Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Kita Harus Bagaimana


__ADS_3

Kamila sangat bersyukur karena Ibu yang baru di tolong nya itu baik baik saja dan tidak mengalami luka yang serius, untuk itu Ia ingin memastikan nya langsung.


" Mas, apa boleh aku menemuinya sekarang " Tanya Kamila penuh harap.


" Tentu saja boleh, silahkan saja " Jawab Pandu.


Bu Rossa juga ijin ingin menemani Kamila untuk masuk kedalam ruangan dan Dokter Pandu pun mengijinkan nya.


Kamila dan juga Bu Rossa melangkah pelan memasuki ruangan tempat Bu Sinta di rawat, nampak Bu Sinta duduk bersandar di atas ranjang rumah sakit. Ia tidak melihat kedatangan Kamila dan Bu Rossa karena asyik memandang keluar jendela, pikiran nya teringat akan gadis yang menolongnya beberapa jam yang lalu.


" Assalamu'alaikum Bu " Sapa Kamila dengan senyum hangatnya.


" Wa' alaikum salam " Jawab Bu Sinta tak kalah ramah ketika melihat gadis yang baru saja memenuhi lamunannya ternyata ada di hadapannya.


" Ibu sudah tidak apa apa, eh maksud Mila Ibu baik baik saja " Tanya Kamila lembut.


..." Mila......! nama itu ! "...


" Alhamdulillah Nak, Ibu baik baik saja. Terima kasih atas pertolongan nya tadi, Ibu tidak tahu kalau tidak ada kamu Nak " Bu Sinta mengelus lengan Kamila.


Ada perasaan lain yang di rasakan keduanya, seolah ada perasaan menghangat ketika keduanya berdekatan.


" Bu.......! " Panggil Kamila pada Bu Rossa.


Bu Rossa pun melangkah mendekat, alangkah terkejutnya kedua wanita itu setelah saling pandang.


..." Rossa.... ! Sinta......! "...


" Kenapa kamu ada disini Rossa " Suara Bu Sinta terdengar kurang bersahabat.


Kamila nampak bingung melihat tatapan kedua wanita itu, ada tatapan benci dari Bu Sinta untuk Ibu sambungnya itu. Sementara Bu Rossa nampak sangat panik.


" Ada apa Ibu, apa Ibu sama Ibu ini sudah saling kenal " Tanya Kamila pelan.

__ADS_1


" Oh jadi dia ini Ibumu ya, sebaiknya kalian cepat pergi dari sini, aku tidak ingin bertemu dengan seorang PEMBUNUH. " Bu Sinta memalingkan wajahnya menahan gejolak hatinya yang rasanya ingin meledak.


" Sinta aku...... aku minta maaf "


Bu Rossa berusaha meraih tangan Bu Sinta untuk meminta maaf, namun Bu Sinta menepis tangan itu.


" Mila, bawa Ibumu pergi dari sini " Pinta Bu Sinta dengan suara berat.


Kamila yang bingung menuruti apa yang di katakan wanita yang baru saja Ia tolong.


" Sinta......! Aku minta maaf, aku ingin bicara dengan mu "


" Ayo Bu.....! Ayo, kita pergi dari sini " Bujuk Kamila.


" Tapi Nak, Ibu harus bicara dengan nya. Ibu harus meluruskan semuanya Nak " Bu Rossa bersikeras ingin tetap di dalam dan meminta maaf.


Namun semakin Ia mencoba berada di sana, Bu Sinta malah semakin menjerit mengusir mereka. Kamila harus menggunakan tenaga extra nya agar bisa membawa Ibu sambungnya itu keluar dari ruangan tersebut.


" Mila sayang, bantu Ibu Nak, Ibu harus bicara dengan nya sekarang "


" Ada apa Nak, kenapa dengan Ibumu " Tanya Pak Burhan.


Bu Rossa berlari kecil dan memeluk suaminya di hadapan kedua anaknya, hal itu membuat Andre yang memang tidak tahu apa apa memandang adiknya seolah meminta penjelasan. Kamila yang mengerti isyarat itu hanya mengangkat kedua pundaknya sendiri karena dia juga bingung dengan apa yang terjadi saat ini. Tiba tiba saja semua berubah setelah Wanita yang di tolong nya bertemu dengan Ibu sambung nya.


