Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Senjata makan Tuan


__ADS_3


🐚🐚🐚


Hallo semua nya, Author datang lagi menyapa. Malu sih bilang Author, karena ini baru ajang coba coba. Maaf, kalau ceritanya masih kurang berkenan. Author dari kampung dari pedalaman, kalau bahasanya banyak campur aduk, mohon di maklumi ya. 🐚🐚🐚


🔯🔯 LANJUT 🔯🔯


Nayla berlalu meninggalkan meja yang di tempati Asrul dan juga Siska setelah menata minuman yang Ia bawa.


" Aduh.......! Seseorang kembali menarik nya menjauh dari sana.


" Stttttt, diam jangan teriak " Ucap Diana sembari menunjuk seseorang yang akan melewati tempat itu.


Nampak dari jauh Siska senyum dengan senyum yang sulit di artikan, melihat seseorang datang dengan pakaian lengkap serta cadar berwarna hitam.


Dewi meletakkan makanan yang Ia bawa di atas meja. Nampak Asrul kurang begitu menyukai kehadiran wanita yang sedang menata pesanan mereka.


" Pelayan, bagaimana kalau kamu duduk di sini temani kami makan, lagian ada satu kursi yang masih kosong, sayang kan kalau tidak di tempati. " Ucap Siska.


" wah mimpi apa aku semalam, kapan lagi aku bisa semeja dengan Boos pemilik tempat ini. Kalau semua teman teman tahu aku di sini, mereka pasti irih padaku. " Batin seseorang di balik pakaian bercadar itu seraya mengangguk.


Ia pun dengan bahagia nya menarik kursi kosong dan duduk tepat di samping Siska.


" Ini untukmu. " Ucap Siska sembari menyerahkan satu gelas berisi minuman.


Mereka pun bersulam dan kemudian menikmati hidangan yang sudah tersedia. Dewi tidak bisa menikmati makanan yang ada karena sekarang Ia sedang memakai cadar, padahal ingin sekali Ia melepas penutup wajahnya, namun Siska melarang nya dengan isyarat.


Alhasil Ia hanya bisa menikmati minuman, itu pun melalui sedotan. Semua nya turut larut menikmati kebahagiaan yang empunya hajatan.


Karena asyik menikmati hidangan mereka tidak menyadari hadir nya seseorang, tentu saja tidak dengan Siska. Sejak tadi Ia memberi isyarat pada orang itu. Hanya dengan secepat kilat orang itu hilang setelah selesai menyiramkan sesuatu tepat di wajah wanita bercadar yang sedang menikmati minuman bersama atasan nya itu.

__ADS_1



" Awwww........! Panas..... panas ! " Jerit wanita di balik cadar hitam itu.


Asrul terkejut dan bingung, Ia berusaha mengejar Pria misterius itu namun secara bersamaan Siska juga mendadak merasa sakit di perut nya. Keringat dingin mulai membasahi hampir seluruh wajahnya. Asrul yang melihatnya menjadi khawatir.


" Sayang, kamu kenapa. " Tanya Asrul sembari berdiri membantu Siska yang ingin berdiri.


Sekian detik, Siska merasa pandangannya semakin buram hingga akhirnya kesadarannya pun hilang.


Asrul dengan panik mengendong tubuh Siska membawa nya ke dalam mobil milik nya.


" Romi..... ! Rumah Sakit segera. " Teriak Asrul panik.


Sementara mobil yang lain juga membawa wanita di balik cadar yang wajahnya baru saja tersiram air keras oleh orang misterius.


🔯🔯🔯


Biar tidak bingung, Author akan adakan flash back nya ya 🙏🙏🙏


Diana mendengarkan semua yang mereka bicarakan, mulai dari memakai pakaian yang sama dengan yang Nayla gunakan yaitu cadar yang sudah di sediakan Siska agar Ia bisa mengenali mana DEWI dan mana NAYLA.


Diana pun menyuruh Nayla mengganti pakaian yang Ia gunakan dengan pakaian yang di sediakan Siska untuk DEWI.


Siska juga menyuruh DEWI untuk membuat minuman yang bisa membuat luka dalam yang serius, namun minuman itu di tukar tempat nya oleh si ganteng ANDRE. Siska juga memerintahkan orang suruhannya untuk menyiramkan air keras yang baru saja Ia beli di apotik, ke wajah wanita bercadar hitam yang Ia tahu adalah Nayla.


Alhasil yang di kira Nayla adalah Dewi dan minuman pun kembali kepada Tuan nya.


🍁🍁🍁


Tiba di RS Siska langsung di tangani oleh pihak medis, Asrul begitu sangatkhawatir. Dokter tidak mengijinkannya ikut masuk, walau Ia sangat ingin menemani Siska di dalam.

__ADS_1


Setelah lama menunggu pintu ruangan pun terbuka, nampak Dokter Ridwan keluar dari sana. Dengan segera Asrul menghampiri nya.


" Bagaimana keadaan Siska Ri?. " Tanya Asrul.


" Dasar bucin, tidak sabaran. " Batin Dokter Ridwan.


" Kita bicara di ruangan ku saja " Jawab Dokter Ridwan.


Asrul pun mengangguk dan mengikuti Dokter Ridwan dari arah belakang, hingga mereka memasuki ruangan yang di maksud.


" Sekarang jelaskan apa yang terjadi pada Istri ku. " Tanya Asrul tidak sabar.


" Sabar dulu apa, duduk dulu. " Ucap Dokter Ridwan sembari geleng geleng kepala melihat tingkah sahabat nya itu.


" Sekarang jelaskan kenapa Istri ku tiba tiba pingsan padahal tidak ada tanda tanda Ia sakit. "


Ridwan menarik nafas panjang sebelum akhir nya Ia mengatakan kenyataan untuk sahabat nya itu.


" Maaf Rul, Infeksi di rahim nya sekarang sudah semakin parah. Sejak lama aku meminta kalian untuk konsultasi, tapi kalian berdua selalu menunda nya. Sekarang di tambah lagi, ada zat yang baru saja masuk melalui minuman yang Ia konsumsi. Hal itu semakin memperburuk kondisi rahim nya. " Jelas Dokter Ridwan.


Asrul bingung mendengar apa yang baru saja di jelaskan Dokter Ridwan.


" Infeksi...... Sakit.... maksud mu apa Ri, Apa kamu bilang kalau selama ini Istriku sakit dan aku sebagai suami tidak tahu begitu? . "


" Tidak tahu ?, Siska memang punya penyakit dalam. Jangan bilang kalau amplop yang dulu aku berikan belum kamu baca ? . "


Asrul terkejut bukan kepalang, Ia sama sekali tidak mengetahui semua tentang Siska, dan benar juga sampai sekarang amplop yang di berikan Dokter Ridwan pun belum Ia baca.


" Eh jangan salahkan aku lah, aku kan sibuk jadi mana sempat aku membaca sesuatu yang menurutku tidak penting. " Jawab Asrul membela diri.


" Tidak penting kata mu, dasar teman tidak punya akhlak. Kamu selalu menganggap sesuatu itu tidak penting. Sudahlah, percuma aku menjelaskannya padamu. Baca amplop itu, di sana semua penjelasannya. "

__ADS_1


Asrul keluar dari ruangan Dokter Ridwan dalam keadaan bingung


" Apa yang terjadi pada Siska, apa dia sakit. Tapi selama ini dia baik baik saja, tidak pernah mengeluh sakit sama sekali. " Gumam Asrul


__ADS_2