
💫💫💫
Nayla mendengus kesal mendengar ungkapan Asrul.
" Egois........! apa hak mu melarangku seperti ini, di antara kita sudah tidak ada hubungan apa pun dan aku..... aku bebas pergi dengan siapa saja selagi dalam batasan normal. Kenapa Mas selalu saja menghalang halangi ku " Protes Nayla.
Asrul tersenyum kecil di sudut bibir nya, Ia menyadari kesalahan nya yang memang selama ini selalu berusaha mengganggu setiap urusan Nayla. Namun Ia tidak rela melihat semua itu terjadi
" Kamu salah Nayla, apa kamu lupa ya kalau di antara kita bahkan belum resmi bercerai. Kapan aku pernah menandatangani surat cerai di antara kita, jadi secara hukum kamu masih sah menjadi Istriku. Kalau aku berbuat sesuatu yang lebih dari ini tidak ada yang salah dengan itu, tapi aku masih sangat menghargai kamu dan aku ingin mengulang semua dari awal " Jelas Asrul.
Nayla terkejut mendengar ucapan Asrul, dirinya tidak menyangka mengenai hal itu. Ia berpikir surat yang selama ini dia layangkan sudah di tanda tangani Pria itu.
" Kamu jahat Mas, kamu benar benar jahat padaku. Lakukan apa pun yang ingin kamu lakukan tapi turunkan aku sekarang, aku bisa naik taxi untuk pulang ke rumah "
Nayla benar benar kesal pada Pria itu.
" Tidak akan aku ijinkan, duduk yang tenang dan aku akan mengantarkan mu pulang sekarang juga "
Nayla diam menuruti ucapan Asrul, bagi nya yang penting Ia bisa pulang dan menenangkan diri saat ini itu lebih baik.
Nayla hanya diam seribu bahasa bahkan berulang kali Asrul mengajaknya berbicara, namun dia tetap diam. Hati nya masih menyimpan kekesalan pada Pria itu.
" Hati hati sayang " Ucap Asrul ketika Nayla melangkah memasuki rumahnya.
__ADS_1
Nayla langsung masuk tanpa menoleh sedikit pun, Ia menghempaskan bokongnya di atas ranjang empuk milik nya.
" Mas Asrul benar benar keterlaluan, dia menggantung hidupku. Menyiksaku tapi tidak ingin melepaskan ku, tapi aku tidak boleh menyerah. Perbuatan nya selama ini sudah sangat sangat keterlaluan dan sudah cukup, tidak ada alasan untuk apa pun itu "
Nayla memandang wajahnya di depan kaca rias, antara gelisah dan juga amarah bercampur jadi satu.
" Ada apalagi Kak " Tanya Kamila yang tiba tiba mengejutkan nya.
Nayla menghela nafas panjang dan menoleh melihat kehadiran adik nya.
" Tidak apa apa Mila " Jawab Nayla
Ia enggan untuk menceritakan masalahnya pada adik satu satu nya yang Ia miliki, dia tahu persis bagaimana sifat adiknya.
..." Apa Mas Asrul berbuat sesuatu pada Kak Nayla, awas saja kau Asrul kalau sampai kau menyakiti Kakak ku lagi. Akan ku buat hidupmu jadi susah, bukan nya bersyukur aku sudah mendukung kau malah macam macam "...
" Tidak ada apa apa Kak, tapi kenapa wajah Kakak seperti dalam masalah. Apa Mas Ray berbuat macam macam pada Kakak "
Kamila mencoba mengalihkan pembicaraan nya tidak sesuai dengan kata hatinya.
" Awas saja kalau dia macam macam, aku akan buat perhitungan dengan nya " Ucap Kamila.
" Bukan Mil, tidak... Mas Ray tidak macam macam " Sela Nayla cepat.
__ADS_1
Inilah yang Ia khawatirkan, adiknya itu pasti akan melakukan segala cara untuk berbuat usil pada orang yang mengganggu dirinya.
" Sebenar nya begini Mil, tadi Mas Ray kan mengajak Kakak buat berbelanja keperluan ramalan tapi ternyata semua yang di beli hari ini bukan untuk wanita mana pun melainkan buat Kakak semua, kan aneh "
Kamila terkejut mendengar penuturan Kakak nya, dugaan nya pada Asrul buyar seketika.
" Masa sih Kak, apa jangan jangan Mas Rayhan benar benar ingin melamar Kakak. Maksudnya wanita itu adalah Kakak, makanya semua yang di beli hari ini buat Kakak "
Kamila mondar mandir sambil memegang kepala nya.
" Kamu ada ada saja, mana mungkin Mas Rayhan suka sama Kakak seorang janda. Mas Rayhan bisa dapatkan wanita yang lebih baik lagi di luar sana. Lagi pula apa kamu ingat apa yang dulu di katakan Ibu nya Mas Ray, beliau tidak ingin menerima menantu yang asal asalan. Ray berhak mendapatkan yang terbaik, Kakak bukan lah orang yang terbaik untuk Mas Rayhan " Ucap Nayla.
Kamila manggut manggut
" Benar juga ya Kak, tapi untuk apa dia memberikan semua itu pada Kakak. Aku yakin harganya pasti fantastis ya kak Kak, secara kan lihat Mas Ray orang kaya raya dan tidak pelit tidak seperti dia yang pelit "
Nayla menoleh mendengar kata Dia di sebut adik nya.
" Dia... dia siapa Mil " Tanya Nayla ingin tahu.
" Sudahlah Kak lupakan saja " Jawab Nayla.
..."Sebaiknya lain kali saja aku mengatakan nya tentang Mas Pandu pada Kakak, sekarang Kakak seperti nya masih ada masalah " Batin Kamila. ...
__ADS_1
" Ya sudah Kak, aku keluar dulu, jangan terlalu di pikirkan ya. Ambil saja kak, lumayan buat modal nanti " Seru Kamila sambil melangkah keluar.
Nayla hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah dan juga pemikiran adik nya.