Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Kedatangan Reihan


__ADS_3

Bu Dian mencari alasan agar bisa berangkat sendiri namun sama sekali tidak ada ide yang terlintas di benaknya.


..." Kalaupun aku kesana juga percuma, aku tidak akan leluasa mencari mereka. Ah sudahlah lebih baik dirumah saja, dari pada nanti ketahuan dan membuat suasana menjadi renggang lagi lebih baik cari aman saja dengan menetap dirumah "...


" Kenapa Bu, jadi kita berangkat. Ibu bisa siap siap minggu ini kita akan berangkat, aku akan mengurus semuanya "


Bu Dian


" Hm sepertinya Ibu tidak jadi, Ibu lupa kalau disini pun Ibu ada pekerjaan yang lebih penting. Kamu saja yang pergi kesana, semoga urusan nya lancar disana " Jawab Bu Dian langsung beranjak dari tempat duduknya meninggalkan Asrul yang masih bingung melihat reaksi Ibu nya.


Bu Dian melenggang menaiki anak tangga menuju ke kamarnya, setelah tiba Ia menguncinya dari dalam


..." Apa Ibu marah karena aku ikut, tapi aku memang menghawatirkan keselamatan Ibu kalau beliau berangkat sendiri. Lagi pula sepertinya ada yang aneh dengan Ibu, tiba tiba saja berubah pikiran, pasti ada apa apa " Pikir Asrul...


***


Sebuah mobil baru saja parkir di halaman rumah yang di tempati Nayla, seorang satpam yang bertugas disana bertanya tanya dalam hati siapa gerangan yang baru datang tanpa pemberitahuan.


" Siapa ya " Satpam setengah berlari menghampiri mobil tersebut.


Karena Ia di tugaskan menjaga keamanan rumah jadi dia harus berhati hati dengan siapa saja yang di curigai berbuat jahat.


Baru saja Ia ingin mengetuk kaca mobil yang punya mobil sudah keluar dari dalam sana. Satpam melihat sepatunya lebih dulu sepatu yang sangat mahal.


Ia terkejut ketika melihat siapa yang keluar dari sana.


" Pak Reihan.......! Maaf Pak, saya tidak tahu kalau itu Bapak. Ayo Pak, biar saya parkir kan mobil nya disana " Ucap Pak Satpam ramah


Ia merasa segan pada majikan nya itu karena lambat mengenali majikan nya. Ya, semua yang bekerja di rumah Nayla mulai dari satpam sampai pelayan adalah mereka yang di bawa langsung dari kota asal, adapun mereka ada yang dari rumah Reihan yang di pindah langsung ke rumah Nayla. Mereka adalah orang orang yang dipercaya karena dedikasinya selama bekerja bertahun tahun mendapat penilaian baik, makanya di percayakan untuk bekerja disana.


" Iya Pak, Terima kasih "


Reihan langsung melangkah masuk kedalam rumah. Masuk tanpa memberi salam tentu saja membuat seisi rumah terkejut, belum lagi Nayla Ia hampir saja jantungan karena baru saja si pengganggu Alex pergi dari rumahnya setelah berbagai macam lawan yang di utarakan Nayla.

__ADS_1


..." Mas Reihan, Astaghfirullah kapan datangnya tidak ada kabar sama sekali. Untuk Kak Alex tadi sudah pergi kalau tidak kelar semuanya "...


Kamila juga memikirkan hal yang sama dengan Kakak nya karena setahu mereka Reihan lebih berbahaya, kalau Kakak nya Andre pasti akan menutupi rahasia mereka tapi tidak dengan Reihan, dia akan melaporkan nya langsung pada Pak Birhan karena memang dia di gajih untuk mengawasi dan melaporkan apa pun mengenai keadaan Nayla, Kamila dan juga Alwi serta semua pegawai disana.


" Mas Reihan.....! Kapan datang, kenapa tidak kasih kabar dulu " Sapa Kamila mencoba menghilangkan kegugupan nya.


