Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Penyelamatan


__ADS_3

⭐⭐


Kamila gelisah di dalam kamar seorang diri dengan gaun pengantin warna putih yang melekat indah di tubuhnya. Ia melihat kebawah melalui jendela yang ada di kamar itu, bukanlah sesuatu yang baik kalau harus melompat di atas ketinggian hanya karena ingin menyelamatkan diri.


Detak waktu di pergelangan tangan nya seolah bagai Boom waktu yang bisa meledak kapan saja, Kamila tidak henti hentinya berharap sebuah ke ajaiban menghampirinya. Seorang pangeran seperti di cerita dongeng yang membawanya pergi dari tempat itu.


" Kakak..... Kakak dimana, tolong Kamila " Jerit Kamila


Waktu terus berjalan, kini bukan hanya Kamila yang gelisah namun Roni pun gelisah karena penghulu yang sudah Menyepakati janji dengan nya tak kunjung datang.


Hingga sebuah mobil berhenti di halaman rumah mewah itu, para penjaga bersiaga langsung menghadang siapa yang baru saja turun dari sana.


" Assalamu'alaikum, saya penghulu yang di hubungi Pak Roni karena akan ada pernikahan, apa benar disini tempatnya "


Para penjaga melihat penampilan Pria yang mengaku penghulu rasanya ada yang aneh namun karena Roni terus menanyakan keberadaan penghulu itu apa sudah tiba atau belum, terpaksa para penjaga mengijinkan nya masuk dan membuang jauh jauh kecurigaan mereka.


" Iya Tuan penghulunya sudah di depan, apa di suruh masuk saja atau bagaimana " Tanya seorang penjaga pada Roni


" Bodoh...... tentu saja di suruh masuk saja, apa kau ingin aku karatan menunggu lebih lama lagi disini "


Penjaga pun mengijinkan penghulu bersama saksinya itu masuk kedalam rumah mewah itu. Roni langsung tersenyum sumringah ketika melihat penghulu yang akan menikahkan mereka sudah tiba disana.


" Maaf Pak, soalnya ada acara di sebelah. Mereka sudah lebih dulu mendaftar "


Roni tersenyum Ia tidak mempedulikan cepat atau lambatnya yang penting sekarang sudah datang dan dia akan segera menikah dengan wanita yang masih fresh.


Lama penghulu itu terdiam sehingga membuat Roni tidak sabar namun juga bingung melihat gelagat Pria itu.


" Silahkan Pak, bisa kita mulai sekarang, ini sudah lama sekali. Jangan bilang kalau........! "


Terdengar sebuah tembakan dari luar dan beberapa orang Pria berlarian masuk kedalam rumah itu, baru saja Roni akan berlari ke atas namun petugas lebih dulu meringkus nya.


Ya, Roni sebenarnya sudah menjadi incaran kepolisian serta komisi perlindungan anak, sudah sering mereka mendengar isu yang kurang menyenangkan tentang pengusaha satu ini namun sayang sekali untuk menangkapnya mereka tidak punya bukti kuat, karena selama ini para korban yang melapor selalu mencabut tuntutan nya tanpa sebab yang jelas.


Tentu saja Roni selalu mengancam mereka bahkan tidak segan segan untuk memberikan uang yang banyak agar mereka tutup mulut dan tidak memperpanjang urusan nya.


" Cepat kamu ke lantai atas mungkin dia ada di salah satu tempat di dalam rumah ini " Pinta Dokter Pandu yang ikut dalam penyelamatan ini.


Nayla berlari menaiki anak tangga dan terus memanggil manggil nama adiknya, sementara Kamila yang nampak putus asah dan hanya bisa pasrah samar samar mendengar namanya di panggil.


" Kamila..... Kamila.... kamu dimana Dek "


Nayla mengedor gedor semua pintu berharap sang adik ada di sana dan mendengar teriakan nya.


..." Itu suara Kak Nayla, apa Kakak ada disini atau aku berhalusi saja " Batin Kamila....


Suara itu makin lama makin terdengar jelas di telinga Kamila, Ia pun berlari ke arah pintu untuk memberitahu Kakaknya kalau dirinya berada disana.

__ADS_1


" Kakak..... Kakak, Kamila ada disini Kak, Kakak tolong Mila bukain pintunya Kak " Teriak Kamila sembari ikut mengedor gedor pintu kamar.


Nayla mendengar bunyi pintu di gedor Ia pun berlari kesana.


" Mila..... apa itu kamu Dek, ini Kakak Mila "


" Iya Kak, ini Mila disini. Tolong Mila Kak, bukain pintunya, Mila takut disini "


Kedua wanita itu menangis haru karena akhirnya bisa menemukan jalan keluar dari ketakutan mereka.


" Tenang Mil, Kakak disini. Ah iya kunci, mana kunci pintunya "


Nayla mengarahkan pandangan nya kesana kemari namun tidak menemukan kunci untuk membuka pintu itu.


