Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Papa


__ADS_3

Di dalam kamar Nayla menangis seorang diri, sungguh Ia menyesal telah berkata dengan suara keras pada putra nya.


..." Maafkan Mama sayang, Mama hanya tidak ingin kamu menjadi anak yang durhaka karena tidak menghormati orang yang lebih tua darimu. Apalagi Pria itu, seberapa banyak luka yang sudah dia torehkan pada kita tapi dia tetaplah Papa mu, tidak ada yang bisa memisahkan hubungan darah di antara kalian meskipun dengan Mama sebagai Mama mu. Semoga kamu bisa mengerti apa yang Mama maksud sayang " Batin Nayla....


Asrul yang sejak tadi menonton perdebatan di antara Ibu dan juga anak itu akhirnya melangkah pelan menghampiri anak nya.


" Maaf karena Papa sudah buat kalian tidak nyaman, baiklah jika kamu masih belum bisa atau tidak bisa menerima kehadiran Papa. Papa janji tidak akan kemari lagi untuk menemui kalian, tapi ijinkan Papa mengatakan kalau Papa benar benar menyesal dan minta maaf atas semua yang sudah Papa lakukan dimasa lalu baik itu buatmu dan untuk Mama Nayla. "


Asrul akhirnya berpamitan karena melihat tidak ada reaksi dari Putra nya, mungkin ini adalah terakhir kali dirinya menemui Putra nya itu karena Ia sudah mengucapkan janji pada Putranya itu untuk tidak menemuinya lagi.


" Papa........! "


Suara yang memanggil Asrul dengan sebutan Papa berhasil menghentikan langkah Pria itu yang sudah hampir mencapai pembatas rumah.


" Papa.........! "


Asrul menoleh ke asal suara disana Putra nya masih berdiri dan memandang ke arah nya.


" Papa.... kamu memanggil Papa dengan sebutan Papa Nak "


Asrul benar benar terharu ternyata usaha nya selama ini berbuah manis, Ia bisa mendengar Putra nya itu memanggilnya dengan sebutan Papa.


Asrul segera berbalik arah dan memeluk Putra semata wayangnya itu.


" Nak... ! "


Kedua nya berpelukan melepaskan perasaan rindu di hati masing masing, tidak dapat di pungkiri betapa rindunya Alwi pada sosok yang bernama Papa. Selama ini Ia masih berperang dengan hatinya antara amarah dan juga rindu yang datang dalam waktu bersamaan.


" Maafkan Alwi Pa, maaf karena Alwi kasar sama Papa "


Asrul menggeleng pelan

__ADS_1


" Tidak sayang, ini bukan salah Alwi tapi semua


ini adalah kesalahan Papa. Papa yang sudah jahat pada kalian, tapi Papa akan berusaha menebus kesalahan itu. Meskipun Papa tahu itu tidak mudah "


Kedua Pria itu pun berpelukan sedangkan di lantai atas ada dua pasang mata yang ikut terharu melihat kedua nya.


" Wah kakak ku memang hebat, lihatlah kedua bongkahan es itu akhir nya mencair. Bahagia nya melihat mereka berdua, Iya kan kak "


Nayla hanya bisa tersenyum, Ia begitu bahagia melihat Putra nya ternyata pikiran nya sudah mulai dewasa.


" Kamu ada ada saja Mil, bukan aku yang hebat tapi ponakan mu itu yang memang luar biasa "


Kedua wanita itu pun ikut berpelukan, hari ini mereka benar benar bahagia.


*


*


*


Berhubung hoby kedua nya sama jadi tidak menyulitkan bagi Asrul untuk menemani Putra nya itu.


Nayla atau Kamila yang sering bergantian mengantarkan keduanya minuman serta cemilan. Melihat keserasian mereka tidak ada yang akan tahu kalau mereka adalah mantan suami istri.


Sore hari Nayla sedang duduk duduk di taman belakang, namun tiba tiba dirinya di kejutkan dengan sebuah suara serta sepasang tangan yang menutup kedua matanya.


" Siapa nih, buka dong jangan bercanda "


Nayla meraba raba tangan dan mulai menebak siapa pemilik tangan itu.


" Mas Rey.......! Tebak Nayla. .

__ADS_1


Rayhan melepas tangan nya karena Nayla mampu menebak kedatangan nya.


" Ya ketahuan deh, kok tahu sich kalau itu aku padahal kan aku ingin memberikan kejutan "


Nayla tersenyum pada Rayhan.


" Aku tahu itu kamu dari banyak hal, sudahlah Mas, katanya mau kasih kejutan. Mana kejutan nya Mas "


Rayhan duduk tepat di samping Nayla


" Ish giliran kejutan pingin cepat, bukan nya di tawarin minum dulu baru datang " Protes Rayhan


" Oh iya maaf Mas, tunggu sebentar ya "


Nayla bergegas masuk kedalam rumah dan keluar tidak lama setelahnya dengan membawa minuman serta cemilan untuk tamu nya.


" Ini dia Mas, silahkan di minum "


Rayhan yang memang haus langsung meneguk apa yang di hidangkan Nayla untuk nya.


" Hm... kapan Mas kembali dari LN " Tanya Nayla


" Dari kemarin sih Nayla, tapi maaf baru bisa kemari soalnya aku ada urusan penting kemarin "


" Tidak apa apa Mas, kamu itu memang kapan mau kemana mana kalau tidak ada yang penting "


Rayhan tertawa kecil mendengar ucapan Nayla


" Termasuk kemari ya, berarti aku kemari pun ada urusan penting "


" Mana aku tahu Mas, mungkin saja kan " Jawab Nayla.

__ADS_1


" Eh tahu ngk Nayla, aku kemari sebenar nya ingin melamar seseorang, tapi aku tidak tahu apakah orang nya itu mau atau tidak. Sebenarnya sih aku berharap dia mau menerima nya, tapi apalah dayaku. Aku tidak bisa terlalu berharap untuk itu "


__ADS_2