Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Meminta Pertanggung Jawaban


__ADS_3

Alya merebahkan tubuhnya di atas ranjang miliknya setelah lelah bekerja semalaman. Memandang langit langit kamarnya, bayangan wajah bahagia ketika masih bersama kedua orang tuanya seakan bagai rol film yang Ia saksikan, dan itu mampu mengobati lelahnya.


" Ayah, Ibu......! Alya lelah sangat lelah, sampai kapan Alya harus seperti ini. Tidak ada yang peduli pada Alya, rasanya Alya ingin ikut Ayah dan Ibu saja "


Malam tiba Alya kembali ke tempatnya bekerja, meskipun Ia lelah tapi untuk saat ini tidak ada pilihan lain untuknya.


..." Ternyata kamu bekerja di tempat ini, aku benar benar kecewa padamu. Kamu bahkan tidak bisa menjaga diri " Batin seseorang sembari melajukan kembali mobil miliknya dengan hati yang kesal....


***


Dua minggu berlalu Dira berdiri di depan rumah kediaman Pak Burhan dengan sebuah berkas di tangan. Ia melangkah masuk setelah memantapkan hatinya.


" Satu dua tiga, waktunya beraksi sayangi " Gumamnya.


Ia duduk seperti biasa di sofa yang terletak di ruang tamu menunggu sang pemilik rumah datang menemuinya. Bu Rossa terkejut ketika melihat orang yang sama lagi yang menunggu dirinya.


" Assalamu'alaikum, maaf lama menunggu " Sapa Rossa dengan senyum ramahnya.


" Waalaikum sama Bu, tidak apa apa " Sahut Dira.


Rossa menanyakan hal apa yang membuat Dira mencarinya, Dira pun memulai aksinya. Ia meletakkan berkas yang Ia bawa.


" Ini Bu, Ibu lihat saja sendiri " Dira memberikan kertas itu tanpa menoleh.


Bu Rossa mengambil berkas itu dan mulai memeriksanya.

__ADS_1


" Hamil...... ! Lalu untuk apa kamu bawa berkas ini kemari " Tanya Rossa bingung.


Sepertinya beliau trauma dengan kata hamil karena kedua putrinya pun lagi hamil dalam waktu yang bersamaan dan baru satu yang melahirkan.


" Sa saya hamil Bu dan itu anaknya Pak Andre " Jawab Dira masih tetap menunduk dengan ******* ***** jari tangannya sendiri.


Alangkah terkejutnya Rossa mendengar nama Putra keduanya disebut.


" Andre, bagaimana bisa kamu hamil dengan Andre. Kalian bahkan belum menikah, apa kalian sudah nikah siri sebelumnya " Tebak Rossa


Dira mulai terisak dan menceritakan semua yang terjadi.


" Sebulan yang lalu Pak Andre melakukannya pada saya ketika sedang mabuk karena keluarga tidak menyetujui hubungannya dengan Al... maksud saya Siska. Maaf Bu, seharusnya saya tidak kemari karena Pak Andre melarang saya kemari, beliau tidak ingin Bapak dan Ibu mengetahuinya. Awalnya saya tidak mempermasalahkan hal ini Bu, tapi.... tapi sekarang ada janin di rahim saya Bu, anak dari keturunan keluarga ini. "


" Apa yang harus saya lakukan Bu, apa saya harus menggugurkan nya. Masa depan saya masih panjang, saya akan sangat malu Bu kalau melahirkan anak tanpa Ayah. Lagi pula saya juga harus tetap bekerja "


..." Kenapa ulat bulu ini ada disini, jangan jangan dia ingin membuat ulah lagi " Batin Andre yang baru saja pulang....


" Andre....... kemari sebentar Nak " Panggil Bu Rossa yang melihat kedatangan Putranya.


Andre pun menghampiri Rossa mencium tangan serta mengucap salam rutinitas yang dilakukannya setiap hari.


" Ada apa kau kemari " Tanya Andre pada Dira yang makin menundukkan wajahnya.


" Coba lihat apa ini, dan tolong jelaskan pada Ibu. "

__ADS_1


Andre menerima lembaran kertas dari tangan Rossa dan mulai membacanya.


" Wanita ini meminta pertanggung jawaban darimu, kenapa kamu bisa menghamili nya Nak, mau di taruh dimana wajah kita. Kamu menghamili anak gadis orang sebelum menikah, apa kamu pernah berpikir bagaimana perasaan Ibu Nak " Suara Bu Rossa tercekat di kerongkongan karena begitu sangat kecewanya.


Andre memandang Dira dengan tatapan marah.


" Ibu, aku ingin bicara dengan wanita ini lebih dulu "


Andre menarik tangan Dira menjauh dari tempat itu, namun Dira bersikeras tetap disana.


" Heh apa maksudmu dengan semua ini, kamu pikir ini lelucon " Tanya Andre.


Dira masih menundukkan wajahnya begitu juga dengan ******* ***** jarinya sendiri.


" Tapi saya hamil Pak, dan itu anak Bapak " Jawab Dira


" Bulshit ! Kamu pikir aku akan percaya begitu saja pada ulat bulu sepertimu. Kalau pun benar kamu hamil aku tidak akan mengakuinya, bukankah sudah aku peringatkan jangan sampai kamu hamil, dan aku sudah memberikanmu uang yang banyak untuk itu " Desak Andre.


Bu Rossa yang sedari tadi menonton keduanya sudah tidak tahan lagi, meskipun Ia shock dengan berita ini tapi dia juga tidak bisa tinggal diam saja kalau memang benar Putranya yang sudah menghamili anak orang lain.


" Andre, apa maksudmu Nak, jadi benar kamu sudah melakukannya dan kamu tidak mengakuinya. Ibu benar benar kecewa padamu, tunggu Ayahmu tiba dan kalian bereskan semua ini. Ibu sudah pusing dengan tingkah kalian para Pria. "


Bu Rossa berlalu pergi, sungguh beberapa waktu belakangan ini emosinya terkuras habis. Tapi Ia begitu menyayangi anak anak nya, Ia tidak tega untuk marah yang melewati batas.


..." Aku memang menginginkan cucu dari kedua Putraku secepatnya, tapi apa dengan cara seperti ini. Apa benar yang di kandungan wanita itu anak dari Andre " Batin Rossa...

__ADS_1


__ADS_2