
🪴🌱🌱
Asrul merasa lebih bersemangat setelah mendengar penjelasan dari sahabat nya Romi. Memang benar mungkin kalau soal harta dirinya memang kalah di bandingkan dengan Nayla.
Harta yang di berikan untuk Alwi dan juga Nayla mungkin dua atau tiga kali lipat dari yang di miliki nya saat ini. Tapi ada yang lebih berharga dari pada digit digit yang entah berapa jumlahnya, yaitu rasa yang Ia punya saat ini.
Impian terbesar nya adalah mendapatkan kata maaf dari Putra semata wayang nya dan untuk itu dia akan melakukan apa saja yang mampu Ia lakukan.
Memang tidaklah mudah untuk mengobati luka yang sudah Ia torehkan terlalu dalam. Walaupun luka itu di obati tetap tidak akan hilang dengan sempurna, disana akan tetap meninggalkan bekas yang mungkin bisa di lihat selama nya.
Tapi setiap manusia berhak untuk memperbaiki diri, manusia yang baik bukanlah manusia yang tidak pernah berbuat kesalahan, namun manusia yang berbuat salah dan mampu menyadari kesalahan nya dengan sungguh sungguh dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, itulah sebaik baik nya manusia.
Tidak mungkin dalam hidup seseorang tidak pernah melakukan kesalahan ya, tanyakan pada hati kita masing masing
" Wah wah anak Ibu sudah rapi, mau kemana " Tanya Bu Dian
Sebenarnya Bu Dian penasaran dengan sikap anak nya belakangan ini. Dia selalu keluar saat sore hari tanpa kabar apa pun, kalau pun di tanyakan pasti jawaban nya adalah masalah pekerjaan.
" Biasa Bu, aku ada pekerjaan " Jawab Asrul
Ia segera mencium punggung tangan sang Ibu dan segera berlalu pergi, Ia mengendarai mobilnya menuju tempat yang akhir akhir ini sering di tuju.
Setelah tiba Ia langsung memarkirkan mobilnya dan segera keluar karena takut terlambat dari jam yang sudah mereka sepakati bersama, sesungguhnya dirinya sangat was was mengenai pekerjaan apa yang akan di dapatkan nya hari ini
" Assalamu'alaikum Ayah.... ! " Sapa Asrul ramah
" Wa' alaikum salam, jangan panggil Ayah dulu. Kamu bahkan belum lulus tes dariku " Jawab Pak Burhan dengan wajah yang serius padahal dalam hati susah payah Ia menahan tawa.
Hanya karena ingin merebut perhatian Ayah dari Nayla Ia rela melakukan apa saja, bahkan hal yang tidak pernah Ia lakukan di rumah nya sendiri.
" Baik Pak maaf, hari ini apalagi yang bisa aku kerjakan " Tanya Asrul
__ADS_1
Ya hari ini adalah hari ke tiga Asrul menjadi pekerja di rumah Pak Burhan di sore hari, Ia di tantang seminggu untuk menjadi Ayah yang serba bisa dalam segala hal.
Semua ini adalah murni ke inginkan Pak Burhan sendiri yang ingin mengerjai Pria itu, meskipun di larang oleh Rossa istri nya yang tidak tega melihat seorang pengusaha yang biasa nya tangan nya hanya memegang pulpen dan menunjuk ini dan itu kini dirinya harus mengerjakan pekerjaan rumah.
Tapi Asrul harus berusaha sekeras mungkin walaupun kalau malam hari tubuh nya menjadi sakit sakitan karena di paksa mengerjakan hal yang tidak pernah Ia lakukan sebelum nya.
Seperti sore ini tugasnya adalah mencangkul tanah di kebun belakang rumah Pak Burhan agar beliau bisa menanam kembali sayur mayur kesukaan nya.
Meskipun di larang Rossa karena itu adalah pekerjaan tukang kebun namun kali ini Burhan tidak mengindahkan ucapan Istrinya itu. Alhasil Bu Rossa tidak bisa berbuat apa apa.
