
❀❀❀ Lepaskan Aku 46 ❀❀❀
❈ Selamat membaca, ambil yang baik dan tinggalkan yang kurang berkenan. Jadikan ini sebagai pelajaran, jangan sampai ada yang sama nasibnya seperti yang ada di karya ini. Bijaklah dalam berpikir, sebab menilai akan lebih mudah di banding yang menjalani ❈
❊❊❊
Mobil yang di kendarai Asrul melaju dengan kecepatan tinggi bahkan menyelip beberapa pengendara yang lain di hadapannya. Bagaimana tidak, orang yang ingin menemuinya kali orang yang sangat penting.
Sudah sekian lama, Asrul ingin bekerja sama dengan pengusaha yang sukses terkenal di semua bidang yang di gelutinya. Akan sangat menguntungkan kalau perusahan Asrul ikut bergabung dengan bisnis mereka.
Hanya membutuhkan 15 menit saja, Asrul sudah tiba di parkiran perusahannya tersebut. Ia keluar dari mobil dengan tergesa gesa, di sana sudah ada Romi sahabatnya yang juga sudah menantinya.
" Parkirkan mobilnya Pak " Titah Asrul pada satpam yang bekerja di sana, dan langsung di laksanakan oleh yang bersangkutan.
" Bagaimana Romi, apa beliau sudah menunggu lama." Tanya Asrul sambil terus berlalu masuk kedalam kantor miliknya.
" Lumayan Rul, tapi Sandra sedang mengajaknya mengobrol." Jawab Romi yang juga setia mengekor di belakang sahabatnya itu.
Mereka memasuki lift khusus Direktur yang langsung membawa mereka di lantai elit paling atas tempat khusus para petinggi yang juga ganteng dan cantik cantik.
Pintu lift terbuka otomatis setelah tiba di lantai atas, Asrul dan juga Romi nampak keluar dari sana dengan langkah pasti.
" Assalamu alaikum, maaf sedikit terlambat. Soalnya ada kemacetan di jalan. " Sapa Asrul dan berusaha menjelaskan, seraya menjabat tangan tamunya tersebut.
" Tidak apa apa Pak, saya juga senang karena pelayanan anda sangat baik ." Ucap Pak Burhan seraya melirik wanita yang berada di sampingnya.
"Jadi pria ini yang di sebutkan informanku, semoga saja benar. Aku ingin sekali bertemu dengannya, hanya ini jalan satu satunya agar bisa melihatnya, pasti dia sangatlah cantik "Batin Pak Burhan.
Mereka akhirnya membicarakan tentang kerja samanya dan akhirnya mendapat kata sepakat seperti harapan kedua belah pihak. Dokumen kerja sama pun sudah bermaterai dan di bubuhi tanda tangan kedua belah pihak.
" Maaf, apakah saya boleh bertanya sesuatu yang lebih pribadi. " Tanya Pak Burhan ramah.
Asrul tersenyum mendengar pertanyaan Pak Burhan, tamu kehormatannya tersebut.
" Kalau Bapak berpikir ingin menjodohkan Putri Bapak dengan saya, maaf sekali. Karena saya sudah menikah, dan saya sangat mencintai istri saya. Dia adalah hidup saya, segalanya untuk saya, tidak mungkin saya menikah lagi dengan yang lain, walaupun itu dengan usaha saya sebagai taruhannya ." Jawab Asrul dengan mantap.
Pak Burhan terkejut mendengar penjelasan Pria yang ada di hadapannya sekarang ini. Ia tidak menyangka akan mendengar hal itu secara langsung, tapi dalam hati Pak Burhan sangatlah bahagia.
" Oh tidak Pak Asrul, saya tidak ingin menjodohkan anak saya dengan bapak. Anak saya dua laki laki dan dua orang putri, satu putri saya yang besar sudah menikah dan sepertinya hidupnya bahagia. Sedangkan yang satu lagi belum bisa menikah, karena masih umur 17 tahun. " Jawab Pak Burhan sambil tersenyum menahan rasa bahagianya.
Asrul memandang sekilas pada Pak Burhan, dan juga ikut tersenyum. Ia sedikit malu karena dugaannya ternyata salah, Ia sempat berpikir kalau Pak Burhan akan menawarkan kerja sama yang lain dengan syarat menikahi salah satu putrinya.
__ADS_1
" Ya sudah, bagaimana kalau kapan kapan kita makan bersama. Kalau tidak keberatan bawalah istri anda dan juga saya membawa istri saya, sekedar silaturahmi karena biar bagaimana pun juga sekarang kita sudah jadi fatner bisnis. Tidak ada salahnya kalau kita saling mengenal . "
Asrul nampak berpikir mengenai penawaran Pria yang baru saja bekerja sama dengannya. Tidak ada salahnya juga, sekedar makan bersama. Anggap saja sebagai rasa syukur juga karena impiannya untuk bekerja sama dengan Pria di hadapannya itu tercapai juga setelah sekian lama.
" Baiklah Pak, Bapak atur saja kapan dan dimana. Saya akan sebisa mungkin mengatir jadwal saya dan juga istri saya. " Jawab Asrul kemudian.
❈❈❈
Di tempat lain Nayla sedang merayakan Ulang tahun putra semata wayangnya yang ke 6 bersama beberapa anak yatim di sekitar tempat tinggal mereka.
