
☕☕☕
Asrul terus mengejar mobil yang ada di depan nya bukan untuk apa apa, dia hanya ingin tahu dimana tempat tinggal anak nya tersebut. Begitu juga dengan Reihan, dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, di pikiran nya hanyalah ingin menghindari Pria itu. Karena memang tugasnya menjaga Nayla dan yang lain nya dari semua yang kemungkinan mencelakai mereka atau pun hanya sekedar menjadi pengganggu ketenangan mereka.
Kamila sudah pucat pasi karena Reihan membawa mobilnya tidak seperti bisanya, berbeda dengan Alwi, Ia malah menyukai hal itu.
" Ayo Om Rey, lebih cepat lagi " Ia malah bersorak kegirangan.
Reihan hanya tersenyum menjawab ucapan Alwi dan tetap fokus mengemudikan mobilnya.
" Sial, kenapa dia malah makin ngebut, apa dia tahu kalau aku mengikutinya " Gumam Asrul.
Sebuah mobil box menghalangi pandangan nya sehingga Ia kehilangan jejak.
" Sial, apes sekali aku. Aku kehilangan jejak, kemana lagi aku harus mencari mereka " Asrul gusar
Ia berulang kali memukul setir mobilnya meluapkan kekesalan nya karena tidak berhasil mengikuti mobil yang di tumpangi Anaknya itu.
Reihan bisa bernafas lega karena berhasil menghindar dari kejaran Pria egois dan tidak tahu bersyukur itu. Ya, setidaknya itu yang ada di pikiran Reihan dan yang lain nya tentang sifat Asrul.
" Sudahlah nanti aku cari lagi, semoga nanti bisa lebih beruntung " Batin Asrul berharap.
Ia kembali ke Apartemen nya dengan wajah kusam dan juga uring uringan. Tadinya Ia sempat bersyukur karena Ia langsung bertemu tanpa harus lama mencari.
Walaupun hatinya sakit namun Ia sedikit lega, karena informasi yang di berikan orang kepercayaan nya adalah benar, dengan begitu kedatangan nya di Negara itu tidak lah dia dia.
Sekarang hanya tinggal berusaha lebih keras lagi mencari dimana mereka tinggal. Beberapa orang suruhan sedang melakukan tugasnya yaitu memotret tempat dimana Asrul turun.
..." Berhasil......! Boos pasti senang karena yang di inginkan nya tercapai dan ini adalah buktinya " Batin nya....
Asrul masuk kedalam Apartemen dengan tergesa gesa, Ia baru sadar kalau sejak tadi ada yang mengikutinya.
" Apa mereka yang balik mengikutiku sampai kemari " Gumam Asrul lagi.
Reihan tersenyum ketika melihat notif masuk melalui ponselnya, Ia sudah yakin bahwa orang orang kepercayaan nya memang sangat bisa di andalkan dalam hal apa pun.
__ADS_1
Kamila baru saja bernafas lega sekarang Ia malah khawatir lagi melihat raut wajah Reihan.
" Kenapa lagi Mas, apa masih belum selesai juga " Tanya Kamila memberanikan diri.
Padahal sebenarnya dia takut kalau jawaban Reihan berbeda dari yang Ia harapkan.
" Tidak apa apa Mila, semua sudah aman jadi tidak perlu khawatir " Jawab Reihan dan itu membuat Kamila lega.
..." Aku akan tanyakan nanti dirumah saja, kalau aku tanyakan sekarang pasti Mas Rey tidak akan menjawabnya dengan jujur. Pasti ada yang tidak beres " Batin Kamila....
Mereka kembali kerumah setelah melewati sedikit petualangan yang memacu adrenalin. Nayla pamit dan mengajak Alwi untuk membersihkan diri karena mereka baru dari luar rumah, tidak baik berlama lama begitu juga dengan Reihan, Ia juga memilih pamit untuk menyekesaikan tugasnya yang lain.
" Mas tunggu " Kirana berlari kecil mengejar Reihan dan Reihan pun menghentikan langkahnya.
" Iya ada apa Mila " Tanya Reihan
" Apa ada masalah serius " Tanya Kamila.
