Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Kebenaran terungkap


__ADS_3

Hendrik kembali ke rumah setelah selesai membereskan semua barang miliknya, tidak semua sih, karena ada beberapa barang nya yang rusak akibat perbuatan adiknya.


" Lho kok kamu sudah pulng Nak " Tanya Oma Laurent.


" Ah tidak apa apa Ibu, kebetulan ada pekerjaan di luar kota jadi Hendrik harus mempersiapkan semuanya secepatnya " Hendrik tidak ingin mengadukan perbuatan Adiknya pada sang Ibu.


Ia melangkah kekamar


" Hendrik tunggu, kenapa kamu selalu melindunginya Nak, bahkan dia sudah begitu kejam padamu dan juga anak anakmu "


Hendrik menghentikan langkahnya, Ia sudah tahu Ibunya itu pasti akan mengetahui semuanya meskipun tidak Ia beritahukan.


" Karena dia adik satu satunya yang aku punya, sudahlah Bu aku ingin ke kamar sebentar "


Hendrik berpamitan dan kembali ke kamarnya, Ia harus menyimpan sebagian berkas yang Ia punya, Ia yakin kelak akan di butuhkan.


Laurent menatap kepergian Putranya dengan hati nelangsa. Karena perbuatan nya di masa lalu, anak dan juga cucunya harus menderita.


Sementara jagat maya sudah di hebohkan dengan saham Dirgantara grup yang langsung anjlok bahkan belum sehari berganti pemimpin. Hal itu langsung sampai di telinga Laurent, wanita berusia senja itu menghela nafas berat.


" Kamu menghancurkan semuanya Nak, bahkan tidak sampai 1 hari kamu menggantikan tempat kakakmu "


Ingin rasanya Laurent memutar waktu dan akan setia pada satu Pria yaitu Pria yang memberinya kasih sayang dengan tulus, namun sekuat apa dia mengharapkan itu tentu saja itu hal yang tidak mungkin terjadi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Anggun memarahi keteledoran Hendra, bahkan mereka belum juga bersenang-senang menikmati warisan yang mereka idam idamkan selama ini.


" Kenapa kamu begitu bodoh sih Hendra, dari dulu sampai sekarang bodohmu nggak ketulungan. "


Hendra tidak terima mendapat cacian dari Anggun, sampai saat ini pun Ia masih tetap saja angkuh, tidak pernah merasa melakukan kesalahan.


" Ini salah mereka yang sok sok ' an mundur dan menarik semua saham mereka. Memangnya kenapa kalau aku yang menjadi pemiliknya sekarang, ini kan juga milikku "


Laurent segera menghubungi Putra keduanya itu dan mengatakan akan menunggunya di kediamannya.


" Siapa " Tanya Anggun ketika Hendra menutup panggilan telpon.


" Aku harus segera pulang wanita itu menunggu di rumah "


Hendra bergegas keluar dari kantor dan pulang ke rumah menemui sang Ibu.


" Apa yang sudah kamu lakukan Hendra, kamu di beri kepercayaan dan kamu menghancurkan nya. Ayahmu membangun semua ini dari nol, dan makin pesat ketika berada di tangan Hendrik lalu sekarang runtuh di tangan mu. Butuh puluhan tahun untuk membuatnya bersinar dan kamu menghancurkan nya bahkan tidak sampai satu hari "

__ADS_1


Kemarahan Laurent sudah sampai di ubun-ubun, anaknya sendiri sudah sangat mengecewakan nya.


" Itu semua bukan salahku, salahkan saja mereka yang tiba tiba mundur "


Oma Laurent semakin menyesal, ya mungkin sekarang Ia menyesal karena sudah melahirkan anak tak berguna itu ke dunia ini.


" Aku sangat menyesal Hendra, seharusnya aku tidak menandatangani semua nya dan melimpahkan nya padamu. Andai masih di tangan Hendrik aku pasti tidak akan mungkin mendengar kabar ini "


Hendra tersenyum sinis, baginya semua yang terjadi padanya adalah akibat dari Hendrik dan itu membuatnya semakin membenci nya.


" Kenapa Ibu harus menyesal, seharusnya Ibu bersyukur karena aku yang sudah merawat cucu yang sudah Ibu buang selama ini, kalau bukan aku yang merawatnya Ibu tidak akan pernah bertemu dengannya lagi. "


Hendra tidak habis akal, Ia mencari jalan keluar yang lain, kali ini adalah dengan menyinggung masa lalu wanita di depannya.