Asrul mengerjakan semua dengan segenap hati meskipun dia sangat kesusahan.
*
*
Sebuah mobil terparkir indah di halaman rumah, sebuah suara menggema memenuhi seluruh ruangan.
" Alwi tidak usah lari lari, ish yang ngaku sudah besar masih saja tingkahnya seperti itu " Protes Nayla
Dari dalam rumah nampak Bu Rossa yang juga begitu nampak bahagia melihat kedatangan cucu satu satunya dalam keluarga itu.
" Wah cucu Oma...... ! "
Rossa juga melakukan hal yang sama, Ia membentang kan kedua tangan nya memeluk Cucu nya itu.
Nayla hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah keduanya. Alwi memang dekat dengan semua keluarga, mungkin karena dirinya adalah cucu pertama dari keluarga itu, karena para Pria yang sudah dewasa tidak ada yang mau menikah meskipun sudah cukup umur.
Kedua nya selalu merasa masih muda masih ingin bekerja, sehingga baik Rossa maupun Burhan tidak bisa berbuat apa apa.
" Mana Buba Bu " Tanya Nayla yang ikut membantu Rossa membuat kue buat cemilan di sore hari.
__ADS_1
" Biasa Nak kalau sore begini Ayah mu itu pasti ada di kebun belakang " Jawab Bu Rossa.
" Buba Buba, kenapa harus susah susah bikin kebun. Sekarang kan sayur bisa di dapatkan di mana mana tinggal beli saja, kenapa harus capek capek berkebun "
Kedua wanita itu ternyata punya pikiran yang sama, tidak setuju dengan pekerjaan sampingan Pria yang sama sama mereka hormati itu.
" Wah sudah matang Ma.... Oma, hmm.... wangi, aku mau " Seru Alwi menuruni tangga dengan tergesa gesa karena tergoda dengan wangi kue buatan sang Mama dan juga Oma nya itu.
Alwi mengambil satu irisan kue bolu kukus buatan kedua nya yang baru saja matang.
" Oma.... tadi Alwi lihat dari atas di taman belakang Opa sama seseorang, siapa Oma tukang kebun baru ya. Soalnya Mang Udin kan ada di depan dan bajunya tidak sama " Tanya Alwi sambil tangan nya masih mengambil irisan kue yang masih panas.
..." Astaghfirullah aku sampai lupa kalau Mas Burhan di belakang sama Nak Asrul. Mana mereka belum minum apa pun dari tadi "...
" Ah itu teman baru Opa sayang, dia datang kemari buat bantu bantu Opa kan kasihan Opa sudah tua kalau harus mencangkul. Mang Udin juga lagi banyak kerjaan di luar jadi mumpung teman Opa itu mau membantu ya biarkan saja " Jawab Bu Rossa..
" Oh.... " Jawab Alwi manggut manggut.
Rossa membuatkan minuman untuk suami dan juga Asrul dan membawanya beserta cemilan yang baru saja matang. Ia sangat senang pasti suaminya itu akan menyukai hasil olahan dirinya dan juga Putrinya.
" Biar aku saja Bu yang bawa " Pinta Nayla.
" Tapi sayang, biar Ibu saja. Kamu disini saja makan kue nya sama Alwi, Ibu hanya sebentar saja di belakang "
Rossa tidak mau Nayla sampai tahu kalau tukang kebun yang baru adalah Asrul yang sengaja di kerjai Burhan
" Sudah tidak apa apa Bu, sekalian aku ingin ketemu dengan Buba sebelum pulang " Ucap Nayla.
Walaupun berat hati Bu Rossa akhirnya menyerahkan nampan yang ada di tangan nya pada Nayla, hati nya harap harap cemas dengan apa ayang akan terjadi kalau sampai Nayla bertemu dengan Asrul
🌱🌱🌱
__ADS_1