
Andre berpikir apa yang harus Ia katakan sebagai jawaban atas pertanyaan Alya padanya.
" Sayang ! aku tidak ingin berbohong padamu tentang hubungan aku dengannya, aku memang sangat mencintainya. "
Deg ! Entah mengapa ada rasa tidak nyaman dan juga kecewa di hati Alya, ternyata benar dirinya hanyalah pelarian saja. Andre menaruh hati padanya karena wajahnya yang mirip dengan wanita yang Ia cintai.
" Tapi itu tidak mengurangi rasa sayangku padamu, kamu dan dia berbeda sayang, tempatnya pun berbeda. Dia punya tempatnya sendiri begitu juga denganmu, cintanya akan abadi karena dia adalah masa laluku sedangkan kamu sayang. Kamu adalah hidupku, masa depanku dan kamu yang aku cintai saat ini "
Alya hanya diam saja, ingin rasanya Ia berlari menjauh atau bahkan protes dengan semua kenyataan saat ini tapi kakinya seakan berat dan lidahnya juga keluh tak mampu melakukan itu.
" Bagaimana itu bisa terjadi, Mas sangat mencintainya. Maafkan aku Mas, tapi sepertinya aku tidak bisa melanjutkan ini. " Ucap Alya memantapkan hatinya.
" Aku tidak mau jadi bayang bayang untuk orang lain, atau setiap Mas melihatku Mas akan mengingatnya, bukankah itu akan semakin menyakiti kita berdua kedepannya "
" Tidak Al bukan begitu maksudku, aku memang masih mengingatnya di dalam hatiku tapi bukan karena masih mencintainya. Apa seseorang harus selalu hidup di masa lalu, tidak kan. Bukankah kita harus tetap menjalani hidup dan mengejar masa depan, semua orang berhak bahagia, berhak menentukan pilihan "
Andre meraih kedua tangan Alya dan menggenggam nya dengan erat. Sementara Alya dilanda kebimbangan, memang benar kita tidak harus terus mengingat masa lalu apalagi itu menyakitkan, tapi apa dengan mudah bisa melupakan masa lalu jika itu berhubungan dengan perasaan.
***
" Wah wah sebuah drama yang bagus, Siska..... ! ternyata kamu berhasil mendapatkan apa yang kamu inginkan selama ini. Hm Tante sangat salut padamu, kamu bisa membodohi Pria ini hanya agar bisa masuk kedalam keluarga itu lagi. Tante tidak menyangka demi uang kamu tega melakukan ini, benar ya tidak rugi Ibumu mewariskan keahliannya padamu "
__ADS_1
Sebuah suara dan juga tepukan tangan mengejutkan keduanya. Ucapan Mona membuat kedua nya shock.
" Siska..... ? " Ucap keduanya bersamaan.
Andre memandang Alya dengan sikap menyelidik, biar bagaimana pun juga wajah Alya memang sangat mirip dengan Siska, dan ucapan Mona sudah pasti mampu mempengaruhinya.
" Siska.... ! Jadi benar kamu Siska " Tanya Andre ragu.
Rasanya Ia ingin menolak semua itu, Ia juga berharap wanita di depannya memang Alya bukan Siska. Meskipun Ia masih mencintai nya namun Ia akan sangat kecewa kalau ternyata wanita yang di cintainya mampu melakukan segala hal untuk menipunya. Apalagi masalah kematian yang di rekayasa.
" Mas.... ! Aku Alya dan bukan Siska. Tante....! Kenapa Tante bicara seperti itu, bukankah Tante tahu kalau sejak kecil namaku adalah Alya dan ibu serta Ayah yang memberikan nama itu "
" Siska...... ! Aku yang tahu siapa kamu, kamu itu.... ! Orang tuamu menitipkan mu padaku saat mengalami kecelakaan apa kamu ingat itu "
" Aku tidak menyangka kamu tega melakukan ini padaku Alya, baiklah kalau itu mau mu, mungkin benar kita tidak bisa melanjutkan ini. Aku tidak mau punya hubungan dengan seorang penipu "
Betapa kecewanya Andre, Ia segera meninggalkan tempat itu, meninggalkan Alya yang juga bingung dengan semua.
" Satu lagi, mulai besok kamu tidak perlu bekerja lagi. Carilah pekerjaan di tempat lain " Ucap Andre tanpa menoleh sedikit pun.
***
__ADS_1
Mona meninggalkan tempat itu setelah menang dan berhasil menjalankan aksinya, Ia pergi dengan hati yang bahagia apalagi sebentar lagi Ia akan mendapatkan tambahan uang sebagai bonus keberhasilan usahanya.
" Ada apa ini, siapa aku sebenarnya " Gumam Alya shock.
Jangankan orang lain dia pun bingung dengan dirinya.
" Ayah Ibu kenapa kalian meninggalkan aku, apa yang terjadi Ayah Ibu, sebenarnya aku ini siapa. Siska atau Alya " Jerit batin Alya
Air matanya ikut mengalir membasahi pipinya, Ia tidak tahu harus bagaimana. Harus bertanya pada siapa.
***
Hari hari Andre di rundung bimbang dan juga rindu. Selalu ada wajah Alya dimana mana menganggu pelupuk matanya.
" Kenapa aku selalu mengingatnya, bukankah dia sudah menipuku. Berhasil membuat aku jatuh cinta dengan segala tipuan nya. Alya......! Kamu tega padaku "
Prang ! Ruangan yang biasanya rapi kini bagaikan kapal pecah. Lembaran kertas berserakan bahkan pecahan kaca dimana mana.
" Pak Andre..... ! Bapak kenapa, sini biar saya bantu berdiri "
Dira membantu Andre berdiri dengan susah payah.
__ADS_1
" Dira.... ! Kenapa dia tega padaku, padahal aku sangat mencintainya. Aku berharap dia bukan Siska karena aku sangat mencintainya "