Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Tidak akan merubah apapun


__ADS_3

Dira memandangi sebuah rumah, Ia berharap bisa melancarkan aksinya kali ini.


" Siapa kamu, untuk apa kamu kemari. Kalau kamu kemari ingin mencari anak sialan itu maka jangan cari dia kemari pergi saja ke neraka sekalian dengannya, jangan buat aku tambah pusing " Bentak Mona


Senyum terbit di sudut bibi Dira, Ia sangat merasa senang.


..." Ternyata bukan hanya aku yang membencinya, sepertinya keluarganya saja tidak menginginkan kehadirannya. Hm ini sebuah kabar bagus untukku " Batin Dira....


" Aku Dira, aku kemari bukan mencari Alya tapi memang ingin bertemu dengan Anda. Aku punya pekerjaan yang....hm kira kira menguntungkan untukmu, itupun kalau kamu bersedia " Ucap Dira dengan senyum liciknya.


" Tidak ada yang menguntungkan bagiku, semenjak aku mengurusi dia hidupku jadi selalu sial. Sebaiknya kamu pergi dari sini sekarang " Usir Mona.


" Bagaimana kalau dengan uang, ini.... apa ini cukup, sisanya akan aku transfer kalau semua nya berjalan lancar "


Mona menerima segepok uang dari tangan Dira, Ia merasa sangat senang karena sudah lama dirinya tidak melihat uang dalam jumlah besar seperti itu.


" Apa yang harus aku lakukan " Tanya Mona.


Dira pun membisikkan sesuatu ke telinga Tante Mona, nampak keduanya tersenyum entah senyuman apa itu tapi senyuman itu nampak mengerikan.


" Baiklah itu sangat mudah, percayakan saja ini padaku "


***

__ADS_1


Hari ini Alya kurang bersemangat, pikirannya terus memikirkan masalah foto wanita yang wajahnya mirip dengannya atau wajahnya yang mirip dengan wanita itu.


..." Siapa dia, kenapa wajahnya sangat mirip denganku "...


" Eh, yang lagi bahagia bertemu dengan keluarga gebetan. Gimana gimana, apa pertemuan nya lancar " Dira pura pura bertanya padahal dalam hatinya Ia penasaran.


Alya hanya diam saja membuat Dira semakin ingin menghasut nya.


" Kok sedih, apa mereka tidak menerimamu disana. Kan sudah aku bilang kamu itu tidak ada artinya di mata Mas Andre, kamu pasti sudah lihat kan wajah kekasih Mas Andre, dia sangat mirip denganmu. Dengan kata lain Mas Andre mengatakan suka padamu karena wajahmu yang mirip dengan wanita yang di cintai nya. Karena wajahmu itu mengingatkannya pada wajah kekasihnya yang sangat di cintai nya "


Alya segera berlalu meninggalkan Dira yang tidak senang atas kepergian nya begitu saja seolah tidak tertarik dengan ucapan Dira.


" Hey aku masih ingin bicara denganmu, main pergi saja dasar tidak punya sopan santun. " Omel Dira.


" Ini salahku, seharusnya aku tidak membuka hati pada Mas Andre, dia orang yang terpandang, kaya raya, apa yang tidak bisa dia dapatkan. Seharusnya aku sudah bisa menebak hal ini akan terjadi, bagaimana mungkin orang seperti Mas Andre bisa begitu saja menaruh hati padaku tanpa ada sebabnya. Apa yang aku miliki hingga membuatnya jatuh cinta " Gerutu Alya menyalahkan dirinya sendiri.


" Kamu punya hal yang tidak aku punya sayang. " Sebuah suara mengejutkan Alya yang sontak membuatnya menoleh.


... " Mas Andre, kenapa dia ada disini, bagaimana dia bisa tahu tempat ini " Batin Alya. ...


" Maaf Pak saya pergi tanpa ijin, seharusnya saya bekerja di kantor. Bapak bisa memecat saya kalau Bapak ingin "


" Bapak..... ? Sayang, apa maksudmu. Kenapa cara bicaramu seperti ini lagi, apa aku ada salah sehingga membuatmu marah " Tanya Andre bingung hingga dahinya berkerut.

__ADS_1


" Tidak apa apa Pak, Bapak tidak ada salah sama sekali. Hanya saja seharusnya saya....


" Cukup sayang, aku tidak mau mendengarkan apa pun. Maaf atas kejadian beberapa hari ini, aku mohon jangan masukkan kedalam hati. Dengar Sayang, kamu ingin tahu bagaimana perasaanku padamu, baiklah aku akan katakan. Aku Andre dengan sadar mengatakan padamu bahwa aku benar benar mencintai mu tulus dari hati, bukan karena statusmu apalagi kalau sampai ada yang mengatakan aku mencintaimu karena wajahmu yang mirip dengannya. Itu tidak benar, jadi kumohon tolong jangan di jadikan beban pikiran apalagi kalau kamu merasa kalau kamu itu tidak pantas untukku. "


Andre berlutut mengakui semua perasaan nya pada Alya.


" Tapi Pak, Eh Mas "


Alya langsung meralat ucapannya karena melihat Andre menantap nya dengan tatapan tajam pertanda Ia tidak suka mendengar kata itu keluar dari bibir kekasihnya.


" Maaf Mas apakah aku boleh tahu siapa dia " Tanya Alya ragu.


" Dia..... dia, maksudmu Siska " Tanya Andre dan di jawab anggukan dari Alya.


Andre menarik nafas panjang, sebenarnya Ia tidak ingin membahas masalah yang sudah Ia kubur dalam dalam. Tapi melihat kondisi saat ini memaksa Ia harus menjelaskan semua agar tidak membuat kekasihnya salah faham.


" Sayang, dengar ya. Apapun yang akan aku jelaskan nanti aku minta kamu jangan marah ya, karena apapun yang akan terjadi tidak akan merubah apapun apalagi merubah rasa sayangku padamu. Kamu mau kan berjanji padaku tidak akan marah "


Alya mengangguk setuju, meskipun hatinya ragu tapi Ia harus bisa mempersiapkan mentalnya dengan apapun yang akan di katakan Andre padanya.


" Dia adalah sahabat aku dan juga adikku, kami sahabatan sejak kecil. Karena suatu sebab dan kurangnya komunikasi jadilah masalah yang berkepanjangan dan membuat konflik yang maaf sampai saat ini ikut melibatkan mu karena wajahmu yang kebetulan mirip dengannya. "


Sesaat hening tidak ada yang bersuara hingga Alya memberanikan diri membuka suara.

__ADS_1


" Tapi Mas Andre sangat mencintainya kan " Tanya Alya bahkan suaranya nyaris tak terdengar


__ADS_2