Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Sebuah Surat


__ADS_3


🐰 Lepaskan Aku 40 🐰


.


Assalamu alaikum, bertemu lagi dengan Author abal abal. Budayakan Like, Rate, sebelum membaca. Karena Like dari kalian yang buat Author tambah semangat lagi dalam berkarya. Alangkah bahagianya ketika masuk karya, dan mendapati banyak yang kasih dukungan.


Untuk Hadiah, dan juga Vote Author meminta keikhlasan hati semuanya. Semoga kebaikan kalian, mendapat balasan berlipat lipat ganda.


.


::::::::::::::::::::::::::::: 🐰🐰🐰🐰 :::::::::::::::::::::::::::::


.


🐰🐰🐰


Malam harinya di meja makan, Alwi nampak murung tidak seperti biasanya. Hal itu membuat Nayla bertanya tanya, apa gerangan yang menimpah buah hatinya itu.


" Sayang, ada apa ? " Tanya Nayla lembut


Namun yang di tanya tak kunjung memberikan jawaban, malah semakin menundukkan wajahnya melihat alat makan yang sedari tadi hanya di jadikan mainan saja.


" Kamila, apa ada masalah tadi di sekolah ?" Tanya Nayla kembali.


Kamila pun sama enggan untuk menjelaskan pada Nayla, Ia takut akan mengganggu aktifitas kakaknya. Namun karena Nayla terus mendesak, akhirnya Kamila pun harus menjelaskannya.


" Tidak ada masalah yang serius kak, hanya saja besok di sekolahan akan diadakan lomba yang melibatkan orang tua murid dan anak. Acara itu di selenggarakan untuk mempererat silaturahmi antar sesama orang tua murid yang lain, dan juga menguji kekompakkan Ibu dan anak " Jawab Kamila menjelaskan.


Nayla merasa bersalah pada sang anak, selama bekerja Ia jadi sulit membagi waktu menemani buah hatinya tersebut.


" Sudah sayang, jangan sedih lagi. Mama akan bicara dengan teman Mama, agar besok Mama bisa temani Alwi buat ikut lomba tersebut. Bagaimana, apa Alwi senang ? ". Tanya Nayla lembut


Nampak raut bahagia terlukis di wajah polos Alwi, tak kala mendengar ucapan Nayla.


" Benarkah Ma, Mama bisa datang besok, buat temani Alwi ? ". Tanya Alwi masih kurang percaya.


" I ya sayang, Mama akan temani Alwi besok. Kita akan usahakan untuk memenangkan lomba tersebut " Jawab Nayla sambil tersenyum.


β˜•


β˜•β˜•β˜•β˜•


β˜•


Pagi sekali Nayla disibukkan dengan menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga. sedangkan Kamila menyiapkan perlengkapan sekolah Alwi."


" Sayang, kamu berangkat sama Ibu duluan ya. Soalnya Mama harus ke Restoran sebentar. Nanti Mama akan nyusul, Oke sayang.....! ".


" Iya Mama.....! " Jawab Alwi.


.

__ADS_1


🐰🐰🐰🐰🐰


.


Di tempat lain, Bu Dian duduk memikirkan sesuat hal yang membuatnya penasaran.


Diraihnya sebuah amplop yang selama ini di simpan sangat baik. Dengan perlahan Bu Dian melepaskan surat itu dari sampulnya.


" UntukMu Mas Asrul " SUAMIKU "


" Maafkan aku Mas, aku pergi bukan karena membencimu. Tapi ada hati lain yang juga ingin bahagia "


" Maafkan juga kalau selama menjadi IstriMu, aku belum bisa menjadi sesuai yang kamu harapkan "


" Kalau kamu bertanya apakah aku sudah memaafkanMu, maka jawabannya adalah I ya. Aku sudah memaafkan semuanya "


" Satu hal lagi yang perlu kamu tahu, bahwa sesuatu dalam diriku tidak pernah di sentuh siapa pun, selain kamu. Apalagi seperti yang kamu sangka kan selama ini "


" Mengenai masalah kita, kamu jangan khawatir. Aku akan segera mengirimkan surat cerai yang sudah aku bubuhi tanda tangan, melalui Pengacara yang aku pilih untuk mengurus malasah kita"


" semoga hidupMu selalu bahagia, walau tanpa aku " Istri yang tidak dinginkan "


" Dari ISTRIMU NAYLA PUTRI πŸ’‹πŸ’‹ ."


Bu Dian nampak syock membaca tulisan tangan wanita yang pernah menjadi menantu kesayangannya tersebut.


Karena terlalu syock, Bu Dian menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.


" Ya Allah, jadi Asrul dan Nayla......! mereka sudah melakukan hal yang semestinya mereka lakukan "


Bu Dian kembali memasukkan lembar kertas itu kedalam amplop.


" Aku kenapa mengingat anak itu, mengingatnya saja sudah membuat bahagia " .


Dengan segera Bu Dian meraih tas juga ponsel miliknya, dan berlari keluar rumah.


" Bibi jaga rumah, aku mau Keluar sebentar. Kalau ada yg mencari nanti bilang saja kalau aku mau ke RS, ambil resep obat yang kemarin " pesan Bu Dian.


