Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
BUBA NAMA YA


__ADS_3


🍄🍄🍄


Hari ini Nayla berniat mencari tempat kerjaan yang lain, Ia harus mencari kerja agar bisa terus menyambung hidup.


Baru saja mau keluar, Nayla di kejutkan dengan seseorang yang sudah berdiri di depan rumah nya. Lebih terkejut nya seseorang itu sudah di kenal nya beberapa minggu yang lalu.


" Pak Burhan.........!. " Sapa Nayla ramah sambil tersenyum.


Pak Burhan juga membalas nya dengan tersenyum ramah, rasa nya ingin sekali memeluk Putri nya tersebut, namun tidak punya keberanian untuk itu.


" Oh maaf, saya pikir kamu dan juga Alwi ada di rumah jadi saya mau ajak jalan jalan. Tapi ternyata kamu mau keluar ya.....! Kalau begitu saya pamit pulang, kalau berkenan lain waktu kita bisa jalan jalan. " Ucap Pak Burhan, nampak rasa kecewa di sana.


Nayla merasa kasihan pada Pria di hadapan nya, lagi pula beliau sudah berjasa dalam kesembuhan Alwi putera nya.


" Alwi kesekolah Pak.....!. " Jawab Nayla.


" Saya tahu, maaf sebenar nya saya kemari ingin membicarakan sesuatu. Dengar dengar kamu di pecat dari kerja lama kamu ya, maaf kalau saya lancang. Kalau benar adanya, kebetulan di tempat saya ada banyak lowongan kerja. Itu pun kalau kamu berkenan. " Ucap Pak Burhan hati hati.


Nayla sangat senang, karena akhir nya ada pekerjaan baru untuk nya, tapi Ia ragu apakah sesuai dengan keahliannya atau tidak.


" Terima kasih Pak, tapi saya sangat menyukai kuliner, saya suka sekali memasak. Saya takut kalau pekerjaan lain saya tidak amanah. " Jawab Nayla jujur.


" Banyak lowongan kerja nya, terserah kamu mau kerja yang mana. Baiklah kalau kamu mau, kamu bisa datang ketempat ini, kalau tidak pun tidak apa apa. Tapi saya berharap kamu mau menerima tawaran saya. " Ucap Pak Burhan berharap sembari mengeluarkan sebuah kartu nama.


" Ayah berharap kamu mau Nak, tanpa kamu bekerja pun Ayah bisa memberiMu apa saja yang kamu mau. Tapi Ayah takut kamu tidak mau menerima nya. Hanya ini jalan satu satu nya yang bisa Ayah lakukan, yaitu dengan menawarkan pekerjaan padamu. Itu Ayah lakukan agar terus bisa melihatmu dari jarak dekat, semoga kelak kamu mau menerima Ayah sebagai orang tua kamu yang sudah menyia nyiakan anak nya selama bertahun-tahun lama nya. " Batin Pak Burhan lirih

__ADS_1


Nayla menerima kartu nama itu dan tersenyum.


" Baiklah Pak, saya akan pikirkan dulu. " Jawab Nayla ramah.


" Kamu bisa datang kapan saja kamu mau. Baiklah kalau begitu, saya permisi dulu. Assalamu'alaikum......!. " Pamit Pak Burhan.


" Waalaikum salam, hati hati di jalan Pak. "


" Kenapa berada di dekat nya aku berasa sangat nyaman, kata kata nya juga begitu menghangatkan hatiku. Berasa seperti punya orang tua. Hm.... andai saja Ayah ada, aku pasti akan sangat bahagia sekali. Sayang sekali aku tidak pernah melihat bagaimana wajah Ayah, hanya nama itu saja sebagai petunjuk. " Batin Nayla.


" Buba, dimana kh Buba berada. Nayla disini, Nayla butuh Buba. " Gumam Nayla sembari memperhatikan dengan seksama kartu nama yang ada d tagannya.


Tidak terasa air mata nya kembali mengalir membasahi pipi nya, secepat nya Ia mengusap nya kembali. Sementara di tempat yang tidak jauh dari sana, Pak Burhan melihat semua yang terjadi. Rasa nya ingin sekali memeluk, namun apalah daya, yang mampu di lakukan hanyalah bersabar dan berharap akan ada waktu nya semua nya dan semoga sesuai harapan.


" Baiklah tidak ada salah nya di coba, sekarang Alwi dan juga Kamila lebih utama. Mereka butuh biaya lebih, semoga di sana orang orang nya baik, juga semoga Bapak tadi baik dan tidak galak. " Gumam Nayla berharap.


💠


💠


💠


Dari jauh nampak seseorang menghubungi seseorang.


" Hallo......! Beliau menemui seorang wanita muda dan nampak nya mereka sangat akrab. " Lapor seseorang itu.


****

__ADS_1


" Terus apa yang harus saya lakukan selanjut nya ?. "


****


" Baiklah Bu. "


Nampak Pria itu berlalu pergi setelah memberikan laporan penting buat seseorang.


Di tempat lain yang berbeda.


" Sial, buaya darat...... ! sudah tua dan bau tanah masih saja menyukai daun muda. Apa mau mu Burhan, kau tidak pernah berubah.......! Apa kau ingin aku menyingkirkan wanita simpanan Mu itu seperti aku menyingkirkan wanita Mu yang lain. Baiklah kalau itu mau Mu, kita lihat saja nanti. "


Semua yang ada di dekat nya habis menjadi korban kemarahan, tanpa terkecuali ponsel dalam genggaman pun ikut hancur berserakan di lantai rumah itu.


" Bu......... ! Ibu kenapa lagi. Bibi..... bibi......! kemari cepat........!. " Teriak Ilham yang histeris melihat keadaan sang Ibu serta ruangan di sekitar nya.


Bu Karti berlari tergesa gesa ketika mendengar majikannya memanggil.


" Awas hati-hati, tolong bersihkan sampai bersih ya, jangan sampai ada yang tertinggal. Aku ingin membawa Ibu ke kamar sebelah. " Ucap Ilham.


Ilham memapah sang Ibu tercinta menjauh dari sana.


" Ada apa lagi Bu, sudah lama Ibu tidak seperti ini. " Tanya Ilham setelah sang Ibu tenang.


Ia mengambilkan air putih untuk sang Ibu.


" Bapak Mu berulah lagi, beberapa hari ini Ibu menyuruh orang kepercayaan Ibu memata matai beliau. Dan baru saja mereka mengatakan melihat Bapak Mu mengunjungi rumah seorang wanita muda dan nampak nya mereka sangat akrab. " Ucap Sang Ibu.

__ADS_1


" Sudah ku duga. Hm....... baiklah Bu, Ibu tenang saja. Masalah ini biar aku yang mengurus nya. Aku pastikan akan menemukan nya dan membawa nya kedepan Ibu, dia akan minta maaf pada Ibu, aku janji........!. " Ucap Ilham meyakin kan.


__ADS_2