Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Gagal Operasi


__ADS_3

🌻🌻🌻


Asrul kembali kerumah dengan berbagai macam rencana yang sudah dia pikirkan sedemikian rupa, dan semua itu hanya dia sendiri yang tahu.


" Maafkan Buba karena terlambat menjemput kamu sayang " Ucap Pak Burhan merasa bersalah.


Nayla bingung kenapa Ayah nya tahu kalau dia berada di tempat itu padahal dia tidak pernah memberitahukan keberadaan nya.


" Tidak apa- apa Buba, tapi kalau boleh tahu Buba sama Kamila tahu dari mana kalau aku ada di tempat itu dan pergi bersama Mas Asrul " Tanya Nayla


Pak Burhan dan juga Kamila tersenyum membuat Nayla semakin bingung.


" Kalian kenapa, kenapa jadi senyum senyum seperti itu " Tanya Nayla lagi.


" Hm...... sebenar nya sebelum aku sama Buba pulang, ada Om Rudi yang menghubungi Buba. Kata Om Rudi melihat Mas Asrul sedang mengawasi kita, ih.... lebih tepat nya mengawasi Kakak, untuk apa dia mengawasi aku atau Buba, nggak penting. "


Sebenar nya Kamila juga merasa kurang begitu menyukai lelaki yang pernah hadir dalam kehidupan Kakak nya, namun untuk marah dia tidak punya alasan.


" Terus.......! "


" Iya, terus Buba pura- pura bilang kalau Ibu Ros menelpon dan menunggu di rumah, Buba sengaja meninggalkan Kakak dengan Pria itu. Kali saja dia mau bicara dan benar saja kan, habis itu aku dan Buba mengikuti dari belakang " Jawab Kamila


" hmmmm " Jawab Nayla manggut-manggut.


" Maaf ya Nak, apa pria itu mengancam kamu Nak " Tanya Pak Burhan.


" Aku tidak mungkin bilang ke Buba kalau Mas Asrul seperti nya marah kalau aku dekat dengan Buba, dan juga Mas Reihan. Aku tidak mau Buba jadi berpikiran macam- macam, biarkan saja aku yang memikirkan cara bagaimana menangani nya. " Batin Nayla.


" Tidak Buba..... Mas Asrul hanya menanyakan kebenaran soal rencana kita mengajukan banding, dia bilang kalau dia tidak akan mengijinkan hal itu berjalan lancar " Jawab Nayla asal karena bingung harus menjawab apa.


Pak Burhan susah payah menahan amarah di hati nya.


" Sial, kalau bukan karena anak ku yang melarang ku untuk menghancurkan nya, sudah kuhancurkan berkeping- keping sehingga Ia tidak akan berani lagi menunjukkan wajah nya di depan semua orang " Batin Pak Burhan.


" Kamu tenang saja Nak, Buba akan melakukan apa pun kali ini dan memastikan cucu Buba bersama kita "


*

__ADS_1


*


*


Ponsel berdering berulang kali dan yang memegang ponsel hanya melirik sebentar tanpa berniat menerima nya karena bingung harus menjawab apa.


Bu Dian mondar- mandir bak setrikaan karena perasaan nya tidak nyaman, Ia tidak hentinya memikirkan menantu nya yang tidak ada kabar semenjak kepergian nya beberapa hari yang lalu.


" Aktif tapi tidak di angkat, kenapa, ada apa. Apa dia sibuk sekali sehingga tidak bisa mengangkat telpon dariku. Tapi masa iya, setelah istrahat dari aktifitas nya dia tidak melihat kalau ada panggilan masuk dan mencoba menghubungi kembali atau bahkan sekedar mengirimkan pesan " Gumam Bu Dian.


Di tempat yang berbeda


" Bu Dian menelpon lagi Nak, tapi tenang Ibu tidak angkat " Ucap Bu Dewi


" Tapi Bu, apa tidak sebaik nya kita jawab saja atau aku menghubungi nya balik. Bagaimana kalau nanti Ibu semakin cemas dan minta orang- orang kepercayaan nya melacak keberadaan kita bagaimana, tambah bahaya kan kalau mereka mencari keberadaan aku kemari "


Sebenar nya Bu Dewi tidak ingin mengabari besan nya itu tentang keberadaan mereka, tapi Ia juga membenarkan apa yang di katakan anak nya.