" Mas sudah datang pagi tadi tapi mampir kerumah dulu, Mas tidak langsung kemari karena Mas tahu kalian pasti tidak ada di rumah " Jawab Reihan tersenyum


Keduanya akhirnya bisa tersenyum setelah berhasil menguasai kegugipan mereka.


" Oh ya Mas, Mas sudah makan belum. Kalau belum makan yuk, kebetulan Kak Nayla yang masak hari ini karena si ganteng Alwi maunya masakan Mamanya "


Kamila yang sudah merasa lebih santai Ia yang mengajak Reihan berbicara agar Kakak nya juga ikut terbawa suasana.


" Benar kan Kak Nayla "


Kamila memang sengaja melakukan hal itu agar Nayla tidak lagi tegang dan membuat Reihan curiga.


" Ah.... Kamila ada ada saja, masakan nya biasa saja Mas Kamila saja yang terlalu memuji. Oh ya apa Mas mau makan, biar aku siapkan "


Nayla dengan telaten menyiapkan hidangan untuk Reihan, Reihan sendiri hanya tersenyum melihat Nayla yang begitu nampak serius melayaninya.


" Ini Mas silahkan dinikmati "


Reihan melihat makanan di meja dan juga piring yang hanya satu saja di depan nya.


" Ini kenapa hanya satu, kalian tidak makan juga " Tanya Reihan lagi.


" Aku sudah makan tadi Mas " Jawab Kamila yang masih di meja tidak jauh dari sana mengerjakan beberapa tugas.


" Oh terus kamu Nayla sudah makan belum "


" Kak Nayla belum makan " Jawab Kamila sambil tersenyum

__ADS_1


Reihan menatap Kamila dan juga Nayla bergantian.


" Lah kenapa belum makan, yuk makan sama sama. Sekalian temani Mas makan, masa Iya Mas makan sendiri "


Nayla terpaksa berdiri dan mengambil piring untuknya sendiri, dia tidak mau Reihan hanya akan terus berbicara dan tidak jadi makan gara gara tidak ada yang menemaninya.


Reihan kembali tersenyum melihat Nayla makan di depannya, mereka makan bersama tanpa ada yang berani bicara sepatah kata pun, hanya bunyi dentuman garpu sendok dan piring yang bersahutan.


Di pojokan Kamila melirik keduanya yang makan bersama, Ia sambil tersenyum melihat Reihan beberapa kali mencuri pandang pada Kakaknya tentu saja Nayla tidak menyadarinya karena Ia pokus dengan makanan yang ada di depan nya.


..." Apa Mas Reihan menaruh hati pada Kak Nayla, sampai segitunya dia memperhatikan Kakak " Batin Kamila....


Reihan menghampiri Kamila yang nampak sibuk berkutat dengan tugasnya, kadang Ia nampak memukul mukul jidatnya sendiri, kadang dia juga tersenyum.


" Serius sekali nih "


Kamila terkejut mendengar suara Reihan di tambah lagi Reihan duduk disampingnya membuatnya jadi serba salah.


Pengacara yang satu ini memang punya segala galanya. Kaya, tampan sudah pasti di tambah baik yang menjadi bonus untuk nya.


" Lagi ngerjain tugas apa sich nampak serius sangat " Tanya Reihan lagi.


Kamila menyerahkan tugasnya dan Reihan pun menerimanya, Ia tersenyum setelah melihat hasilnya.


" " Anak pintar, emang tidak sia sia Pak Burhan memilih tempat kuliah, terbukti anak nya pintar pintar "


Kamila tidak Terima dengan ucapan Reihan yang mengatakan kalau tempatnya menuntut ilmu sekarang yang membuatnya pintar.


" Enak saja Mas Reihan, eh Kamila mah sudah pintar dari sononya, v sebelum sekolah disini pun Kamila selalu dapat peringkat. Apa Mas Reihan mau lihat buktinya "


Reihan malah tertawa melihat reaksi Kamila


" Iya aku tahu anak Pak Burhan memang pintar pintar dari orok "

__ADS_1


Keduanya tertawa keras hingga mengalihkan perhatian Nayla. Ia hanya bisa geleng geleng kepala melihat keduanya, dia juga tahu persis ini pasti ulah sang Adik


__ADS_2