
Rena melajukan mobilnya pelan, Ia tidak ingin terburu buru sampai di tempat tujuan. Hari ini Ia sudah mempersiapkan mentalnya untuk semua kemungkinan buruk yang akan terjadi.
Tiba di sana Rena tidak serta merta turun, Ia memandang hilir mudik karyawan yang bekerja di perusahaan suaminya.
Setelah merasa yakin akhirnya Ia turun dari sana dan melangkah masuk.
Beberapa karyawan yang mengenalinya mengangguk hormat, Ia melihat ada sedikit keributan di meja resepsionis. Segera Ia mendekat, seorang wanita yang bertugas menyambut tamu langsung mempersilahkan Istri dari Bos mereka itu begitu melihat nya.
" Silahkan saja Bu, Ibu mau bertemu Bapak "
Rena tersenyum dan juga mengangguk, wanita yang sejak tadi membuat kegaduhan semakin meronta karena sejak tadi Ia tidak di ijinkan masuk sementara seorang wanita yang baru datang langsung di persilahkan masuk.
" Hei, kenapa dia bisa masuk sedangkan aku tidak. Awas, minggir "
Tubuh Rena terhuyung ke belakang karena di dorong begitu keras oleh wanita yang sejak tadi nampak bersitegang dengan resepsionis.
" Ibu ! Apa Ibu tidak apa apa "
Beberapa orang yang ada disana membantu Rena untuk berdiri dengan tegap, mereka begitu geram karena tidak bisa menghalangi wanita jadi jadian itu masuk.
" Tidak usah di kejar "
Rena melarang seorang karyawan yang ingin mengejar wanita yang tadi mendorongnya. Mereka akhirnya mengurungkan niatnya karena tidak ingin melanggar perintah dari Istri atasan mereka itu.
" Memangnya siapa dia " Tanya Rena.
Resepsionis dan yang lainnya saling pandang, mereka ragu untuk memberitahukan apa yang sebenarnya.
" Ada apa, kenapa kalian diam. Apa ada masalah serius atau ada yang kalian sembunyikan dari saya "
\*\*\*
Tanpa mengetuk pintu Ayunda langsung meneronos masuk membuat Andre yang sedang menandatangani berkas penting terkejut.
" Mas, kenapa sih mereka melarang aku masuk. Mas tahu nggak kalau aku sudah lama di bawah, para pekerja sialan itu tidak mengijinkan aku menemui mu, padahal di kerja sama kita kan tertulis bahwa kamu sudah bersedia menerima aku dan akan menikah dengan ku. "
Ayunda tidak sungkan memeluk tubuh Andre, sementara Andre sudah pucat pasi. Tubuhnya mematung melihat siapa yang sedang berdiri di depan pintu ruang kerjanya.
__ADS_1
Rena tetap berdiri ingin melihat reaksi suaminya ketika melihatnya, Ayunda tetap mengoceh dan semakin mempererat pelukannya.
Rena dengan langkah pelan memberanikan diri melangkah masuk. Ayunda yang merasa orang yang di peluk tidak merespon akhirnya mengangkat wajahnya, Ia melihat Andre yang menatap ke arah depan dengan tatapan seperti orang terkejut.
Ia ikut memalingkan badan dan heran melihat ada orang lain di dalam ruangan itu. Ia mulai berpikir pernah melihat wanita itu beberapa saat lalu tapi dimana.
" Kamu, kamu yang tadi di bawah itu " Tanya Ayunda setelah berhasil mengingat siapa Rena.
Rena hanya diam, dia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.
" Benar kamu wanita yang di bawah tadi, untuk apa kamu disini ha ~~ ! Oh jangan jangan kamu mau menggoda calon suami ku ya "
Ayunda terus mengoceh bahkan beberapa kali hendak mendorong tubuh Rena namun tidak berhasil, kali ini Rena lebih siap sehingga Ia dengan sigap menghindar.
" Apa sudah cukup bicaranya "
Akhirnya setelah beberapa saat Rena membuka suaranya.