" Mila tunggu sebentar ya Kakak minta bantuan, kamu tenang disana ya "


Nayla berlari menuju tangga dan melihat Pandu yang masih membantu kepolisian mengamankan kaki tangan Pria hidung belang itu.


" Pandu.....! Bantu aku, pintunya tidak bisa di buka karena kuncinya tidak ada "


Keduanya berlari keatas di susul dengan beberapa orang kepolisian juga ikut membantu


" Disini Pandu, Pak polisi " Ucap Nayla.


Mereka masih berusaha mencari kunci di sekitar tempat itu namun tidak nampak akhirnya mereka memutuskan untuk mendobrak pintu itu.


" Dobrak saja "


Kamila melangkah mundur, beberapa kali Pandu mencoba mendobrak Pintu itu namun tidak berhasil. Pintu baru terbuka setelah pihak kepolisian ikut turun tangan.


Nayla melangkah pelan, ia benar benar miris melihat keadaan Adik kesayangan nya itu. Tubuhnya terbalut baju yang indah namun riasan serta tatanan rambutnya nampak acak acakan.


" Mila...... Kak Nayla.......! "


Keduanya berpelukan serta berderai air mata dan tangis yang menggema di ruangan itu.


" Ibu Kak, Ibu.......! " Kamila mengucapkan kata Ibu di selah tangisnya.


" Iya sayang tenang, Kakak mu ada disini. Ingat sayang, Kakak tidak akan mengijinkan sesuatu hal buruk terjadi padamu. Kamu sudah aman sekarang. Soal Ibu Sinta sudah di urus Mas Andre dan yang lainnya jadi jangan di pikirkan lagi "


Kamila merasa nyaman ada di pelukan sang Kakak, semua ketakutan nya seolah berangsur mampu Ia kendalikan.


..." Alhamdulillah ya Allah, berkah ijinMu ada yang kemari membawa ke ajaiban untukku " Batin Kamila....


Ekor matanya tanpa sengaja menangkap seseorang yang di kenalinya.


" Mas Pandu....! " Gumam Kamila.

__ADS_1


Nayla melepaskan pelukan nya dan menoleh ke arah mata sang Adik, nampak Pandu yang bersandar di dinding sambil memegang lengan nya yang terasa sakit.


" Iya Mila, Pandu yang sudah menolongmu. Dia yang memberitahu tempat ini padaku, dan juga....... dan juga kabar dari seseorang yang membuat kami bisa membebaskan mu dan juga mencari keberadaan Ibu Sinta sebagai dalang dari semua ini "


Kamila tersenyum pada Pria itu, senyum yang tulus dari hatinya dan itu membuat Pandu sangat sangat bahagia. Walau hanya senyum saja, nyatanya senyum itu mampu mengurangi rasa sakit yang di rasakan nya.


" Makasih Mas Pandu, makasih banyak " Ucap Kamila bersungguh sungguh.


" Disini aman, baik kami akan segera kesana "


Ucapan kepolisian yang seperti teka teki ketika menerima panggilan masuk membuat mereka penasaran.


" Baiklah Bu, Pak, kami harus pergi sekarang. Oh ya Bu, nanti korban bisa di bawa ke kantor polisi untuk di mintai keterangan lebih lanjut tentang masalah ini "


Ketiganya mengangguk menyetujui ucapan Polisi itu.


*


*


*


Di tempat lain


" Kenapa kamu hanya mondar mandir saja sejak tadi, seharusnya kamu tidak disini sekarang tapi ikut membantu mereka, jadi kamu tidak penasaran seperti sekarang, nampak seperti orang kebakaran jenggot begitu " Protes Romi yang sudah bosan melihat sahabatnya sejak tadi mondar mandir tidak jelas.


Seolah kursinya adalah kursi panas yang tidak nyaman di duduki.


" Romi kamu tahu bagaimana situasinya sekarang, aku tidak mau di katakan pahlawan kesiangan karena mengambil kesempatan dalam kesusahan orang lain. "


" Helleh bukankah itu yang kamu inginkan, jadi mertuamu itu akan merasa berhutang budi padamu dan langsung menyetujui semua ke inginanmu "


Asrul mengetuk kepala sahabatnya itu dan sontak membuat Romi mengusap kepalanya.


" Kebiasaan selalu seperti ini, ini kepala Rul bukan batu " Protes Romi.


" Makanya kalau bicara itu di pikirkan dulu, jangan main asal ceplas ceplos saja. Jangan salahkan aku kalau kepalamu itu yang jadi korbannya.


⭐⭐⭐


Hay sahabat Nayla dimana pun berada, Terima kasih sudah selalu dukung Lepaskan aku ya. Disini Author ingin promo novel Author yang lain ya, semoga berkenan mampir.



Berikan like dan rate serta fav juga ya, makasih


__ADS_1


Novel yang baru ya, mohon dukungan nya ya. Like, rate komen dan fav juga ya.


Makasih banyak buat semuanya, maaf coretannya masih banyak typo dan segala kekurangan nya 🙏🙏🙏


__ADS_2