
Rena bangun ketika samar samar mendengar suara seseorang membaca Ayat ayat suci Al-Quran, perlahan Ia membuka mata dan alangkah terkejutnya ketika melihat siapa yang sedang duduk di atas sajadah.
" Ya Allah, Mas Andre " Jerit Rena dalam hati.
Rena nampak terpana memandang Pria yang sudah sah menjadi suaminya itu, tanpa Ia sadar bibirnya menyunggingkan senyum yang indah.
" Bangunlah sayang, ayo mumpung masih ada waktu "
Rena menjadi gelagapan ketika Andre menegur dirinya yang tengah asyik menikmati pemandangan yang menyejukkan hati.
Bukan hanya itu yang membuat Rena tersipu malu namun panggilan yang di sematkan Andre barusan padanya membuatnya jantungnya dag dig dig.
Ia mengingat sesuatu dan segera memeriksa keadaan dirinya, maklumlah malam tadi Ia benar-benar kelelahan sampai tidak tidur lelap dan tidak tahu apa apa.
" Jangan khawatir sayang, kamu masih utuh. Aku tidak akan mengambil hak ku kalau kamu belum siap "
Rena menunduk malu namun juga ada rasa bersalah di hatinya, biasanya seorang wanita yang sudah sah menjadi seorang Istri pasti akan melayani suaminya di malam pertama, namun apa yang Ia lakukan. Dirinya malah tertidur.
Meskipun Ia merasa bersalah namun Ia juga ragu untuk melakukan ritual itu bersama suaminya tersebut.
" Ayo sayang, waktunya sebentar lagi " Andre kembali mengingatkan untuk yang kedua kalinya.
Rena bergegas bangun dan masuk ke kamar mandi, hanya beberapa menit kemudian Ia keluar.
Andre yang sudah lebih dulu selesai sholat hanya memandang Istrinya itu dengan tatapan bahagia.
Ia berjanji akan selalu membahagiakan Istrinya itu, menjadikannya ratu di hatinya dan tidak akan pernah mengecewakan nya.
" Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh " Rena mengakhiri sujudnya dengan salam.
Selesai berdoa Rena lagi lagi di kejutkan oleh suaminya, Andre memutar sedikit tubuh Rena menghadapnya. Di ulurkan tangannya dan di sambut Rena yang mengerti apa maksud suaminya itu.
__ADS_1
Lagi dan lagi Rena terkejut ketika bibir suaminya mencium keningnya, Rena yang malu hanya mampu memejamkan mata. Ada rasa yang berbeda menyeruak di rekung hati Rena ketika mendapatkan perlakuan romantis dari Andre.
Mereka saling pandang menyelami perasaan masing-masing, Rena menunduk malu karena merasa tatapan Andre begitu berbeda dari biasanya.
" Maafkan aku Mas "
Andre yang bingung mendengar kata maaf Istrinya sontak meraih wajah Rena dengan tangan kanannya, di angkatnya sedikit wajah itu sehingga nampak olehnya. Sedangkan tangan kirinya masih menggenggam erat tangan Istrinya itu.
" Maaf, Maaf untuk apa sayang " Tanya Andre lembut.
Rena kembali menunduk
" Maaf karena aku belum bisa memberikan hak mu padahal seharusnya sudah seharusnya kamu mendapatkan nya "
Bisa di bayangkan bagaimana bahagia nya Andre, secara tidak langsung Istrinya itu mengatakan kalau Ia berhak memilikinya seutuhnya. Ingin Ia melompat kegirangan atau bisa saja Ia memangsa hidangan nikmat di pagi buta namun susah paya Ia menahan diri.
" Tidak apa apa sayang, jangan di pikirkan hal itu. Kita akan melakukan nya saat kamu benar-benar siap sayang, aku mencintaimu setulus hatiku Istriku dan aku berharap hal yang sama padamu, mari berjuang bersama-sama, menua bersama. Hanya kita dan anak anak kita kedepan, tidak ada yang lain "
Seperti nya kali ini Pria itu benar-benar serius padanya, itulah yang di pikirkan Rena dan yang pasti Ia harapkan, agar Ia juga tidak menyesal menyerahkan hati dan juga semua yang berharga yang Ia punya.
Rena mengangguk pelan berulang kali, mereka kemudian berpelukan dalam cinta yang mulai menyeruak di permukaan setelah pernah hampir padam oleh kesalah fahaman.
\*\*\*
Andre turun dengan menggandeng tangan Rena, rona bahagia terpancar di wajah keduanya.
" Assalamu'alaikum "
Andre memberi salam untuk semua yang hadir di meja makan sedangkan Rena mendadak malu, Ia melepaskan gengaman tangan Andre padanya.
Semua mata menatap kepada kedua pengantin baru itu. Rossa langsung sumringah ketika melihat anak perempuannya itu.
__ADS_1
" Sayang, ayo duduk sini "
Rossa menarik kursi dan mempersilahkan Rena untuk duduk, setelah itu Ia juga menarik satu kursi untuk Andre tepat di samping Istrinya.
Mereka sarapan bersama tanpa suara, hal itu di lakukan agar Rena tidak merasa malu pada semuanya.
" Tidak perlu Nak, biar Bibi saja yang kerjakan. Kamu disini saja temani Mama "
Rossa melarang Rena yang langsung ingin membersihkan meja makan setelah selesai sarapan.
Nayla juga sama begitu antusias ingin mengetahui bagaimana kelanjutan hubungan kakak keduanya itu.
" Iya Ren, ayo sini sama Kakak " Nayla menarik pelan tangan Rena menuju ruang tengah.
Andre hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua wanita itu, bisa bisanya mereka memperebutkan Istrinya itu.
" Nak, bukan Kakak ish. Panggil Rena Kakak, meskipun kamu yang tua tapi kamu juga Adik dari Mas Mu. Jadi sudah seharusnya kamu panggil Istri Mas mu dengan panggilan Mbak atau Kakak "
Nayla menatap Ibu, Rena dan juga Mas Andre bergantian. Benar juga apa yang di katakan Ibu Rossa, Ia pun tersenyum
" Iya Bu, eh Mas Andre pergi sana gih. Pinjam dulu Istrinya napa, Mas masih banyak waktu nanti malam, bisa tuh puas puasin, siang ini biar Mbak Rena sama aku dan Ibu, iyakan Bu "
Nayla meminta dukungan pada Rossa dan Rossa mengangguk setuju.
" Benar tuh Ndre, biarkan Adik dan juga Ibumu bersama Istrimu, kamu urus saja kerjaan kantor sana pasti masih banyak yang belum beres "
Nayla tersenyum bahagia karena mendapat dukungan dari sang Ibu sedangkan Andre cemberut, Ia menghela nafas berat dan terpaksa harus merelakan Istrinya itu bersama kedua ratu di rumah itu.
🌻🌻🌻
Hallo semua, Alhamdulillah hari ini bisa UP lagi. Yuk yang mampir, jangan lupa tinggalkan jejaknya ya. Like komen dan rate lima, ada juga iklan gratis ya say, ada 10 kali boleh di klik ya.
__ADS_1
Makasih buat semuanya, semoga berkah 🙏