" Baik Bu.....! " Jawab Bi Nur sambil mengangguk.


" Mang Yos, kita ke RS. Tapi sebelumnya kita mampir ke sekolah yang kemarin " Pinta Bu Dian.


Mang Yosef bingung, karena beliau lupa sekolah yang mana yang dimaksud oleh majikannya tersebut.


" Sekolah kemarin, tempat anak lelaki itu hampir tertabrak " Ucap Bu Dian, seakan tau kebingungan supir pribadinya itu.


Pak Yosef langsung tersenyum malu, merasa malu karena gagal mengingat semua agenda yang pernah di lalui majikannya tersebut. Apalagi harus di ingatkan kembali.


" Ah I ya Bu....! maaf, karena saya tadi kurang mengingatnya " Ucap Mang Yos merasa bersalah.


" Tidak apa apa Mang, ayo berangkat sekarang. Kalau terlambat nanti keburu sekolahnya bubar ".


Mang Yos melajukan mobilnya ke jalan raya dengan kecepatan normal, semenjak hampir terjadi tabrakan, mang Yos mendadak trauma. Takut kalau akan menabrak lagi.

__ADS_1


Di sekolah tempat Alwi menuntut ilmu, Alwi nampak gelisah. Sebentar lagi acara akan segera di mulai, para murid yang lain sudah berkumpul dengan orang tua masing masing.


" Ibu, kapan Mama akan datΓ ng. Semuanya sudah kumpul, bentar lagi akan mulai. Tapi Mama belum datang juga " Tanya Alwi


Kamila merasa iba pada keponakan kesayangannya itu.


" SayΓ ng, mungkin Ibu tidak dapat ijin dari temennya Ibu. Kamu tidak perlu sedih, kan ada Ibu disini yang akan temani Alwi ikutan lomba. Jangan salah, Ibu juga hebat lho kalau hanya permainan begitu.....! " Bujuk Kamila


Walaupun kecewa namun Alwi menerimanya, dia tau kalau pekerjaan yang dijalani sang Mama, waktunya memang tidak bisa di ganggu gugat.


" Baiklah demi Papa, Mama kan juga bekerja demi aku, biar bisa ketemu Papa. Kalau Mama tidak bekerja, aku semakin tidak bisa bertemu Papa....! " Batin Alwi


Mobil yang ditumpangi Nayla hampir tiba di sekolah tempat yang dituju. Tiba tiba ponsel Nayla berdering.


" Tanpa nama, siapa....? " Gumam Nayla


Karena takut itu penting, akhirnya Nayla memilih menerima panggilan tersebut.


" ***..........! suara Nayla tertahan karena suara dari seberang yang begitu memekakkan gendang telinga.


" Kamu dimana, masih mau kerja atau mau berhenti hari ini juga " Ucap suara di seberang telpon, membuat Nayla terkejut.


" Suara itu, Mas Asrul.......! Jadi dia ada disana. Oh tidak, bagaimana kalau.......! Pak, putar arah. Kembali ketempat yang tadi, ada barang saya yang ketinggalan " Pinta Nayla.


" Maafkan Mama sayang, lagi lagi Mama tidak bisa memenuhi keinginanMu Nak " Batin Nayla lirih.


Dari arah berlawanan, mobil mewah memasuki parkiran sebuah sekolah. Nampak sangat ramai, karena akan ada acara yang di selenggarakan disana.


Bu Dian mengarahkan pandangannya kesana kemari mencari seseorang yg ingin di temuinya. Tidak berapa lama Bu Dian pun tersenyum karena menemukan yang Ia cari.


" Asrul kecil.....! Gumam Bu Dian.


" Hai sayang, apa kabarnya......? " Tanya Bu Dian ramah.


" Omaaaaaaaaa.......! "


" Oma kenapa ada disini, mau menemani cucu Oma lomba ya ? " Tanya Alwi dengan suara khasnya.


Bu Dian tersenyum, wajah dan gaya bicara Alwi memang mengingatkan Bu Dian dengan Asrul kecil.


" Sayang, Oma belum punya cucu. Oma kesini ingin menemani Alwi lomba, menyemangati Alwi. Apa itu boleh, anggap saja kalau Oma ini Oma nya Alwi....! " Ucap Bu Dian berharap


Alwi berpikir sebentar, namun kemudian dia setuju dan mengijinkan Bu Dian menemaninya mengikuti lomba tersebut.


" Boleh Oma, Alwi juga tidak punya Oma. Kata Mama, Oma Alwi jauh. Ada di luar negri ". Jawab Alwi kemudian.


" Oh ya, makasih sayang. Ayo kita menagin lombanya.......! " Ucap Bu Dian tidak kalah semangatnya.


🌸🌸🌸


🌻🌻🌻


🌸🌸🌸

__ADS_1


Terima kasih kembali atas waktu kakak kakak semuanya, sudah mampir dan memberikan dukungan terbaik kalian. Hanya do' a yang Author panjatkan, semoga kebaikan kakak kakak semua diganti dengan rezeki yang berlipat ganda.


SALAM DARI AUTOH ABAL ABAL 😍😍😍


__ADS_2