Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Tidak Punya Hak


__ADS_3

⛄⛄⛄


Nayla melangkah kebelakang rumah dengan membawa nampan berisi minuman dan juga cemilan buatan mereka.


" Buba......... Bubarkan, ayo istrahat. Lihat Nayla bawakan minum sama cemilan " Panggil Nayla sambil meletakkan nampan di atas meja kecil yang ada di taman itu.


..." Astaghfirullah, itu kan Nayla. Tamatlah riwayatku kalau dia tahu aku ada di sini, jadi tukang kebun lagi. Aduh gawat, bagaimana ini "...


Asrul panik melihat kedatangan Nayla, Ia memperhatikan penampilan nya yang kotor. Tidak pede rasanya bertemu dengan nya.


" Wah Putri Buba, kapan datangnya sayang "


" Sudah lumayan lama Buba, tapi tadi lagi bantu Ibu buat cemilan. Yuk Buba, Buba minum dulu. Eh teman Buba mana, kata Ibu Buba punya tukang kebun baru, eh bukan maksud Ibu teman Buba yang mau bantuin Buba bikin kebun. Panggil biar sekalian minum sama sama "


Pak Burhan menoleh ke sekeliling namun tidak nampak siapa pun.


" Entahlah Nak, orang nya tidak ada, mungkin ke toilet " Jawab Pak Burhan.


Nayla memandang ke sekeliling kebun Ia nampak bingung


" Buba yakin dengan tukang kebun Buba yang baru. Coba saja Buba lihat caranya mencangkul tanah tidak seperti Mang Udin yang tanahnya jadi gembur, kalau ini.... coba Buba lihat, atas atas tanahnya saja yang di cangkul. Apa Buba mempekerjakan orang yang tidak pernah bekerja "


" Ah bukan Nak, bukankah dia sendiri yang mau berarti dia pernah melakukan nya " Elak Pak Burhan.


" Sudahlah Nak jangan pedulikan tukang kebun baru, kamu tadi kemari sama siapa " Tanya Pak Burhan mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.

__ADS_1


" Tadi sama Alwi Buba, ada di dalam sama Ibu. Aku kesini sekalian ada yang ingin aku bicarakan dengan Buba soal proyek kita yang baru atas nama Alwi "


Mereka pun larut dalam perbincangan, Asrul keluar dari persembunyian nya setelah Nayla pamit untuk pulang


" Awww.... sampai segini nyamuk nyamuk itu menggigit ku, bentol bentol gatal lagi " Asrul menggaruk garuk bagian tubuhnya yang gatal.


" Dari mana saja tadi, eh kamu kenapa, kenapa dengan wajah mu merah merah seperti itu " Tanya Pak Burhan heran.


Asrul tersenyum


" Tidak apa apa Pak, tadi aku hanya tiba tiba kebelet jadi lari mencari toilet " Jawab Asrul


" Oh ya sudah, silahkan minum dulu nanti di sambung masih sisa 1 jam lagi kan "


Asrul mengangguk walau tubuhnya sudah sangat lelah.


Ia duduk di kursi dan ikut menikmati minuman serta cemilan yang di sajikan Nayla.


Hari hari di lalui Asrul dengan tambahan tugas dari Pak Burhan di sore hari hingga selesai.


" Apa boleh aku panggil Ayah sekarang " Tanya Asrul setelah tantangan tujuh hari nya selesai.


" Belum boleh, bagaimana mungkin kamu bisa manggil Ayah sedangkan kamu bukan anakku. Kamu boleh panggil Ayah kalau Putriku mengijinkan nya, kalau tidak kamu tetap tidak punya hak untuk itu "


Asrul harus bersabar

__ADS_1


" Sabar Rul, ini bahkan belum seberapa di banding dengan yang kamu lakukan dulu. Akan ada tantangan yang lebih berat dari ini menantimu ke depan "


Asrul berpamitan pada Pak Burhan dan juga Bu Rossa, Bu Rossa tersenyum ketika Asrul mencium punggung tangan nya, berbeda dengan Pak Burhan. Beliau malah menarik tangan nya ketika Asrul ingin berpamitan dan memberi sungkeman.


" Sudah tidak usah sungkeman begitu " Suara Pak Burhan mengejutkan Asrul, namun la masih tetap tersenyum walau mendapat ucapan pedas dari Pak Burhan.


*


*


" Semangat Rul, ini belum seberapa " Gumam Asrul.


Tiba di rumah Bu Dian langsung berdiri di depan pintu, kali ini beliau sudah tidak sabar ingin tahu apa yang di lakukan Asrul selama seminggu di sore hari.


Beliau penasaran karena setiap kali kembali tubuhnya ada saja yang tidak beres, kata nya bekerja dengan orang penting. Tidak mungkin baju nya jadi kumal, wajah dan tubuhnya jadi bentol ke merah merahan.


" Dari mana saja kamu Nak " Tanya Bu Dian


Asrul terkejut memandang wajah sang Ibu yang tidak seperti biasa nya, namun Ia kemudian tersenyum menanggapi pertanyaan sang Ibu.


" Seperti biasa Bu, aku bekerja "


" Jangan bohong..... kamu bekerja apa, setiap kali pulang ke rumah Ibu lihat tubuhmu banyak yang tidak beres. Bentol bentol, baju kotor, bau asem, dan ini.... coba lihat tangan mu. Pekerjaan bersama orang penting apa yang kamu maksud Nak, apa kamu berkebun sehingga tangan mu seperti ini "


Asrul terkejut mendapat pertanyaan banyak dan juga tebakan sang Ibu yang ternyata benar adanya.

__ADS_1


" Maafkan aku Ibu, Ibu benar sekali. Tapi aku benar bekerja bersama orang yang penting, aku bekerja jadi tukang kebun Bu di rumah Pak Burhan. Tapi ini aku yang mau Bu, biar Pak Burhan percaya kalau aku sudah berubah dan beliau tidak mempersulit urusan ku kedepan " Jelas Asrul


__ADS_2