
🐌🐌🐌
Nayla mengikuti arah telunjuk Kamila dan memperhatikan nya dengan seksama
" Itu bukan nya mobil Mas Asrul, buat apa dia di sana. Apa dia selalu memata matai rumah ini atau...... jangan jangan !
" Astaghfirullah pantas saja, Alwi kan selalu main di bawah setiap sore " Batin Nayla ketika menyadari semuanya
Seminggu berlalu sudah menjadi rutinitas Asrul untuk memantau anaknya dari kejauhan, kali ini Ia sudah mengusik macan betina yang lagi tidur.
Kamila yang setiap sore melihat dari atas, mobil yang sama nampaknya sedang mematai matai rumah mereka tentu saja menjadi penasaran.
Ia turun dan melewati jalan belakang mengitari rumahnya.
Tok tok tok " Bunyi kaca mobil di ketuk dari luar hingga berulang kali.
" Buka, atau mau aku teriaki maling karena sudah berani memata matai rumah kami "
Asrul sebenarnya enggan untuk membuka kaca mobil itu, namun ketukan gadis itu berhasil mengusik dirinya.
" Kamu....... ! Apa yang kamu lakukan disini, jangan bilang kamu mau berniat jahat ya "
Asrul panik karena suara Kamila yang begitu keras, Ia takut orang di sekitarnya mendengarnya.
" Stttttt diam "
Asrul membuka pintu mobil dan langsung menarik Kamila masuk ke dalam mobil itu dan kemudian mengemudikan nya menjauh dari sana.
" Eh..., turunkan aku, kamu mau membawaku kemana. Turunkan atau aku teriak biar orang tahu kalau aku di culik "
__ADS_1
Asrul tetap mengemudikan mobilnya tanpa menghiraukan keributan yang di timbulkan dari suara Kamila.
" Jangan bilang kamu mau menculik ku sebagai alasan agar kamu bisa dekat dekat lagi dengan Kak Nayla, kalau ucapan ku ini benar maka sungguh sungguh murahan caramu "
Kamila mendengus kesal.
" Aku tidak sepicik itu adik ipar ku yang cantik tapi judes " Asrul tersenyum kecil.
" Eh.... aku judes tapi aku baik tidak seperti dirimu, kamu menyia nyiakan orang sebaik Kakak ku hanya demi orang lain. Sekarang pasti kamu menyesal kan, dan pasti kamu ingin kembali. Aku beritahu ya satu hal, Kak Nayla akan segera menikah dan Ayah akan segera menjodohkan nya dengan orang pilihan Ayah yang menurutnya 100 kali jauh lebih baik darimu. Jadi mulai sekarang kamu jangan lagi nongol disana setiap sore dan mengganggu kenyamanan kami atau aku akan memberitahukan Ayah soal ini, kamu tahu kan Ayah dan orang orang nya itu akan mempersulit dirimu karena hal ini "
Kamila semakin di buat sebel Ia melipat kedua tangan nya di dada.
Alangkah terkejutnya Asrul mendengar ucapan Kamila.
......" Jodoh..... benarkah, dengan siapa Pria yang lebih baik darimu. Tidak...... aku tidak ingin anakku bersama orang lain yang tidak jelas. " ......
" Kamila..... aku kesana bukan ingin mengganggu kalian tapi justru aku ingin melindungi kalian. Aku hanya ingin melihat anakku dari jarak jauh karena aku takut kalau aku menemuinya langsung Ia akan ketakutan dan malah semakin membenciku, makanya aku memantau dari jauh saja "
" Melindungi dari mana, kamu itu penyebab hancurnya keluarga ini. Oh ya, jangan memanggil ku adik Ipar karena nyatanya memang hubungan Kakak Nayla dan juga Mas sudah berakhir "
Susah juga menjelaskan nya, Asrul tidak ingin bertambah lagi orang yang membencinya jadi lebih baik Ia cari aman dulu. Nanti akan di pikirkan lagi caranya mengambil hati mereka dan untuk itu Ia tahu harus memulainya dari mana.
" Apa yang kamu pikirkan, cepat bawa aku pulang sebelum Kak Nayla menyadari kalau aku hilang dan dia mulai menghubungi yang lain nya, dan kamu tahu kan apa akibatnya, kamu sendiri yang akan berada dalam masalah"
Asrul mengangguk dan kembali mengemudikan mobilnya berputar arah, Kamila menyuruhnya berhenti agak jauh dari rumahnya dan berjalan kaki sendiri.
" Terima kasih ya "
Kamila turun dari mobil dan melangkah beberapa langkah namun kemudian Ia berhenti dan berbalik.
__ADS_1
" Kejarlah jika kamu memang menganggap dia berarti, tapi lupakan jika dia hanya menjadi beban untukmu. Jangan jadi pengecut yang beraninya ngumpet doang seperti siput yang selalu bersembunyi di balik cangkangnya "
Kamila langsung melenggang pergi, Asrul hanya memperhatikan kepergian Kamila yang berlenggok lenggok bak peragawati.
" Apa katanya, maksudnya....... "
Asrul melanjutkan perjalanan nya dengan pikiran yang terus terngiang ucapan gadis itu.
" Apa maksudnya, di jodohkan, kejarlah jika dia berarti, pengecut....... ! Oh tidak, aku bukan pengecut. Baiklah terima kasih adik Ipar ku yang judes, kata katamu justru membuat ku bersemangat. "
🎉🎉🎉
Asrul ingin memulai perjuangan nya tapi dia juga harus membereskan sesuatu terlebih dahulu. Usahanya akan sia-sia jika masih ada penghalang yang sekarang justru ada di rumahnya.
" Iya aku harus membereskan nya dulu, baru setelah itu mengejar masa depanku "
" Kamu dari mana saja sayang, pergi dari pagi pulang bentar doang hilang lagi "
Siska langsung menodongkan pertanyaan ketika Asrul baru saja memasuki kamar mereka.
" Aku bekerja, menurut mu apa yang bisa aku lakukan. Apa aku harus meninggalkan pekerjaan ku hanya demi mengurus mu tiap hari di sini "
..." Soal, dia bahkan tidak peduli lagi padaku. Apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan perhatian darinya lagi " ...
Dret dret " ponsel Asrul bergetar ketika Ia ingin membersihkan diri.
Ia segera memeriksa nya untuk memastikan notif apa yang ada di ponselnya. Senyum nya terbit dari bibirnya.
" Baiklah kita akan lihat bagaimana kamu bisa membuat alasan untuk menghindar kali ini "
__ADS_1
🍥🍥🍥