Oma Laurent terdiam, kalau sudah bersangkutan dengan cucu masa lalunya tentu saja Ia akan kalah. Dosanya di masa lalu begitu sulit untuk di maafkan.


" Dan aku sudah bersyukur untuk itu, aku sudah memberikan bagian yang kau minta, tetapi kau malah menghancurkan nya "


Lagi lagi Hendra menganggap enteng semuanya.


" Ah kalau jatuh tinggal di bangkitkan lagi, apa susahnya sih, dan Ibu jangan lupa bahwa Ibu masih punya hutang padaku, hutang membesarkan Renata "


Laurent melongo tak percaya, anaknya itu selalu menggampangkan semua hal.


Ketika keduanya sedang berdebat terdengar suara dari balik pintu.


Oma berdiri ingin membantu Renata untuk berjalan namun di larang gadis itu.


" Apa maksudmu bukan dia " Tanya Oma kemudian.


Renata terus melangkah mendekat dengan bantuan tongkat di tangannya.


" Aku bukan Renata Oma tapi Donita. "


Oma terkejut mendengar penuturan gadis yang sudah duduk persis di depannya.


" Apa maksudnya kamu bukan Renata" Oma semakin di buat bingung.


Hendra sudah pucat pasi, Ia merutuki anaknya itu kalau sampai Ia mengatakan apa yang seharusnya tidak Ia katakan.


Renata mulai menceritakan semuanya dan Hendra mulai gelisah.


" Jangan percaya padanya Bu, dia pasti sudah di sogok oleh anak kesayangan mu itu "

__ADS_1


Lagi lagi Hendra melimpahkan kesalahan pada orang lain, selalu ada yang menjadi kambing hitam atas semua perbuatan buruknya.


" Oma harus percaya padaku, aku bukan Renata tapi Donita "


Oma melihat ada kejujuran di mata gadis yang sedang mengajaknya bicara itu.


" Baiklah kalau kamu bukan Renata lalu kenapa kamu memiliki kalung peninggalan orang tua Renata "


Renata yang adalah Donita melepaskan kalung yang dia pakai saat ini dan menyerahkannya pada Oma Laurent.


" Ini Oma, sebenarnya ini bukan milikku, ambillah kalung ini aku kembalikan "


Oma membuka tangannya dan menerima kalung dari tangan Donita, otaknya masih berpikir keras.


" Kalau bukan kamu lalu kemana Renata yang asli " Tanya Oma Laurent semakin penasaran.


Donita menatap wajah Ayahnya, mata yang hampir melompat dari tempatnya namun tidak lagi mampu membuat gadis itu gentar.


" Renata yang asli ada di rumah Oma "


Ketiga orang di rumah itu sontak menoleh ke asal suara, nampak Erik melangkah dengan gagah. Di wajahnya nampak senyum kebahagiaan.


" Erik "


" Iya Oma, Renata yang asli adalah gadis yang selama ini bersama kita, dia adik perempuan ku yang pertama " Jawab Erik.


Akhirnya semua kebenaran mulai terungkap, ada rasa senang di hati Oma, biar bagaimana pun juga selama ini Ia sudah begitu menyayangi gadis itu, ternyata benar gadis itu adalah cucu yang selama ini mereka cari.


Tidak lama berselang beberapa Pria dengan pakaian lengkap memasuki rumah itu, sontak membuat semua terkejut.


" Selamat siang semuanya " Ucap salah satu dari mereka.


" Siang " Jawab Oma, Erik dan juga Donita.


Hendra semakin pucat pasi ketika melihat para Pria berseragam lengkap.


" Kami datang kemari untuk melakukan penangkapan pada saudara Hendra atas tuduhan berlapis, dan ini surat penangkapan nya "


Oma menerima surat itu dan membacanya, sementara Hendra mencari celah untuk meninggalkan tempat itu. Ia tidak mau para Pria itu menangkapnya.


Hendra berhasil keluar dan melarikan diri, para polisi yang menyadari itu segera mengejarnya.


📢 Pengumuman📢

__ADS_1



Mampir karya baru ya, suami pinjaman. Jangan lupa tinggalkan jejak ya 🙏


__ADS_2