" Sayang, bisa berikan aku berkas yang tidak penting itu. "
Rena menghampiri Andre yang sedang mengambil berkas yang Istrinya minta, Ia langsung memahami apa maksud Istrinya.
Ia mengambil berkas dari tangan suaminya dan membukanya, Ia memeriksa isinya dan geleng-geleng kepala.
Rena merobek kertas di depan wajah Ayunda dan menepukkan ke wajah wanita yang menurutnya tidak tahu malu.
Yunda segera mengambil berkas yang sudah menempel di jidatnya itu, Ia murka karena mendapat perlakuan tidak baik dari seorang wanita yang tidak Ia kenal.
Plaakkk. !
" Hey kamu siapa, apa hak mu mencampuri urusan ku. "
Sebuah tamparan keras mengenai wajah Rena, sangat keras hingga Rena merasakan ruangan suaminya itu berubah warna untuk sesaat hingga Ia mampu menguasai dirinya.
Andre langsung berdiri ingin memberi pelajaran pada Ayunda karena berani menyentuh wanita yang di cintainya namun Rena berhasil mencegahnya.
" Cukup sayang, jangan kotori tangan mu dengan meladeni wanita tidak bermoral ini "
" Bukannya kamu ingin tahu siapa aku iya kan, baiklah..... Aku, aku adalah Istri sah dari Andreas dirgantara yang katamu adalah calon suami mu itu. Sebaiknya kamu secepatnya pergi dari sini, sebelum semuanya berada di luar kendali dan kamu akan tahu apa akibatnya "
__ADS_1
Ayunda yang sedang marah akhirnya shock mendengar ucapan Rena, Ia tidak tahu kalau selama ini Pria yang Ia kagumi sudah menikah.
" Kalian, kalian berdua akan merasakan akibat dari perbuatan kalian ini " Ancam Ayunda
Ia melangkah keluar dengan amarah yang belum hilang di dadanya.
" Hei tunggu. "
Yunda menghentikan langkahnya
" Ini, bawa sekalian. "
(....... .......... )
Yunda langsung bergegas keluar setelah mendengar Rena membisikkan sesuatu tepat di samping telinga nya.
Sepeninggal Ayunda, Rena masih berdiri dengan melipat kedua tangannya di dada. Andre yang masih shock dengan semua yang terjadi akhirnya melangkah menghampiri Istrinya.
" Sayang, maafkan aku "
Andre langsung minta maaf, Ia menyentuh Pipi Istrinya yang nampak memerah bekas tamparan Ayunda.
" Sini sayang "
Andre membimbing Istrinya menuju sofa, hatinya benar-benar sakit melihat wajah memerah Istrinya.
" Kenapa kamu membiarkan dirimu dalam bahaya sayang, ini pasti sangat sakit "
Andre mengompres wajah Rena dan mengoleskan saleb dengan hati hati, matanya sudah memerah hampir saja Ia ikut menangis karena merasakan sakit yang dirasa Istrinya.
" Apa aku salah Mas, apa aku harus membiarkan suami ku jatuh pada wanita lain, apa...... "
Andre langsung memeluk tubuh Rena, Rena memejamkan matanya. Lama terdiam Rena merasakan tubuh suaminya berguncang, ternyata bukan Rena yang menangis tapi suaminya.
Ia merasakan sakit yang dirasa Istrinya, sejak tadi sebenarnya Ia ingin berlari memeluk Istrinya itu ketika melihat Rena berdiri di depan pintu, namun Rena menahannya.
" Mas, apa aku tidak berhak memilikimu seutuhnya tanpa ada lagi wanita lain, apa aku tidak pantas untuk di perjuangan, apa aku tidak pantas mencintaimu Mas. .... "
Andre menggeleng berulang kali, hatinya semakin sakit mendengar pertanyaan Istrinya.
__ADS_1
" Cukup sayang, cukuuup. Maafkan aku, maaf..... "
Andre kembali memeluk tubuh Istrinya, mereka berpelukan begitu lama mendalami perasaan masing-masing.