Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Perkara nasi kotak


__ADS_3

Wanita yang tak lain adalah si biang kerok mulai melanjutkan aksinya, apalagi ketika menyadari kehadiran Alya disana, Ia tersenyum sinis. Melangkah tergesa-gesa tanpa mengingat kondisi dirinya.


..." Boleh aku gabung disini " Ia memandang ekspresi satu persatu dan tak ada seseorang pun yang merasa senang dengan kehadiran nya....


..." Ah pasti boleh dong " Ucapnya lagi tak tahu malu....


Ia mengeluarkan sesuatu yang sejak tadi di bawanya kemudian membukanya.


......"Hai Al, lama tidak bertemu ya, bagaimana kabarmu. " ......


Seperti nya hanya dirinya saja yang berbicara sementara yang lain hanya saling pandang, dari wajah mereka seperti sedang shock melihat hantu di siang bolong.


..." Maaf, maaf kalau kedatangan ku mendadak. Sebenarnya aku datang kemari hanya untuk minta maaf pada kalian, kebetulan aku dengar dengar ada acara disini jadi aku rasa ini waktu yang tepat untuk silaturahmi " Dira menunduk meminta maaf....


Beberapa yang ada disana memandang pada Dira, Alya merasa senang melihat perubahan Dira apalagi wanita itu minta maaf. Namun tidak dengan Nayla, dia masih sangsi mendengar ucapan Dira. Ia tahu bagaimana watak wanita itu, tidak seperti perangainya selama ini.


" Iya nggak apa apa Dira, kabarku baik Alhamdulillah dan bagaimana denganmu "


..." Berhasil " Dira tersenyum senang....


" Alhamdulillah Al kabarku juga baik, seperti yang kamu lihat. Oh ya Al, berarti sekarang kita sudah berteman ya "


Dira sangat merasa senang sementara yang lain menatap nya heran, karena tingkahnya yang aneh dan berlebihan.


" Karena sekarang kita sudah berteman, sebagai tanda pertemanan kita ini kebetulan aku bawa ini, aku sangat menyukainya. Tadi aku beli di warung deket sini, kebetulan ada acara disini jadi sekalian saja aku minta nasinya. Kita makan sama sama ya " Ajak Dira tak tahu malu.


Alya terkejut melihat apa yang di bawa wanita itu, wajahnya sampai berkeringat karena takut melihat makanan itu.


..."Ayo Al ini enak loh, jangan bilang kamu nggak ikhlas berteman denganku. Kalau kamu tidak mau menemaniku makan berarti pertemanan kita bohong belaka "...

__ADS_1


Dira terus memaksa Alya untuk menyantap hidangan itu, namun semakin di paksa tubuh Alya semakin bergetar. Ia teringat beberapa tahun yang lalu, ketika Ia harus menghabiskan beberapa hari di RS karena makanan itu.


" Maaf Dira, tapi aku..... aku tidak bisa.... "


" Ah.... ayolah Alya, sini aku suapi. A... ayo buka mulutnya "


Alya menutup mulutnya rapat rapat dengan tubuh bergetar seraya menggeleng geleng kan kepalanya, air matanya sudah jatuh membasahi pipinya.


..." Cukup Dira, apa kamu tidak paham bahasa Indonesia, bukankah Alya sudah mengatakan kalau Ia tidak menyukai makanan yang kamu bawa itu, kenapa kamu terus memaksanya. Aku curiga padamu Dira, jangan jangan makanannya sudah kamu racuni iya kan " Tegur Nayla....


Dira tertawa kecil


..." Racun ? apa maksudmu, bagaimana mungkin aku akan memasukkan racun pada makananku sendiri. Nggak percaya, lihat ini.... aku juga ikutan makan kok " Dira menyuapkan nasi kedalam mulutnya sendiri....


" Lihat kan, aku baik baik saja. Sudahlah, aku sudah berbuat baik tapi masih di curigai " Dira memperlihatkan wajah sedihnya.


Nayla masih curiga pada Dira melihat gelagatnya yang aneh, Ia yakin kalau wanita itu tengah merencanakan sesuatu yang buruk pada Alya.


Kembali Ia menyuap kan ke mulut Alya hinggap seseorang datang tiba tiba, seorang yang sejak tadi berdiri tidak jauh dari tempat itu dan melihat semua yang sedang terjadi.


" Cukup Dira, apa apaan ini " Erik menepis tangan Dira.


..." Aku yang akan memakannya untuknya "...


Sebenarnya Ia juga ngeri melihat makanan itu tapi tidak mungkin Ia membiarkan orang yang di sayangnya menderita.


" Mas Erik..... ! " Seru Alya


Erik memakan makanan yang di bawa Dira dengan tubuh gemetar serta air mata yang sudah menetes di sudut matanya.

__ADS_1


Semua yang ada di dekatnya tercengang melihat aksi Erik, bahkan aksi itu tak luput dari penglihatan Andre.


Tidak berlangsung lama Erik tiba tiba ambruk bersamaan dengan suapan terakhirnya. Semua yang ada disana mendadak panik, termasuk Alya yang sudah histeris memanggil manggil nama Erik.


..."Mas Erik, Mas..... bangun Mas, Mas kenapa, bangun Mas, jangan buat aku takut " Isak Alya sembari menepuk nepuk pipi Erik....


":Kenapa di lihat saja, ayo bantu angkat, kita harus segera bawa ke RS " Pinta Nayla pada beberapa Pria disana.


Beberapa orang membantu mengangkat tubuh Erik untuk segera mendapatkan pertolongan.


..." Mas, Mas bangun..... Mas Erik kenapa. " Isak Alya sangat menyayat hati. Ia tidak menyangka kalau Pria itu mau mengorbankan dirinya demi melindungi nya....


" Apa makanan itu di racuni Alya sampai dia jadi seperti ini " Gumam Nayla.


Sementara di kediaman Burhan terjadi keributan, beberapa orang sibuk mengangkat tubuh Dira.


Dira yang berniat kembali saat beberapa orang pergi ke RS tidak sengaja kakinya tersantuk kaki meja, karena sepatu tumit tinggi yang Ia kenakan membuat membuat dirinya tidak mampu mempertahankan keseimbangan tubuhnya dan jatuh ke lantai.


Ada darah keluar dari bagian bawah tubuhnya, Ia pun menjerit kesakitan.


Bu Rossa dan yang lainnya membantunya dan kemudian melarikan Dira ke RS terdekat untuk segera mendapatkan penangan serius.


Alya tidak di ijinkan masuk ke dalam ruangan padahal Ia ingin menemani Erik disana.


..." Maaf Mbak, untuk keluarga pasien mohon tunggu di luar agar Dokter segera melakukan tugas dengan maksimal "...


Di kursi tunggu Alya hanya berharap kesembuhan Erik, Ia meremas jari tangannya sendiri untuk mengurangi kepanikan nya.


Tidak lama berselang beberapa orang melewati nya sambil mendorong brangkas RS, Ia terkejut melihat siapa yang berada di atas brangkar tersebut.

__ADS_1


..." Dira... ! Bu Rossa, ada apa dengan Dira Bu " Tanya Alya....


..." Tidak apa apa Alya, hanya saja sepertinya sudah waktunya Ia mau melahirkan " Ucap Bu Rossa mencoba menenangkan gadis itu....


__ADS_2