
Andre dan juga sekertaris Prans melangkah memasuki sebuah tempat, dimana tempat itu telah di sepakati bersama sebelum nya sebagai tempat pertemuan.
Mereka langsung di sambut hangat oleh rekan bisnisnya yang ternyata sudah tiba lebih dulu.
" Maaf Pak, kami agak terlambat "
Andre langsung menyalami beberapa orang di depannya.
" Tidak apa apa Pak Andre, kami tahu kalau orang seperti Anda pasti sangat sibuk "
Sebelum mereka membicarakan apa yang menjadi alasan mereka bertemu disana beberapa pelayan sudah datang membawakan pesanan dari Pak Adhyaksa, seorang pengusaha yang berkecimpung di bidang properti dan usahanya sangat terkenal di beberapa kota besar.
Adhyaksa tersenyum pada beberapa pelayan itu dan kemudian kepada semua kelompok nya yang ada disana.
" Ayo bagaimana kalau kita makan siang dulu, lagi pula ini sudah tersedia semua "
Andre dan juga Prans akhirnya mengiyakan, biar bagaimana pun juga saat ini memang sudah waktunya makan siang.
" Maaf, saya tidak tahu makanan kesukaan Pak Andre dan Pak Prans jadi mesan yang ini saja, semoga suka dengan hidangannya "
Andre tersenyum dan mengangguk begitu juga dengan sekertaris Prans, meskipun mereka terbilang orang berada namun mereka tidak pernah mempermasalahkan makanan apa yang harus mereka makan.
Selesai makan siang mereka melanjutkan perbincangan mereka.
" Ah sebelum nya perkenalkan ini Putri saya Ayunda, Yunda sayang, kenalin ini Pak Andre " Adhyaksa memperkenalkan Putrinya satu satunya yang Ia punya pada pengusaha yang cukup bisa di perhitungkan dalam kalangan pembisnis muda.
Andre awalnya merasa ragu namun Ia berpikir tidak apalah Ia berkenalan dan menyambut uluran tangan Ayunda.
" Ayunda Putri Adhyaksa " Yunda memperkenalkan diri dengan suara di buat selembut mungkin
" Andreas " Andre buru buru menarik tangannya kembali.
__ADS_1
Merasa sudah sangat lama berada disana akhirnya Andre mempersingkat waktu pertemuan, lagi pula semua sudah di atur oleh sekertaris nya begitulah pikirnya dan Ia pun percaya bahwa apa yang sudah di atur oleh sekertaris nya itu pasti sudah di pikirkan baik baik.
" Sepertinya semuanya sudah di bicarakan oleh sekertaris saya dan saya setuju, bagaimana dengan Anda "
Adhyaksa tersenyum senang akhirnya semua berjalan sesuai yang Ia rencanakan.
" Kalau saya tentu saja sudah setuju, tapi apa tidak sebaiknya anda baca terlebih dahulu "
Andre menatap sekertaris nya dan Prans pun mengangguk.
" Semuanya sudah selesai seperti yang sudah kita sepakati sejak awal " Ucap Prans sopan
Adhyaksa memberikan sebuah berkas untuk di tanda tangani kedua belah pihak. Dengan cepat Andre membubuhkan tanda tangannya disana begitu juga sekertaris Prans dan kemudian di lanjut pihak Adhyaksa.
Surat itu kemudian di bagi mereka masing-masing sebagai bukti kerja sama mereka, setelah itu mereka kembali pada kesibukan nya masing masing.
Andre menyandarkan tubuhnya di jok mobil, mengangkat wajah sembari memejamkan mata. Lelah rasanya namun tiba-tiba wajah Istrinya melintas di pikiran nya membuat nya tersenyum.
" Bagaimana tadi menurut mu " Tanya Adhyaksa pada sangat Putri.
" Sangat ferfect Ayah " Jawab Ayunda.
" Ya sudah, kini giliran mu. Ayah hanya bisa membantu mu sampai disini, selebihnya kita lihat bagaimana caranya kamu memerankan peran mu "
Ayunda memeluk Ayahnya karena rasa senangnya.
" Terima kasih Ayah, Ayah memang yang terbaik, Yunda sayang Ayah "
Adhyaksa menepuk pundak Putrinya, Ia tersenyum seraya mengusap bening yang jatuh di sudut matanya.
Bagaimana pun seorang Ayah pasti akan melakukan segala cara demi melihat kebahagiaan Putra dan Putrinya.
__ADS_1
Semenjak pertemuan Rena dan rekan kerjanya itu kini Rena mengubah semua sikapnya pada sang suami, menyambut nya dengan senyuman manis setiap pulang kerja. Begitu juga dengan Andre, dia begitu sangat bahagia.
" Mas, jangan lama lama ya di ruang kerjanya, aku menunggu mu di atas " Bisik Rena.
Andre mengangguk dan pergi ke ruang kerjanya namun bukannya bekerja disana dia malah membawa laptopnya masuk ke kamar, Ia memeluk tubuh Rena dari belakang.
" Ahh Mas, huaa bikin kaget saja " Rena cemberut.
" Maaf sayang "
Rena kembali tersenyum Ia malah bersikap manja pada suaminya.
" Iya nggak apa apa Mas, tapi kok sudah kembali. Apa pekerjaan nya sudah selesai " Tanya Rena lagi.
Andre menggeleng pelan Ia mencuri cium bibir Istrinya, Rena yang memang ingin menjadi Istri yang baik tentu langsung membalas ciuman suaminya itu, mereka baru berhenti ketika Rena hampir kehabisan oksigen.
" Belum sayang, tapi aku merindukan mu. Aku ingin bekerja di sampingmu saja "
Andre ingin mengulang kembali ciuman mereka namun Rena menahannya.
" Mas, mau yang lebih enak nggak "
Andre langsung mengangguk mengiyakan.
" Kalau begitu selesaikan dulu pekerjaan nya, setelah itu baru kita lanjut yang lebih nikmat dari ini "
Andre menatap Istrinya yang melenggang masuk ke kamar mandi, Ia menggeleng kan kepalanya.
" Baiklah sayang, ayo Ndre cepat selesaikan sebelum Bunda ratu mencabut ucapannya dan kamu gagal mendapatkan yang enak enak, jadilah kamu gigit jari sampai besok "
Rena keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di tubuhnya, Ia mendekat ke arah suaminya.
__ADS_1
Andre mulai tak fokus ketika mencium bau wangi sang Istri, segera Ia menutup laptop nya dan menyerang Istrinya tiba-tiba. Kedua suami istri itu akhirnya melanjutkan aktivitas rutin yang belakangan ini selalu mereka sukai.
Berulang kali mereka mencapai puncak kenikmatan bersama namun selalu mereka ulang entah sudah yang kesekian kalinya mereka terbang ke nirwana, mereka tidur berpelukan setelah merasa tulang tulang persendian nya sudah hampir remuk. Berharap ada kabar baik dari usaha mereka berdua beberapa hari ini.