
💫💫💫
Asrul semakin tidak menentu karena sejak tadi setia mengintil di belakang dua anak manusia yang begitu bahagia, kalau di lihat sekilas pasti semua akan mengatakan kalau kedua nya adalah pasangan kekasih atau pasangan suami istri.
..." Sial, berani sekali dia. Hanya begitu doang aku juga bisa membelikan nya " Batin Asrul...
Ia mengepalkan tangan nya menahan gejolak di hati nya. Rayhan membukakan pintu mobil untuk Nayla dan semua perlakuan Rayhan tak luput dari perhatian Asrul yang semakin di bakar cemburu.
" Ini untukmu " Ucap Rayhan
Ia memberikan perhiasan dan juga perlengkapan pilihan Nayla.
" Buat aku Mas......? Mas Ray bercanda ya "
Nayla bingung karena Rayhan memberikan semua perburuan mereka hari ini padanya.
" Bukan nya ini untuk wanita yang ingin kamu lamar Mas, lalu kenapa di berikan padaku " Tanya Nayla.
Rayhan hanya tersenyum
" Terserah padamu, kalau kamu mau ambil saja tapi kalau tidak kamu bisa sedekahkan kemana atau kamu bisa membuangnya juga tidak apa apa "
Nayla geleng geleng kepala, Ia tidak mengerti maksud perkataan Rayhan.
" Tidak usah di pikirkan Nayla, ini memang untukmu. Kalau soal lamaran ku sudah selesai seminggu yang lalu, aku sengaja mengajakmu menemaniku jalan jalan. "
__ADS_1
" Tapi Mas aku tidak bisa menerima ini semua, harganya terlalu mahal untukku " Tolak Nayla
Mobil di ketuk dari luar berkali kali, Nayla terkejut bukan kepalang. Namun tidak dengan Rayhan, dia tersenyum melihat siapa yang sedang berada di luar mobil.
..." Aku tahu ini pasti akan terjadi, pria bodoh itu pasti akan kebakaran jenggot kalau melihat semua nya " Batin Rayhan...
" Mas Asrul, untuk apa dia disini. "
" Buka pintunya " Asrul mengetuk ngetuk kaca mobil agar penghuni mobil itu keluar.
" Mas Ray tidak perlu keluar, ayo kita pulang sekarang, aku tidak mau ada ribut ribut " Pinta Nayla.
Rayhan tersenyum santai, Ia sudah menduga hal ini akan terjadi sebelum nya.
" Tidak apa apa, kamu tunggu disini saja, biar aku yang keluar "
Asrul mengetuk ngetuk pintu mobil kembali meminta agar Nayla keluar dari sana.
" Hey untuk apa kau mengganggunya, biarkan dia di dalam mobil dan aku yang akan mengantarkan nya pulang "
Asrul berulang kali mengetuk pintu mobil yang akhirnya membuat Nayla tidak tahan lagi, Ia keluar dari dalam mobil.
" Pulang denganku "
Asrul langsung menarik tangan Nayla dengan paksa membawanya ke mobil milik nya.
__ADS_1
" Mas apa apaan sih, jangan tarik tarik dong sakit, lepaskan aku malu tahu di lihat orang " Protes Nayla.
" Lepaskan dia, kenapa kau tidak bisa lembut sedikit saja pada wanita. Kamu menyakitinya " Rayhan ikut bicara.
" Diam kau Pria pengganggu, aku bisa jauh lebih baik darimu. " Bentak Asrul
Sebenarnya Rayhan ingin tertawa melihat tingkah Asrul, namun dia juga kasihan melihat Nayla yang di tarik secara paksa.
" Lepaskan Asrul atau akau panggil pihak berwajib "
Meski sudah di ancam Asrul tetap tidak peduli, dalam hatinya sudah di bakar api cemburu yang membara. Ia tetap memaksa Nayla ikut dengan nya meninggalkan Rayhan yang hanya mampu berdiri melongo
" Maafkan aku karena mempermalukan mu dengan menarik mu secara paksa, tapi aku tidak tahan melihat kalian berdua seperti itu. "
Nayla mengerutkan keningnya, Ia bingung dengan ucapan Asrul.
" Maksud Mas apa " Tanya Nayla.
" Kalau kamu ingin perhiasan atau bahkan yang lebih dari itu, aku bisa membelikan nya untukmu. Tapi aku mohon jangan ambil semua pemberian nya, dan stop untuk pergi berduaan dengan nya "
Nayla semakin bingung
" Ingin perhiasan..... ? buat apa Mas, aku tidak menginginkan apa pun. Lalu apa bedanya perhiasan dari Mas Asrul atau dari Mas Ray, aku tidak membutuhkan nya. Di antara kita sudah tidak ada apa apa Mas, dan aku.... aku bebas pergi dengan siapa pun yang menurutku nyaman. "
Nayla mencoba keluar namun pintu mobil terkunci otomatis.
__ADS_1
" Buka pintu nya Mas, aku ingin keluar sekarang " Pinta Nayla.
" Tidak Nayla, aku yang akan mengantarkan mu pulang nanti. Maaf tapi aku tidak mengijinkan mu pulang bersama nya " Ucap Asrul kemudian.