
🎉Hai semua, jumpa lagi dengan kehaluan Authot imut. Maaf ya kalau cerita nya kurang berkenan dan tidak sesuai dengan harapan sahabat semua. Karena disinilah letak kekurangan Author.
Jangan lupa tetap bagi dukungan nya ya, sebagai suport semoga Author lebih baik lagi kedepan nya 🎉
🎉🎉🎉
Siska terus berteriak minta di lepaskan dan terus mengaku tidak bersalah, namun tentu saja tidak ada yang peduli. Ia malah mendapat kecaman dari para tahanan yang lain karena mengganggu kenyamanan disana dengan membuat keributan.
" Diam.......! dasar wanita jadi- jadian, kalau kau tidak salah tidak mungkin kau berada di tempat seperti ini, sudah jadi tahanan masih saja sombong. Terima nasib saja....! "
Teriak wanita yang sebelum nya menyiksanya hingga harus berakhir di Rumah Sakit, Ia terpaksa harus di pindahkan ke kamar tahanan lain yang terpisah agar tidak terjadi lagi keributan.
" Heh.... jangan ikut campur urusan ku, nanti juga aku yang akan keluar lebih dulu di banding kalian, lihat saja nanti kalau aku keluar aku akan menertawakan kalian " Jawab Siska.
*
*
*
Di kediaman Yabintang baik Asrul maupun Bu Dian sama- sama masuk kamar dan termenung larut dalam pikiran masing- masing.
Bu Dian dengan seribu penyesalan nya yang menyesali karena akhir nya semua orang yang di sayang nya terluka karena keputusan nya.
Ia memandang foto Nayla yang sempat dia selamatkan dari kemarahan Siska, foto itu Ia simpan rapi dan hanya satu- satu nya yang Ia miliki.
" Maafkan Ibu Nak...... maaf sayang.....! "
Bu Dian mengingat kembali kenangan ketika Ia berkunjung kerumah ini untuk pertama kalinya pada beberapa tahun yang lalu, waktu itu Asrul baru menjadi pengantin baru.
flach back
Di ruang keluarga Asrul, Nayla dan juga Bu Dian beristirahat setelah menikmati sarapan pagi nya bersama.
" Ibu, apakah aku boleh bertanya sesuatu pada Ibu " Tanya Asrul.
" Tentu saja boleh Nak, tanyakan saja apa itu ?"
" Ibu, bagaimana hukum nya jika seorang istri meminta cerai dari suami nya "
__ADS_1
" Ibu kurang tahu pasti sayang, tapi kalau mang seorang Istri sampai meminta cerai dari suami nya berarti ada sesuatu dari diri suami nya yang sudah tidak bisa ditolerir lagi "
" Bu, bagaimana hukum nya jika seorang Istri meminta cerai dari suami nya karena melihat suami nya bersekingkuh dengan wanita lain " Giliran Nayla yang bertanya.
" Apa benar ada di dunia ini seperti itu " Tanya Bu Dian.
" Ada Bu, bahkan suami nya sendiri yang mengatakan pada Istri nya kalau Istri nya adalah penyebab dia dan selingkuhan nya itu tidak bisa bersama " Jawab Nayla antusias.
" Ya Allah Nak, apa beneran ada orang seperti itu, Ibu pikir itu hanya ada di cerita atau di sinetron saja "
" Ada Bu........! " Sela Nayla.
" Ah... Ibu percaya saja pada Nayla, dia kan korban sinetron ikan terbang " Suara Hati Istri " makanya dia seperti itu " Sahut Asrul yang waktu itu tersinggung akan ucapan Nayla.
flash end.
" Jadi waktu itu Nayla sebenar nya ingin mengatakan tentang masalah yang sedang mereka hadapi, tapi bodoh nya aku yang tidak peka dengan nya. Aku malah mempercayai ucapan Asrul kalau Nayla adalah korban sinetron yang sedang di minati Ibu- Ibu itu. Parah nya lagi aku malah menyuruh nya untuk bertahan walau apa pun yang terjadi, tanpa memikirkan perasaan nya. " Gumam Bu Dian di tengah penyesalan nya.
