Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Terang terangan


__ADS_3

Ĺ À 6


🌷🌷🌷


Nayla semakin di buat dilema dengan semua masalah yang mereka hadapi, dia tidak ingin ada yang bunuh diri hanya karena ke egoisan nya. Tapi dia juga memikirkan bagaimana dengan perasaan Ibunya, beliau sangat menginginkan pernikahan putri semata wayang nya bahagia dan langgeng seumur hidup.


Air mata Nayla mengalir semakin deras tanpa bisa di tahan, hal itu menandakan betapa dalam rasa sakit yang di rasakan nya saat ini.


" Siska, sudahlah sayang ! Lebih baik kita pergi sekarang, sekalian saja kita makan malam nanti di luar. Mau ada atau tidak ada ijin dari dia itu tidak ada pengaruhnya sama sekali bagiku, karena Aku tetap akan memilih bersamamu. "


Asrul yang sedari tadi menghilang entah kemana kini tiba tiba saja sudah berada di antara mereka. Ia langsung mengenggam tangan Siska dan berlalu pergi meninggalkan Nayla yang masih berdiri mematung.


Ingin rasanya Nayla melarang kepergian mereka, namun apalah daya tentu semuanya pasti tidak ada gunanya.


" Maafkan aku Nayla...." Tapi kali ini aku tidak bisa mengalah untukmu. Aku sangat mencintai Mas Asrul dan untuk itu aku akan melakukan apa pun agar dia tetap menjadi milikku. Ucap Siska sambil berlalu melewati Nayla yang masih setia berdiri.


" Ya Allah....! "


" Apa artinya ini semua, kenapa hatiku terasa sakit sekali. Sampai kapan aku akan seperti ini, berikan aku petunjuk. Hilangkan rasa sakit ini.... Gantikan dengan sedikit saja kebahagiaan untukku....!"


Nayla merosot kelantai sambil terisak, tangannya menepuk nepuk dadanya yang terasa sesak, akibat beban yang dideritanya.


🌺🌺🌺

__ADS_1


Semenjak kejadian itu, Siska dan juga Mas Asrul menjadi semakin mesra. Mereka bahkan tidak segan segan mempertontonkan kemesraan mereka di hadapan Nayla.


Setiap hari Siska di antar dan dijemput ketempat kerja oleh Mas Asrul. Dia bahkan lupa kalau Nayla juga bekerja di tempat yang sama dengan Siska.


Siska yang merasa lebih di perhatikan oleh Mas Asrul, dengan terang terangan menunjukan jati diri Nayla. Bagaimana dia sebagai istri yang tidak di inginkan keberadaannya. Bahwa pernikahannya hanya di atas kertas saja dan diperlakukan tidak lebih dari para **** di rumah.


" Nayla....! Aku duluan ya !, soalnya Mas Asrul sudah jemput. Kami akan menghabiskan waktu kami bersama lagi. " Ucap Siska sengaja memanas manasi Nayla.


" Ya Allah lagi lagi Engkau menyuruhku untuk bersabar. Kalau memang tujuannya untuk mengujiku kesabaranku, maka kumohon padamu, berikanlah kekuatan untukku.


Siska bahkan tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan Nayla. Bukan hanya statusnya yang sebagai seoarang istri, tapi juga sahabat buatnya.


" Silahkan saja Siska ". Sahut Nayla mencoba untuk tidak peduli, Ia lebih memilih menguatkan hatinya, agar tidak menangis.


" Nayla, kamu baru kembali ?" Tanya Siska saat Nayla melewati ruang tengah.


Siska sedang merebahkan kepalanya di paha Mas Asrul. Tangannya merayap kemana mana. Nayla hanya mengangguk menanggapi pertanyaan Siska, dan berlalu masuk ke dalam kamarnya.


Entah dia sengaja melakukan itu untuk menujukkan pada Nayla atau apa apun itu, Nayla tidak tau.


" Lihatlah sayang...! "


" Nayla bahkan tidak marah melihat kita bermesraan seperti ini, Itu karena dia tidak mencintamu. Coba kalau aku, sudah bisa di pastikan kalau aku akan membunuh kalian berdua ".

__ADS_1


Siska sengaja mengeraskan suaranya agar Nayla mendengarnya.


" Sakit rasanya di perlakukan seperti itu, meskipun tidak ada cinta. Tapi paling tidak dihargai sedikit saja. Tidak perlu harus bermesraan di hadapan Nayla.


♥♥♥


Hari ini jam kerja Nayla selesai, sejak awal Nayla memang punya kesepakatan bersama Pak Andre.


Sebelum bekerja di restoran Andre, Nayla lebih dulu mengajar di sebuah panti asuhan. Nayla mengajarkan anak anak baca tulis secara gratis dan juga menjadi Donatur tetap, Ia menyisihkan hasil dari gajinya setiap bulan nya untuk panti asuhan itu.


Nayla akan masuk bekerja pukul 8 pagi dan kembali pukul 3 sore. Nayla enggan untuk pulang kerumah, karena di sana dia pasti hanya akan melihat kemesraan yang di tunjukkan oleh suami dan sahabatnya itu.


Nayla memutuskan untuk mengunjungi panti asuahan. Semenjak menikah Nayla tidak lagi mengajar disana. Karena Nayla harus kembali mengerjakan semua pekerjaan dirumah, terkecuali memasak. Karena Mas Asrul tidak akan sudi memakan masakan buatan Nayla.


" Kak Nayla.....! ". Seru anak anak ketika Nayla tiba di halaman panti. Mereka nampak bahagia, karena selama sebulan ini mereka tidak berjumpa.


" Ayo, Siapa yang rindu sama kakak, angkat tangannya....! "


Semua anak anak serempak mengangkat tangannya. Karena asyik bercengkrama dengan anak anak, Nayla sampai lupa waktu.


..." Astaghfirullah ini sudah mau magrib, aku harus segera kembali. Semoga saja Mas Asrul tidak marah karena aku pulang telat. Tapi untuk apa dia marah, disana kan sudah ada Siska, wanita idaman nya, kehadieanku juga tidak di harapkan ...


🐣🐣🐣

__ADS_1


Mohon dukungannya ya kakak kakak semua, karena tanpa dukungan kalian Nayla bukanlah apa apa. Terimakasih masih setia mampir di karya Nayla yg masih banyak kekurangannya.


__ADS_2