
Andre pulang seperti biasa, Ia selalu menghindari untuk pulang siang karena pasti akan mendengarkan kaset yang itu itu melulu setiap hari. Ia bosan pulang kerja capek dan ketika kembali ke rumah Ia harus menjawab pertanyaan Rossa, Ibunya yang sudah ingin dirinya berkeluarga.
" Baru pulang Ndre "
Andre menghela nafas berat, padahal sudah pulang larut tapi ternyata sang Ibu masih menunggunya pulang. Untuk itu Ia harus bersiap siap mendengar permintaan yang sama lagi darinya.
" Iya Bu, Andre banyak pekerjaan di kantor " Alibi Andre.
" Duduk sini Nak " Pinta Rossa sembari menepuk kursi kosong di sampingnya.
Kalau sudah begini Andre pasti tidak akan bisa berbuat apa apa, meskipun wanita itu bukan yang melahirkan mereka namun kasih sayangnya pada mereka selama ini tidak bisa di ragukan lagi. Wanita itu bahkan rela mengorbankan nyawanya sendiri untuk melindungi anak anak dari suaminya itu.
" Iya Bu " Andre duduk meskipun terasa berat.
" Berhentilah terlalu memaksakan diri, berikan waktu untuk tubuhmu ini Istrahat Nak. Kamu itu sudah zolim pada dirimu sendiri, karena tidak memberikan hak pada dirimu sendiri untuk istrahat yang cukup. Jam untuk istrahat ya harusnya kamu istrahat bukan tetap harus bekerja. "
Andre manggut-manggut mendengar nasihat Rossa, apa yang di katakan Ibunya memang benar adanya.
" Makanya Ibu meminta kamu segera mencari Istri. Ibu tahu kamu tidak suka dengan ini, tapi ingat Nak, usiamu tidak muda lagi, sekarang sudah memasuki tiga puluh lima tahun. Kamu belum juga menikah, apa kamu mau keduluan sama keponakan mu itu, dia bahkan sudah mulai kenal dengan seorang gadis sementara Om nya malah memilih jadi pejaka tua "
Andre yang mendengar itu mendadak terkejut, ah keponakan sialan.
__ADS_1
..." Keponakan tidak ada etika, kenapa kecepatan gede sih. Ini lagi kenapa juga sudah lirik lirik cewek, apa dia pikir mudah kali ya "...
" Ingat Nak cari pasangan secepatnya, kalau kamu merasa susah, nanti Ibu bantu carikan calon Istri untukmu. Eh kemarin Ibu bertemu Hellena, kamu ingat kan anak Bu Liana, kemarin Ibu bertemu Bu Liana dan juga Putrinya yang sudah besar dan sangat cantik, kamu tahu tidak Hellena sekarang sudah lulus kedokteran loh dan dia juga akan di tugaskan disini " Rossa menceritakan dengan sangat antusias.
Andre yang mulai merasa ada bau bau tak sedap langsung memotong ucapan Ibunya itu.
" Ibunya Andre yang paling baik, paling cantik, paling the best. Gini ya Bu, makasih Ibu sudah mencintai Andre selama ini, makasih juga sudah sangat menghawatirkan Andre dan juga mencarikan jodoh untuk Andre. Tapi maaf ya Bu, Andre bisa cari sendiri, Ibu tenang saja, Andre sudah punya calonnya. Beri Andre waktu dan juga Do' a semoga Andre bisa segera membawanya kemari memperkenalkan nya pada Ibu "
Andre mencium punggung tangan Rossa dan pergi menjauh, Ia berlari kecil memasuki kamar miliknya.
Rossa hanya geleng-geleng kepala serta tersenyum melihat tingkah konyol Putra keduanya.
" Anak nakal, semoga kamu berhasil Nak, cepat bawa dia kemari, Ibu hanya ingin melihat kalian bahagia sebelum Ibu pergi " Batin Bu Rossa.
Di kantor Erik bertambah tidak fokus, Ia selalu terbayang wajah Adiknya. Bagaimana Ia bisa marah marah tanpa melihat dulu siapa teman bicaranya.
Sejak kembali pun Ia tidak menemukan kembaran nya itu, bahkan di kamar Renata juga kosong. Ia segera mengetuk pintu adiknya yang lain.
" Nit, Dek buka pintunya, ini Mas Erik "
Satu, dua hingga ketukan ketiga baru pintu terbuka.
__ADS_1
" Ada apa Mas " Tanya Donita.
" Ah gini Dek, Mas tadi nyari Mbak mu tapi nggak ketemu, apa kamu melihatnya Dek "
Donita menggeleng pelan, Erik yang melihat itu merasa kecewa, Ia menghela nafas berat dan meninggalkan tempat itu. Bergegas Donita menutup pintu dan menguncinya kembali.
" Keluar Mbak "
Renata keluar dengan mengacungkan dua jari tangannya.
" Jelaskan sekarang ada apa Mbak, Mbak sudah ngajarin Aku berbohong. Gimana kalau nanti Mas Erik tahu kalau aku berbohong dan mengatakan aku menyembunyikan Mbak disini. Aku nggak mau Mas Erik marah dan kecewa padaku. "
Donita menghempaskan bokongnya di ranjang empuk miliknya.
" Maaf Adikku yang cuantik dan baik hati, sebenarnya Mbak lagi sebel sama Mas Erik "
Sudah bisa di duga pasti begitulah permasalahannya.
" Sampai kapan kalian akan seperti ini, sudah seperti anjing dan kucing. Kalian itu saudara kembar, sudah seharusnya saling kompak, saling dukung dan saling menyayangi satu sama lain bukan saling musuhan begini. Please Mbak, akur akur dong, apa kalian tidak bosan. Aku yang lihat kalian ribut setiap hari saja pusing "
Donita hanya ingin melihat keduanya akur namun mungkin itu akan sangat sulit melihat kedua kakak nya yang selalu tidak ada yang mau mengalah.
__ADS_1
" Iya iya deh, tapi Mbak nggak bisa jamin ya. Kalau Mas mu itu nggak jailin mulu, bisa Mbak pikirkan untuk akur. Makasih Adik sayang "
Renata berlalu keluar sebelum memberi ciuman pada pipi Adiknya. Donita hanya geleng-geleng kepala meskipun begitu Ia sangat bahagia menjadi bagian dari keluarga itu.