
Alya mengarahkan pandangan ke segala penjuru mencari sosok Erik namun tak kunjung nampak ciri cirinya.
" Apa Mas Erik sengaja meninggalkan ku disini, tapi bagaimana mungkin " Batin Alya.
" Hai Alya, apa sudah selesai kangen kangennya "
Alya terkejut dan menoleh ke asal suara, disana nampak Erik yang berdiri tegak tepat di belakang nya.
" Mas Erik, mengagetkan saja. Eh tapi tadi Mas kemana, aku cari cari nggak ketemu "
Erik tersenyum dan menjawab
" Aku tadi juga ke makam family ku yang juga tidak jauh dari sini, itu hanya berjarak beberapa meter saja "
Alya mengerutkan keningnya, katanya dekat tapi tadi Alya mencarinya nggak nampak ciri cirinya.
" Itu Al, di balik pohon besar itu, mungkin tadi terhalang pohon besar itu jadi tak nampak "
Setelah berpamitan akhirnya mereka memutuskan untuk kembali, di atas motor Alya mereka senang karena ternyata Erik membawanya ketempat yang sudah lama tidak Ia kunjungi.
Setelah menempuh perjalanan beberapa puluh menit akhirnya mereka memasuki kawasan Kota kemudian motor yang di tumpangi pun berhenti di suatu tempat.
Alya masih mengamati daerah sekitar Ia takut untuk turun sementara Erik sudah lebih dulu turun dan membukakan pintu untuk Alya.
" Ayo Alya turun dulu, kita mampir sebentar "
" Untuk apa kita kemari Mas" Tanya Alya bingung.
__ADS_1
" Oh.... aku baru ingat belum membeli sesuatu, apa kamu boleh temani aku sebentar kedalam, hm.... sebentar saja boleh ya "
Meskipun awalnya ragu tapi akhirnya Alya pun mengikuti ajakan Erik memasuki sebuah pusat perbelanjaan di kota itu
Erik sibuk memilih milih semua keperluan nya dan Alya hanya mengekor di belakang Pria itu, Alya bingung melihat belanjaan cowok itu hampir semua yang Ia beli adalah produk pembersih wajah. Alya sampai menggelengkan kepalanya seakan tidak percaya, dirinya saja yang seorang cewek tidak sampai harus membeli begitu banyak produk perawatan seperti itu.
Erik masih saja berkeliling mencari sesuatu yang ingin dia beli dan begitu juga Alya masih setia di belakangnya. Setelah selesai berbelanja Erik membawa semua barang belanjaannya ke luar.
Mereka pun meninggalkan tempat itu menuju kosan tempat tinggal Alya.
Tidak membutuhkan waktu yang lama mereka pun tiba.
" Makasih ya Mas untuk hari ini, makasih juga sudah mengajak aku ke makam orang tuaku "
Meskipun dalam benak Alya masih bertanya tanya siapa Erik sebenarnya, dari mana Ia mengetahui kalau orang tua Alya di makamkan disana. Ingin rasanya Ia menanyakannya langsung tapi hal itu Ia urungkan karena takut akan menggangu Pria itu. Masih ada lain waktu itulah yang ada di pikiran Alya
Alya menghentikan langkahnya dan menoleh, nampak Erik mengejarnya dengan membawa beberapa kantong plastik belanjaannya.
" Ini Al buat kamu "
Alya menolaknya karena merasa tidak enak menerima pemberian orang lain.
" Tidak usah Mas buat Mas saja " Tolak Alya.
" Al, terimalah. Anggap saja ini sedikit hadiah untukmu, hm sebenarnya aku hari ini sedang berulang tahun makanya aku berbelanja keperluan ku dan sekalian memberi sesuatu untukmu "
Alya menjadi tidak tega untuk menolaknya.
__ADS_1
..." Ulang tahun ? kok ulang tahunnya sama denganku. Hari ini kan juga ulang tahunku "...
Wajah Alya berubah murung, ini adalah hari bahagianya namun juga hari berduka nya. Kedua orang tuanya pergi meninggalkan nya ketika mereka sedang jalan jalan merayakan hari ulang tahun Alya. Jika mengingat hal kelam itu rasa sesak menghimpit dada, andai waktu itu Alya tidak menyetujui ajakan Ayahnya mungkin saat ini mereka masih bisa bersama, tapi nasi sudah jadi bubur. Alya harus ikhlas menerima semua ketetapan takdir, kehilangan orang yang paling di sayangi di hari yang seharusnya membahagiakan untuknya sungguh sangat meninggalkan luka batin
" Hm terimakasih ya Mas, maaf karena selalu merepotkan mu "
" Sama sama Al, tidak apa apa. Kalau begitu aku langsung pulang ya, kamu baik baik disini. Kalau ada apa apa segera hubungi aku "
Alya mengangguk dan tersenyum.
" Hati hati di jalan Mas "
" Oh ya, bukankah motormu masih di bengkel. Gimana kalau esok aku jemput saja kita berangkat sama sama ke kantor ya " Tawar Erik.
" Boleh Mas kalau tidak merepotkan " Jawab Alya lagi.
Alya masuk kedalam rumah kosannya membawa barang pemberian Erik, Ia meletakkan nya di atas meja.
" Selamat ulang tahun Rik, semoga kebaikan selalu menyertai setiap langkah mu" Ucapan tulus Alya sembari membuka barang pemberian Erik.
Di tempat lain Erik pun mengucapkan hal yang sama.
" Selamat ulang tahun Al, bahagia selalu. Jadilah seperti batu karang yang selalu tegak berdiri walau di terjang derasnya ombak. Aku yakin kamu kuat sama seperti mereka orang orang yang menyayangimu "
Alya meletakkan kembali barang pemberian Erik, rasanya barang itu tidak cocok untuknya. Tidak ada satu barang pun yang harganya murah.
" Bagaimana aku menggantinya nanti, aku tak punya cukup uang untuk itu " Gumam Alya seorang diri
__ADS_1