" Tidak ada Mila, kalau pun ada kalian tidak perlu khawatir karena Mas Rey akan mengurus semua nya " Jawab Reihan sembari tersenyum.
" Ya sudah Mas pulang dulu, nanti Mas akan kemari lagi "
" Mas Rey, kami juga perlu tahu apa masalahnya. Bukan kami tapi aku Mas, aku juga ingin tahu masalah apa sehingga Mas mengemudikan mobil ugal ugalan hanya untuk menghindarinya "
Kamila yang memang tidak akan diam sebelum Ia mendapat jawaban dari yang Ia tanyakan, Reihan terpaksa jujur pada anak gadis dari Boos nya itu.
" Iya Mila, itu tadi adalah Pak Asrul " Jawab Reihan.
" Mas Asrul ?! Bukankah Mas Asrul di Indonesia, kok dia bisa tahu kalau kami ada disini padahal setahu aku Ayah sudah menutup rapat rapat informasi tentang kami dan juga Kak Nayla dan Alwi sudah pergi diam diam " Gumam Kamila.
" Itulah yang Mas ingin selidiki dulu, Mas minta kamu untuk tidak memberitahukan hal ini pada Kakakmu apalagi pada Alwi. Biar Mas Rey menyelidikinya lebih dulu apa maksudnya datang jauh jauh dan membuntuti kita "
Kamila mengangguk setuju dengan ucapan Reihan, dia tidak akan memberitahukan hal ini pada Kakaknya, takut masalah ini akan mengganggu ketenangan Kakaknya itu.
" Ya sudah Mas aku tidak akan memberitahukan Kakak, tapi Mas Rey harus memberitahukan aku nanti kabar apa selanjutnya "
__ADS_1
Reihan tersenyum dan mengangguk setelah itu Ia pun pergi meninggalkan tempat itu, begitu juga Kamila yang langsung masuk kerumah.
" Ada apa Mila "
Sebuah suara mengejutkannya dan Ia tahu siapa pemilik suara itu. Siapa lagi kalau bukan Kakaknya yang berdiri di balik pintu
..." Sejak kapan Kakak ada disini, apa Kakak mendengar semuanya, semoga saja tidak " Batin Kamila....
" Kakak.....! sejak kapan Kakak disini " Tanya Kamila, Ia berusaha bersikap biasa saja agar tidak menaruh curiga.
" Sejak kamu berbicara dengan Mas Reihan, Kamila kenapa Dek, apa ada masalah " Selifik Nayla
" Ah tidak apa apa Kak, Mila tadi hanya mengatakan pada Mas Rey agar berhati hati. Apalagi tadi kan katanya kita di ikuti, aku takut ada yang macam macam saat kita atau Mas Rey lengah " Jawab Kamila.
" Ya sudah kalau begitu, ayo sekarang mandi tidak baik berlama lama "
Kamila bisa bernafas lega karena Kakaknya tidak bertanya lebih jauh lagi. Hal itu di karenakan dia tidak akan bisa mengelak kalau Kakak nya memintanya mengatakan secara jujur tentang masalah apa yang sedang di bicarakan Kamila dan juga Reihan.
*
*
*
Asrul baru saja selesai membersihkan diri ketika seseorang menekan bel Apartemen nya.
" Siapa ya, jam segini membunyikan bel " Gumam Asrul
Ia bergegas menuju pintu dan mengintip melalui celah pintu namun dia sama sekali tidak mengenali siapa yang sedang berdiri di depan pintu.
Karena penasaran melihat siapa yang ada di luar dia pun membuka pintu perlahan.
" Ya siapa " Tanya Asrul pada seseorang yang berdiri membelakangi pintu.
Asrul sangat terkejut ketika seseorang yg berdiri di dekat pintu itu berpaling kearahnya.
__ADS_1
..." Pak Reihan, kenapa dia bisa sampai ada disini " Batin Asrul...
" Kenapa, sepertinya anda terkejut mengetahui kalau saya ada disini. Dari mana dan bagaimana saya bisa mengetahui tempat ini iya kan. Oh ya Tuan Asrul yang terhormat, saya peringatkan kepada Anda, jangan sampai anda mengganggu Nayla dan yang lainnya karena kalau sampai itu terjadi, maka anda akan berhadapan dengan saya secara langsung "