
RS Kasih Bunda.
Siska berbaring di brangkar rumah sakit, belakangan ini sakit di perut nya sering kali Ia alami. Apalagi setelah kejadian itu, Asrul menggempur nya tanpa ampun. Seakan akan ingin membuktikan kalau diri nya mampu melebihi Pria yang sudah mengganggu hidup nya di luar sana. Sampai sampai Siska merasa kewalahan mengimbangi nya.
Kali ini Ia harus mencari alasan agar dapat pergi secara diam- diam memeriksakan kondisi rahim nya yang bermasalah itu.
" Maaf Bu, kita harus melakukan operasi pengangkatan rahim dan ini tidak bisa di tunda lagi, agar infeksi nya tidak semakin menjalar ke bagian yang lain. " Jelas Dokter itu dengan wajah serius.
Siska terkejut akan ucapan Dokter itu, separah itu kah penyakit nya sampai harus di lakukan operasi.
" Tapi Dok, apa tidak ada cara lain. Saya hanya tidak ingin operasi, apalagi kalau harus rawat inap di RS. Kalau bisa rawat jalan, atau ada sejenis obat yang harus saya konsumsi secara rutin. Kalau boleh seperti itu saja. "
" Maaf Bu, untuk sekarang obat bukan lagi yang utama. Obat hanya sekedar menghilangkan rasa sakit sebentar, karena ini sudah parah jadi kami sarankan untuk Ibu melakukan operasi besar. Dan seharus nya Ibu untuk sementara waktu tidak melakukan aktifitas yang intim, untuk mencegah infeksi agar tidak semakin parah. " Jelas sang Dokter lagi.
" Bagaimana ini, kalau aku operasi niscaya aku akan menginap di sini dan tidak bisa langsung pulang ke rumah. Bagaimana dengan Asrul, dia pasti akan bertanya tanya aku kemana dan dari mana, alasan apa yang aku berikan pada nya kalau Ia bertanya mengenai hal itu. " Batin Siska
__ADS_1
*
*
*
*
Asrul sedang berada di kantor sang pengacara, untuk kembali membicarakan lebih lanjut tentang apa yang mesti mereka bawa nanti di persidangan agar bisa memudahkan mereka untuk memenangkan persidangan kali ini.
Kedua pengacara yang Ia tunjuk mengutarakan usul mereka masing- masing dan Asrul hanya manggut- manggut saja menyetujui apa yang kedua pria itu sarankan.
Bagi nya bagaimana pun dan apa pun jalan yang di tempuh sang pengacara yang penting adalah hasil nya. Ia hanya menginginkan hak asuh Alwi jatuh di tangan nya, dan untuk itu mereka sudah punya semua nya. Tinggal menunggu jadwal persidangan tiba.
Begitu juga dengan Andre, dia juga mengutus pengacara yang selama ini selalu membantu nya dalam segala hal. Sementara Andre tidak begitu yakin namun tidak dengan Asrul. Ia sudah membayangkan momen dimana sang anak memanggilnya dengan sebutan papa dan itu sukses membuat nya sangat- sangat bahagia.
Sudah beberapa hari ini Alwi tidak masuk sekolah. Semua itu di karenakan Nayla yang tidak memberikan ijin untuk nya. Takut akan hal buruk, akan ada yang mengambil anak nya itu ketika berada jauh dari nya, dan semua itu sudah bisa di tangani oleh sang paman.
__ADS_1
* * *
" Apa yang harus aku katakan pada Mas Asrul agar aku bisa operasi tanpa sepengetahuan nya. Kalau aku pamit keluar kota apa dia akan percaya, tapi kalau aku tidak ijin dia pasti akan mencariku. Ah..... aku harus bagaimana, aku tidak mau Mas Asrul sampai tahu penyakit ku ini dan meninggalkan ku. Tidak.... aku belum siap kehilangan semua nya. Ini lagi, bagaimana bisa Dokter itu melarang ku melakukan hubungan intim, bagaimana kalau Mas Asrul menginginkan nya. Apa aku harus menolak nya, tapi bagaimana caranya. Dia pasti akan mengira kalau aku masih ada hubungan lagi dengan orang lain. " Siska berbicara di dalam mobil seorang diri.
" Bos, target ke RS itu lagi tapi bukan menjenguk seseorang. Dari yang saya dengar dia memeriksakan diri nya sendiri. "
Pesan masuk yang di kirim seseorang ke ponsel Asrul dan itu membuat nya tersenyum.
" Rupa nya kamu masih diam diam berobat sendiri, dan tidak ingin aku mengetahui nya. Baik lah aku ingin tahu, bagaimana dan sampai mana kamu main petak umpet dengan ku. " Asrul bergumam seorang diri sembari tersenyum.
Siska melangkahkan kaki nya ke dalam rumah mewah itu, berharap kali ini Ia aman dan tidak mendapatkan pertanyaan yang aneh- aneh dari suami nya.
" Kenapa mengendap endap seperti maling begitu, takut ketahuan. Apa ada yang kamu sembunyikan sehingga berjalan seperti itu ?. "
Siska terkejut ternyata ada yang melihat nya mengendap endap di dalam rumah dan parah nya lagi itu adalah Asrul.
" Tidak ada apa apa Mas, aku baru kerumah yang sakit kemarin. " Ucap Siska gugup
__ADS_1