Namun perayaan kali ini sedikit berbeda bagi Nayla, karena kali ini Ia juga harus memperingati 6 tahun kepergian sang Ibu tercinta.
Walau pun hatinya di rundung duka, Ia harus tetap bahagia demi sang buah hati yang belum mengerti apa apa. Yang ia tahu adalah hari ini hari bahagianya, bisa meniup lilin dan memotong kue bersama teman teman sebayanya.
Ucapan dan juga Do'a dari anak anak yatim sangat di Aamin kan oleh Nayla. Sekarang yang Ia punya hanyalah anaknya dan juga adik angkatnya yang menjadi penyemangat hidupnya.
❀❀❀
Ditempat lain berbeda juga sedang di adakan acara memperingati 6 tahun berpulangnya Bu Lastri. Ya dimana lagi kalau bukan di rumah Bu Dian, semenjak kepergiannya 6 tahun lalu karena serangan jantung, akibat mengetahui anak semata wayangnya tidak lagi tingggal bersama suaminya dan tidak tau dimana rimbanya.
Bu Dian yang menanggung semua biaya pemakaman bahkan sampai acara tahlilan dan juga sampai saat ini, setiap tahun di adakan secara rutin.
" Bu......! Kenapa menantunya tidak terlihat sejak tadi, padahal ada acara di rumah ." Tanya sekelompok Ibu Ibu yang ikut dalam acara tersebut.
" Menantu saya ada di atas Bu, katanya tadi mau istrahat, kurang enak badan ." Jawab Bu Dian memberi alasan.
Ibu Ibu itu saling pandang dan saling melemparkan senyum satu sama lain.
" Kurang enak badan, wah jangan jangan menantu Ibu sedang hamil, sama seperti saya dulu Bu, hamil pingin tidur terus ." Ucap Ibu yang lain.
" Wah kalau begitu, Bu Dian akan segera punya cucu." Imbuh yang lain lagi.
Bu dian hanya tersenyum menanggapi ucapan Ibu Ibu kompleks itu, walau hati kecilnya sangat berharap hal itu akan benar benar terjadi.
" Seandainya itu beneran terjadi, tapi Asrul sudah di vonis tidak bisa punya keturunan " Lirih Bu Dian dalam hati.
Di dalam kamar Siska sedang mondar mandir bak setrikaan, setelah mendapat kabar dari seseorang. Ia bingung harus bagaimana.
" Bagaimana ini, kalau aku pergi alasan apa yang akan aku beeikan untuk Ibu. Tapi kalau aku tidak pergi, bagaimana kalau si gila itu nekat datang kemari. Kiamat semua duniaku. " Gumam Siska seorang diri.
Akhirnya setelah melalui pergulatan batin, Siska memilih untuk pergi, dengan berjalan mengendap endap, Ia keluar lewat pintu belakang.
" Semoga saja tidak ada yang melihatku pergi " Batin Siska semakin mempercepat langkah kakinya.
__ADS_1
Tapi sayangnya keinginannya tidak terwujud, beberapa Ibu Ibu yang sejak tadi mencarinya, menangkapnya basah, berjalan mengendap endap.
" Lah Bu, itu kan menantunya. " Ucap Ibu yang lain sambil memberikan kode melalui mulut.
Bu dian yang mendengarnya pun sontak mengalihkan pandangannya menuju arah yang di tunjukan Ibu itu.
❝Siska, mau kemana dia, rapi begitu. ❞Batin Bu Dian.
" Maaf Bu, tunggu sebentar ya. Saya pamit kebelakang dulu. " Pamit Bu Dian.
Bu Dian melangkah kebelakang menyusul menantunya itu.
❝ Siska, kamu mau kemana. Di rumah sedang ada acara, kenapa kamu malah ingin pergi ❞ Tanya Bu Dian.
Siska menoleh kebelakang ketika mendengar suara Ibu mertuanya itu.
❝ Bu, aku mau keluar sebentar. Lagi pula yang punya acara bukan aku, lagian Ibu juga, kenapa harus susah susah memperingati setiap tahun orang yang sudah tiada. Dia juga bukan keluarga kita, buang buang uang sama buang waktu saja. ❞
Setelah mengatakan itu, Siska kembali melangkah pergi meninggalkan Bu Dian yang masih berdiri mematung, memandang kepergian menantu pilihan anaknya tersebut.
₦
₳
Ұ
L
₳
✾✾✾❉❉ ⁑⁑⁑⁑⁑⁑⁑⁑⁑⁑⁑⁑⁑⁑ ❉❉✾✾✾
₳
ł
$
Ұ
₳
h
__ADS_1
L ' A SUDAH UP LAGI, TIDAK BOSAN BOSANNYA AUTHOR MINTA DUKUNGANNYA KEPADA SEMUA YANG MASIH SETIA MEMBACA KELANJUTAN L' A. LIKE, RATE KALIAN KUNCI SEMANGAT AUTHOR UNTUL UP BAB SELANJUTNYA. JADI JANGAN KENDOR YA, LIKE, RATE, FAV, VOTE JUGA YANG GRATIS. KALAU UNTUK GIFT BAGI YANG IKHLAS SAJA. SEMOGA KEBAIKAN KALIAN SEMUA, BERBALIK PAHALA YANG BAIK, REZEKI YG MELIMPAH.