulai mengotak ngatik kontak ponsel miliknya mencari nama Kamila, baru saja akan memanggil lagi lagi suara Sinta mengejutkan nya.


" Berikan Mas Burhan padaku "


Jantungnya serasa lepas dari tempatnya mendengar permintaan Sinta, Ia bungkam bibirnya serasa keluh tidak dapat berucap.


" Kenapa ? kamu tidak mau kan, sudah bisa di tebak, wanita sepertimu itu tidak akan mau meninggalkan kehidupan yang enak itulah kenapa kamu sampai tega melakukan segala cara agar bisa tetap hidup enak "

__ADS_1


Sinta tersenyum seolah olah mengejek keterdiaman Rossa


" Aku hanya meminta Mas Burhan bukan meminta hidupmu atau meminta hartamu yang tidak terhitung banyaknya itu. Tinggalkan dia untukku kalau kamu memang benar benar ingin agar aku memaafkan mu atas semua yang sudah kamu lakukan selama ini, bukankah itu sepadan Rossa......! ? "


Bu Rossa hanya tertunduk memandangi jari jari tangan nya sendiri, bukan masalah tidak ingin mengabulkan permintaan Sinta. Tapi permintaan nya adalah hal yang mustahil, suaminya bukanlah barang yang bisa di serahkan kapan saja Ia mau.


" Tapi Sin.......! "


" Sudahlah Rossa, kamu tidak akan rugi kan kalau aku meminta Mas Burhan sebagai gantinya "


" Cukup............! "


Sebuah suara berat mengejutkan keduanya, Rossa menghapus air matanya ketika melihat suaminya ada disana, Ia tidak mau Burhan melihatnya menangis.


..." Mas........! " Gumam keduanya bersamaan....


" Ada apa ini, Sinta.....! kamu apa apaan. Ucapan mu benar benar sudah keterlaluan, di antara kita sudah tidak ada apa apa lagi. Ini semua adalah salahku, seharusnya yang disalahkan dalam hal ini adalah aku bukan Rossa. "


Sinta semakin di bakar emosi mendengar ucapan Burhan, pria yang pernah hadir dalam hidupnya itu terang terangan membela istri tuanya.


" Kenapa Mas selalu tidak adil padaku, aku sudah kehilangan anakku karena perbuatan kalian. Aku tidak meminta nyawa kalian sebagai imbalan, aku hanya meminta sedikit dari hal yang seharusnya aku dapatkan selama ini "


Ingin rasanya Burhan berdebat namun Rossa terus saja memintanya bersabar dengan meraih lengan suaminya.


" Anakmu masih hidup dan belum meninggal bahkan sekarang dia sudah jadi orang yang sukses, lalu pertanggung jawaban apa yang kamu minta Sinta. Aku akan mempertemukan kalian nanti setelah aku mengatakan kebenaran tentang semua ini, jadi bersabarlah. Ayo sayang, kita pulang......! "


Burhan meraih tangan Istrinya dan membawanya pergi dari sana, Ia sadar betul semua masalah ini karena dirinya. Rossa hanyalah korban ke egoisan nya, seharusnya Ia menerima apa pun yang terjadi. Karena tidak bisa hamil bukanlah keinginan manusia tapi kehendak yang Illahi, Ia baru sadar berapa besar cinta Istrinya itu untuknya setelah semua masalah yang sudah Ia timbulkan. Bahkan Bu Rossa sanggup menerima semua sikap yang di berikan Burhan padanya, berpisah selama bertahun-tahun hanya karena Burhan lebih memilih pisah rumah hanya untuk mencari kedua Putrinya.


Karena besarnya cinta Rossa Ia masih setia menantinya, dan tidak menghianati pernikahan mereka. Kini Burhan sudah berjanji tidak akan mengecewakan hati Rossa lagi bahkan dalam hal apa pun itu, Istrinya hanya satu yaitu Rossa, Ibu dari ke empat anak nya.

__ADS_1


🎉🎉🎉


__ADS_2