Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Dia Adalah Papa mu


__ADS_3

Asrul berpikir dengan keras, bagaimana caranya melalui semua masalahnya sekarang. Tidak pernah terpikir di benaknya bahwa sepupunya sendiri yang menjadi saingan nya.


" Aku tidak boleh kalah, ah sial.... seperti nya mereka dekat sekali. Bagaimana kalau ternyata di antara mereka sudah ada rasa masing masing. Tidak..... aku tidak akan mengijinkan itu terjadi, bagaimana bisa anak bau kencur itu ingin bersaing denganku. Jajan saja masih dari aku dan juga Ibu, tapi apa yang di katakan Ibu ada benarnya juga. Aku harus buktikan pada mereka kalau aku jauh lebih baik dari siapa pun itu "


Rasa cemburu dan juga takut tersaingi membuat Asrul membulatkan tekad nya untuk meraih semua yang di harapkan.


Siang malam dirinya di landa gelisah, akhir nya dengan kemantapan hati Ia pun menjalankan aksinya.


Sore ini Asrul memberanikan diri lagi untuk menemui Alwi di rumahnya. Seperti biasa Putranya itu akan bermain bola bersama yang lain.


Tap " Asrul menangkap bola yang hampir saja mengenai dirinya.


" Boleh ikut main "


Suara Asrul mengejutkan semua yang ada di sana, mereka menoleh ke asal suara. Satu persatu pergi meninggalkan tempat itu, hingga tersisa kedua Ayah dan anak itu yang larut dalam pikiran dan perasaan masing masing.


" Untuk apa lagi anda kemari "

__ADS_1


Asrul hanya tersenyum karena Ia sudah tahu kalau resiko ini yang harus Ia hadapi ketika ingin melangkah maju.


" Papa kemari mau bertemu dengan mu Nak dan ingin berbicara dengan mu kalau kamu punya waktu sebentar saja untuk Papa " Jawab Asrul selemah mungkin.


Ia tahu watak anak nya sama seperti dirinya yang tidak bisa di paksakan.


" Maaf aku sedang sibuk, tugas sekolah ku juga masih banyak " Jawab Alwi seraya melangkah pergi.


Kamila berlari kecil memasuki kamar Kakaknya


" Kakak cepat di depan ada orang " Kamila menarik tangan Nayla dan membawanya keluar.


" Anda tidak di perlukan disini dan sebaiknya Anda pulang sekarang " Suara Alwi terdengar mulai meninggi.


" Tapi Nak, Papa hanya ingin berbicara sebentar dengan mu " Asrul seakan memohon karena sudah berulang kali mendapatkan penolakan.


" Pergi......... " Teriak Alwi membuat Nayla sang Mama terkejut.

__ADS_1


Lebih terkejut lagi melihat siapa yang sedang bersama Putra nya itu.


" Alwi..........! "


Alwi menoleh ke asal suara melihat sang Mama yang berdiri tidak jauh dari nya.


..." Mama " Batin Alwi...


" Maaf Mas, aku harus berbicara dengan Alwi sebentar, boleh tinggalkan kami berdua " Pinta Nayla.


Kamila dan juga Asrul menjauh dari sana meninggalkan Ibu dan Anak itu.


" Nak, sejak kapan Mama mengajarkanmu untuk berlaku kasar pada orang yang lebih tua, apalagi dia itu adalah Papa mu. Mama tahu kamu marah padanya, tapi tidak perlu sampai seperti ini. Mama juga tidak memaksamu untuk memaafkan semua yang sudah di lakukan nya pada kita tapi Mama Minta kamu berlaku baik padanya. Bagaimana pun juga, terlepas dari semua yang sudah Ia lakukan tapi dia tetap adalah Papamu, tidak ada seorang pun yang bisa mengubahnya. Nak, tidak baik seorang anak membenci orang tuanya atau pun menyakiti hati nya. Mama juga pernah berada di pihak kamumu sayang, tapi Mama berusaha menerima dan mengikhlaskan semuanya. Coba lihat Mama, kita bisa hidup bahagia sekarang bersama Opa kamu, alangkah baiknya memaafkan orang tua kita sayang. Tapi itu tergantung padamu Nak, Mama hanya minta padamu untuk tidak berlaku kasar padanya, boleh kan Alwi lakukan ini demi Ibu "


Alwi hanya diam saja, luka lama atas perbuatan Pria yang di panggil nya Papa itu terlalu dalam bagi nya. Sungguh tidak mudah baginya untuk mengikhlaskan nya begitu saja. Semua memori yang terjadi di masa lalu kembali berputar di benaknya membuatnya hanya mampu memejamkan mata serta mengepalkan kedua tangan nya menahan amarah di hatinya.


" Jangan buat Mama malu Nak "

__ADS_1


Nayla meninggalkan tempat dimana Alwi masih setia berdiri disana.


__ADS_2