" Mas....... ! Bu Rossa menangis dalam pelukan suaminya.


" Ada apa sayang, apa yang terjadi. " Tanya Pak Burhan.


Ia menggandeng tangan Istrinya dan membawa nya duduk di kursi tunggu yang tersedia di sana.


" Ada apa sayang, kenapa menangis. Apa orang itu kenapa kenapa atau... ..!


Bu Rossa menggeleng geleng kan kepalanya dan beralih menatap Putrinya, Ia bingung harus mengatakan nya sekarang atau nanti. Bu Rossa takut membuat Putrinya itu terkejut mengetahui yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


" Andre, bawa adikmu kembali ke rumah lebih dulu sepertinya dia kelelahan. Ayah masih ada urusan dengan Ibumu, nanti kami nyusul kalau urusan nya sudah selesai "


Andre mengangguk setuju begitu juga dengan Kamila karena tidak bisa di pungkiri tubuhnya memang terasa lelah, Ia ingin membersihkan diri dan beristirahat.


" Ada apa sayang, katakan apa yang terjadi sebenarnya " Tanya Pak Burhan setelah kedua anaknya tidak nampak olehnya lagi.


" Wanita itu Mas, wanita itu.....! "


Pak Burhan semakin di buat bingung melihat kebingungan Istrinya.


" Wanita siapa yang kamu maksud sayang, coba tenang dulu dan katakan pelan pelan "


" Wanita yang di dalam itu Mas, Mas tahu dia siapa...... ?


Pak Burhan menggeleng karena memang dirinya tidak tahu menahu.


" Dia...... dia Sinta..... Mas....! Sinta Ibunya Kamila "


Pak Burhan sangat sangat terkejut, rasanya Ia tidak ingin mempercayai ucapan Istrinya, namun melihat reaksi dari Rossa, Ia yakin hal itu benar adanya.


" Bagaimana mungkin itu Sinta sayang, bukan kah kamu sendiri tahu kalau dia masih di rumah sakit, dan pihak rumah sakit belum memberi kabar apa pun pada kita "


" Tapi dia benar Sinta Mas, dia Sinta. Tadi dia mengusir ku ketika aku ingin minta maaf dan memberitahukan yang sebenarnya "


Pak Burhan tersenyum sembari mengeluarkan ponsel miliknya, Ia menghubungi pihak terkait dan benar saja. Menurut informasi yang di dapatnya, Sinta sudah keluar seminggu yang lalu dan sudah di pastikan sembuh total. Ia yang melarang pihak rumah sakit untuk memberitahukan semua nya pada pihak Pak Burhan.


" Kamu benar sayang, Sinta sudah keluar seminggu yang lalu. Dokter mengatakan kalau Sinta sendiri yang melarang mereka memberitahukan kabar ini pada kita " Ucap Pak Burhan.


Kedua nya terdiam larut dengan pikiran mereka masing masing.


" Mas, sekarang kita harus bagaimana. Kita harus memberitahukan Kamila akan kebenaran ini, cepat atau lambat pasti Kamila akan tahu. Dari pada Ia tahu dari orang lain, lebih baik dari kita Mas. "


" Iya sayang, kamu benar sayang. Kita pasti akan memberitahukan nya tapi bukan sekarang, nanti kita beritahukan pelan pelan. Sekarang kita masuk kedalam melihat keadaan nya dulu "

__ADS_1


Bu Rossa tersenyum walau hatinya tentu saja khawatir, Ia sangat menyayangi anak anak nya. Bagaimana kalau sampai Sinta mengetahui kebenaran tentang Kamila dan merebut perhatian Kamila untuk nya. Ia tidak mau anak anaknya membencinya apalagi melupakan nya, tapi untuk masalah Kamila, sepertinya Ia harus berbesar hati karena semua ini adalah kesalahan nya sendiri. Dirinyalah penyebab kedua Ibu dan anak itu terpisah


⛅⛅⛅


__ADS_2