" Baiklah, ini kamu telpon balik lagi. Katakan saja kalau kamu baik- baik saja namun memang masih sibuk "


Siska mencari nomor yang tertera nama Bu Dian, dia pun berusaha menghubungi nomor yang di tuju.


" Waalaikum salam, tidak apa- apa Bu. Tapi memang benar, aku sangat sibuk di sini. " Jawab Siska.


Mereka membicarakan hal yang penting- penting saja yang perlu di tanyakan dan di jawab.


" Ya sudah baiklah kalau begitu, bagaimana kabarmu di sana " Tanya Bu Dian.


" Aku..... Aku baik- baik saja Bu, Kira-kira dua atau tiga hari lagi baru kami pulang " Jawab Siska.


" Ya sudah, jaga kesehatan di sana dan hati- hati di jalan kalau kembali. Kalau begitu Ibu tutup dulu ya "


Keringat dingin membasahi wajah Siska, sejak tadi Ia menahan rasa sakit di perut nya.


" Ibu..... sakit lagi " Rintih Siska.


Bu Dewi membantu Siska berjalan menemui Dokter.

__ADS_1


" Ada apa Dok, kenapa masih terasa sakit sekali " Tanya Siska.


Dokter memberikan penjelasan pada Siska tentang hasil pemeriksaan yang sudah Ia lewati beberapa tahap sebelum nya


" Apa maksud Dokter, maksud nya saya tidak bisa.....


" Bukan begitu, kami disini tidak bisa mengambil tindakan sebesar ini karena keterbatasan fasilitas. Tapi jangan khawatir, saya akan menghubungi teman saya di rumah sakit yang fasilitas nya lebih lengkap agar Ibu bisa segera di tangani "


Setelah membicarakan panjang lebar, Siska dan juga Bu Dewi kembali ke penginapan mereka dengan wajah kusam.


" Percuma Bu kita kemari, Dokter- dokter itu juga tidak bisa memberikan jalan keluar untuk keadaan ku sekarang " Ucap Siska prustasi.


Bu Dewi menenangkan Siska yang tidak mampu menguasai emosi nya dan itu akan semakin memperburuk kondisi nya.


" Siska...... tenang Nak, Ibu mohon jangan seperti ini. Ingat kondisimu, ingat kata Dokter kalau kamu tidak boleh strees karena itu juga berpengaruh pada kesehatanmu "


*


*


*


Bu Dian masih melamun ketika Asrul memasuki rumah nya. Bahkan sampai berapa kali Asrul menyapa nya pun tidak ada jawaban.


" Ibu....... Ibu ada apa " Tanya Asrul.


Bu Dian tersadar dari lamunan nya dan terkejut melihat kehadiran Putra nya.


" Sudah pulang Nak " Tanya Bu Dian.


" Sudah Bu, Ibu ada apa ❓kenapa Ibu melamun ? " Tanya Asrul lagi.


" Hm tidak apa- apa Nak, Ibu tadi baru habis menghubungi Siska. Setelah beberapa hari tidak aktif Alhamdulillah tadi di angkat. Ibu menanyakan kabarnya, dia bilang kalau dia baik- baik saja, tapi kenapa Ibu merasa kalau dia tidak sedang dalam keadaan baik- baik saja "


" Dia memang tidak sedang baik baik saja Bu, dia kesana untuk berobat. Ah sudahlah aku malas membahas nya, lagi pula kalau Ibu tahu keadaan Siska yang sebenar nya Ibu pasti akan semakin khawatir. " Batin Asrul.


" Ya sudah Bu, kan dia bilang kalau dia baik- baik saja jadi pasti baik- baik saja, Ibu tidak perlu terlalu memikirkan nya lagi. Lebih baik sekarang Ibu siapkan makan siang, soal nya aku lapar Bu, malas makan di luar karena ingin makan masakan Ibu "

__ADS_1


Bu Dian tersenyum melihat sikap manja anak nya, Ia pun bergegas ke dapur menyiapkan makan siang untuk Putra nya tersebut.


__ADS_2