Di kamar yang berbeda Asrul pun tidak berbeda jauh dengan apa yang di lakukan Ibu nya. Ia mengambil beberapa surat penting yang sengaja Ia masukkan di dalam brangkas milik nya beberapa waktu yang lalu.
" Ya Allah........ apa ini, apa yang sebenar nya sudah terjadi, terlalu banyak kesalahan yang sudah aku lakukan. Aku sudah memberikan hatiku pada orang yang salah, aku bahkan tidak mendengarkan ucapan wanita yang sudah melahirkan ku. Untuk pertama kali nya aku menolak kemauan Ibu dan untuk pertama kalinya juga aku salah dan jatuh di jurang yang terlampau dalam. " Lirih Asrul
Ia membuka nya satu persatu dan membaca nya untuk kesekian kali nya.
" Apa yang sudah aku lakukan, mata hatiku sudah di butakan karena cinta yang begitu besar pada manusia, hingga aku menyakiti manusia yang lain. Mampukah aku menghadapi semua ini, bagaimana...... bagaiamana aku menghadapi semua ini. " Gumam Asrul.
Entah mengapa Ia mulai merasakan sakit ketika kenangan masa lalu nya berputar di benak nya bagaikan rol film yang nampak nyata bagi nya.
" Ya Allah...... ampunilah hambamu ini. Kenapa rasa ini datang sekarang Ya Allah, dan rasa nya begitu sakit " Lirih Asrul.
*
*
*
Di dapur para pekerja sedang kebingungan, karena sudah menjelang sore tidak ada satu pun dari majikan nya yang turun untuk makan Siang, mereka jadi khawatir.
" Bi Nur..... kamu kan yang dekat dengan Ibu, kenapa kamu tidak naik ke atas saja dan memeriksa keadaan Ibu, sudah jam segini baik Ibu maupun Pak Asrul tidak ada yang turun makan, aku takut terjadi sesuatu " Ucap salah satu pelayan.
__ADS_1
" Iya, aku juga khawatir " Sahut yang lain.
" Baiklah, aku akan naik ke atas dulu, semoga Ibu baik- baik saja " Jawab Bi Nurma.
Bi Nurma menaiki satu persatu tangga menuju ruang atas tempat kamar majikan mereka di rumah itu.
Ia memberanikan diri mengetuk pintu dan ternyata pintu tidak terkunci. Nampak Bu Dian sedang duduk di atas sajadah dengan mukena yang membalut tubuh nya.
" Alhamdulillah Ibu baik- baik saja " Batin Bi Nurma lega.
Bi Nurma menunggu sampai majikan nya selesai menjalankan kewajiban nya.
" Assalamu'alaikum Bu, boleh saya masuk "
Bu Dian menoleh ke asal suara dan melihat Bi Nur yang berdiri di luar.
" Waalaikum salam, masuk Bi tidak apa apa " Jawab Bu Dian ramah.
Bi Nur melangkah perlahan memasuki kamar Bu Dian dan berdiri di sana.
" Duduk Bi, ada apa " Tanya Bu Dian lagi.
" Anu Bu....... ! Bi Nurma mendadak ragu
" Anu apa Bi "
" Itu Bu, maaf...... kami hanya bingung karena Ibu belum turun untuk makan siang. Sebenar nya bukan hanya Ibu, tapi juga Pak Asrul. Sampai sekarang ini Pak Asrul belum turun makan juga " Ucap Bi Nur memberanikan diri.
Bu Dian terkejut dan segera melepas perlengkapan sholat nya.
" Apa katamu, Asrul belum turun makan ? " Tanya Bu Dian memastikan pendengaran nya.
Bi Nurma mengangguk membenarkan pertanyaan Bu Dian.
" Astaghfirullah, anak itu. Kebiasaan kalau punya masalah pasti makanan pun menjadi musuh bagi nya. Sudah Bi, kamu turun ke bawah dan siapkan semua di meja makan karena aku akan turun sebentar lagi " Pinta Bu Dian.
" Baik Bu "
Bi Nurma turun ke bawah dengan perasaan lega, ternyata yang mereka khawatirkan tidak lah benar.
__ADS_1
🎉🎉🎉