Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Pindah kamar


__ADS_3

Nayla masih betah duduk di depan meja rias setelah sebelum nya membersihkan diri hingga terdengar pintu kamar di ketuk dari luar, Nayla menarik nafas berat melirik sebentar ke pintu kamar


" Masuk " Ucapnya.


Pintu kamar terbuka tapi tidak ada suara apa pun.


" Ada apa Nak " Tanya Nayla seraya menoleh


Ia terkejut melihat siapa yang berada satu ruangan dengan nya.


" Selamat ya, Mas dan juga Ayah beserta yang lain nya sudah berhasil menipuku. Kalian benar benar kejam padaku, Mas tidak berhasil membujuk ku dan untuk itu Mas menggunakan hal ini sebagai jalan keluar, benar benar memalukan "


Asrul hanya diam saja, Ia tahu yang di lakukan nya memang salah namun Ia juga bersyukur karena hal itu Ia bisa berada dekat dengan wanita yang sangat di cintai nya itu.


Masalah yang lain tidak Ia pikirkan, mungkin semua nya butuh waktu dan untuk itu Ia rela menunggu sampai kapan pun.


" Maafkan aku, ini bukan salah Ayah atau yang lain nya tapi ini semua murni adalah keinginan ku. Aku yang sudah meminta Ayah agar bisa memberikan aku satu kesempatan bersama dengan keluarga kecilku dan Alhamdulillah Ayah menyetujuinya "


Ruangan kamar itu kembali hening tidak ada suara siapa pun yang terdengar, seperti tidak ada orang lain di dalam kamar itu.


Nayla mengambil wudhu untuk menjalankan kewajiban nya sementara Asrul sudah berbaring di atas tempat tidur.


*


*

__ADS_1


*


Selesai menunaikan kewajiban nya Nayla menoleh sekeliling dan mendapati Asrul nampak sudah memejamkan mata. Ia meraih selimut dan bantal kemudian berlalu keluar kamar.


" Mama..... kenapa Mama disini " Tanya Alwi yang terkejut karena Nayla masuk ke kamarnya dengan membawa bantal dan juga selimut.


" Mama tidur disini boleh ya " Nayla tersenyum pada Putra semata wayang nya itu.


Alwi tidak tega mengusir sang Mama, Ia pun mengangguk menyetujui nya.


" Iya Ma tentu saja boleh "


Nayla langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang empuk Putra nya, tubuhnya yang memang kelelahan selesai acara tentu saja langsung memenuhi dunia mimpi.


Sebelum nya Ia berharap semua yang terjadi hari ini hanyalah mimpi semata, dan ketika terbangun nanti Ia menginginkan semua kembali seperti sedia kala. Tidak ada pernikahan yang tidak Ia inginkan seperti yang terjadi hari ini.


..." Maafkan Alwi Ma, Alwi melakukan ini semua demi kita. Alwi juga tahu kalau jauh di lubuk hati Mama masih menginginkan Papa. Bahkan tidak ada yang bisa menggantikan Papa di hati Mama, hanya saja Mama masih sakit hati dengan semua yang Papa lakukan. Kita berdua sama Ma, masih sangat sakit hati, tapi Papa sepertinya sudah berubah dan tidak bisakah Mama mencoba memaafkan nya sama sepertiku. " Batin Alwi...


Asrul bangkit dari tempat tidur dan duduk bersandar di sana, Ia hanya bisa memandang kepergian Nayla. Ia memang pura pura tertidur namun ketika melihat Nayla lebih memilih keluar kamar di banding tidur sekamar dengan nya, Ia menyadari kalau semua butuh waktu. Luka yang sudah Ia goreskan dulu tidak seketika bisa Ia sembuhkan hanya karena menjadikan nya sebagai seorang Istri satu satu nya baginya.


Setelah lelah berpikir Asrul akhirnya tertidur di lantai bawah, Ia tidak enak hati kalau harus tidur di ranjang sementara yang empunya tidak ada di sana.


Seperti biasa di pagi buta Nayla sudah bangun menjalankan aktivitasnya, karena Putra satu satu yang Ia punya tidak ingin sarapan dari masakan orang lain selain dari masakan sang Mama tercinta.


Nayla perlahan masuk kembali ke kamarnya dan memandang seisi kamar nampak rapi.

__ADS_1


" Sudahlah mungkin Mas Asrul sudah bangun " Pikir Nayla


Ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, namun ketika keluar dari kamar mandi Ia terkejut melihat Asrul yang tertidur di lantai dengan tubuh yang di lingkar sedemikian rupa karena kedinginan.


..." Astaghfirullah Mas, aku pikir dia sudah bangun. Ternyata dia malah tiduran di lantai, apa semalaman Ia tidur di lantai " Batin Nayla...


Ia menarik nafas panjang serta menggeleng geleng kan kepalanya bingung. Karena waktu makin berjalan Ia memutuskan menunaikan kewajiban nya pada sang Khaliq.


Setelah usai Ia pun turun dan menyiapkan semua sarapan untuk Putra nya di atas meja seperti biasanya.


***


" Assalamu'alaikum Pa " Sapa Alwi yang menyadari kehadiran Ayah nya di meja makan.


" Wa' alaikum salam " Jawab Asrul sambil tersenyum.


" Sini Pa gabung, kita sarapan dulu " Ajak Alwi yang memang sudah bisa menguasai amarahnya dan mulai bisa menerima Pria yang status nya adalah Papa untuk nya.


" Iya Kak " Asrul menarik salah satu kursi dan duduk di sana.


Di edarkan nya pandangan nya kesana dan kemari mencari keberadaan Nayla yang tidak nampak sama sekali.


" Mama sudah berangkat Pa, kalau jam segini setiap hari Mama sudah tidak ada lagi di rumah. Mama langsung pergi usai menyiapkan sarapan "


Alwi yang mengerti apa yang di cari Papa nya langsung memberitahukan semuanya pada Asrul dan Pria itu hanya manggut manggut.

__ADS_1


Ia pun turut sarapan bersama Putra tunggalnya itu tanpa ada yang berbicara sedikit pun, hanya bunyi sendok dan piring yang terdengar bersahutan.


__ADS_2