
💞💞💞
Nayla merasa sangat gelisah, sampai menjelang sore belum ada kabar dari orang orang suruhan Andre mengenai dimana keberadaan Alwi, putra kesayangannya itu.
" Mas Andre, bagaimana ini. Aku takut Mas....!."
Nayla meremas remas tangannya sendiri, pertanda rasa ketakutannya yang mendalam.
" Tenang Nay, kita harus tenang. " Bujuk Andre
Nayla mengangkat wajahnya menatap Andre yang berada di dalam pelukannya.
" Bagaimana kalau kita lapor ke pihak berwajib saja, biar lebih banyak yang mencarinya. " Usul Nayla.
" Tenang Nay, untuk sekarang kita tidak bisa melaporkannya. Kita hanya berharap mereka bisa menemukan Alwi. " Ucap Andre.
***
Mobil yang di tumpangi oleh dua orang itu berhenti di depan sebuah rumah yang cukup mewah.
" Kamu yakin rumahnya di sini Alwi ?. " Tanya Pria itu memastikan.
" Iya Omm, ini rumah Mamanya Alwi. Ayo kita turun, Alwi kenalkan sama Mama. "
Alwi dan juga Pria yang awalnya sangat di takutinya itu akhirnya turun dari sana.
" Mama.......! Ibu......! Ayah......!. "
Alwi berteriak kencang memanggil orang orang yang Ia kenal.
" Itu nampaknya suara Alwi, suaranya dari luar.
Mungkinkah dia sudah kembali. " Gumam Andre.
Andre segera berlari keluar sedangkan Nayla tertidur karena lelah berpikir.
" Alwi sayang, kamu dari mana saja. Ayah, Ibu sama Mama sampai khawatir karena Alwi tiba tiba hilang. "
Andre berlutut memeluk putra kesayangannya itu, rasa syukur Ia panjatkan berulang kali.
" Pak Andre.....! Benarkah anda Pak Andre ? Tanya Asrul memastikan.
Ia pria yang bersama Alwi tidak lain adalah Mas Asrul yang memang selalu lewat sekitar taman dan tanpa sengaja melihat Alwi.
__ADS_1
" Asrul.......! " Batin Andre terkejut.
" Kenapa Alwi sampai bersama Asrul, apa Asryl sudah tahu siapa Alwi. Jangan jangan Asrul ingin menculik Alwi. Tidak, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. "Batin Andre.
" Da..
" Jadi Alwi ini anak anda ya ? Lain kali hati hati kalau punya anak, jangan biarkan dia berkeliaran dan lupa jalan pulang. Untung saja tadi aku yang menemukannya, kalau orang jahat bagaimana. "
" Jadi dia tidak menculiknya, berarti dia belum tau yang sebenarnya. " Batin Andre.
" I ya terima kasih karena sudah mengantarkan anak kami kemari. " Ucap Andre kemudian.
Asrul membalikkan badannya berjalan menuju mobil milikknya namun seketika terhenti dengan suara Alwi.
" Oom tunggu....!. " Alwi berlari kearah Asrul
" Jangan lari nanti jatuh. " Ucap Asrul khawatir.
" Terima kasih Oom, terima kasih karena Alwi sudah di ajak pulang. Apa Oom sudah mau pulang, kita masuk yuk. Alwi mau kenalkan sama Mama juga sama Ibu. " Ucap Alwi bersangat.
" Tidak Alwi, lain kali saja. Oom masih ada janji dengan seseorang, jadi Oom harus segera kembali. "
" Baiklah Oom, lain kali Oom harus ketemu Mama dan juga Ibu ya. "
" Assalamu alaikum Oom, hati hati ya. "
Asrul sangat terharu mendapat perlakuan dari bocah kecil yang berada di hadapannya itu. Hatinya menghangat dan ada rasa bahagia disana yang tanpa Asrul sadari.
" Waalaikum salam, Ia kamu juga harus hati hati. Jangan jalan jalan seorang diri tanpa ada yang menemani ya.
" Ya sudah, Oom harus segera kembali. Ingat pesan Om ya. " Pesan Asrul
" I ya Om...!. "
Alwi memandang mobil yang di tumpang Asrul hingga tak lagi nampak di perempatan jalan.
" Ayo kita masuk, Mama sama Ibu pasti senang kalau tau anak kesayangannya ini sudah pulang. "
Andre menggendong tubuh bocah kesayangannya untuk masul ke dalam rumah.
" Ish Mas Andre, jangan usil dong. " Gumam Nayla masih memejamkan mata.
Berulang kali Nayla merasa tidurnya terganggu dan berulang kali juga Nayla menyalahkan orang yang ada di dekatnya.
" Kamila, kakak mau tidur sebentar jangan di ganggu. " Ucap Nayla masih dengan mata terpejam.
__ADS_1
Sebuah ciuman mendarat di pipi Nayla membuat Nayla terbangun karena merasa orang yang menggodanya sudah keterlaluan.
" Cu......"
" Alwi sayang, kamu sudah kembali Nak. " Ucap Nayla sambil memegang wajahnya putranya tersebut. Memastikan apakah penglihatannya benar adanya, atau dia sedang di dalam mimpi.
Nayla sangat bahagia melihat putra kesayangannya itu sekarang benar benar nyata berada di depannya.
" Sayang, kamu dari mana saja. Mama sangat menghawatirkanmu, kamu tiba tiba hilang. "
Nayla memandang kearah Andre sesaat, dalam hati Ia ingin bersyukur dan mengucapkan terima kasih karena sudah menemukan Alwi untuknya.
" Nayla, aku ingin bicara berdua denganmu. " Ucap Andre
" Sayang, Alwi ke kamar Ibu dulu ya sama Ibu. Mama mau bicara sebentar dengan Ayah, boleh kan ?.
" Iya Ma, Alwi kedalam dulu ya. "
***
" Ada apa Mas Andre ?. " Tanya Nayla sesaat setelah Alwi hilang dari balik pintu.
" Oh ya Mas, aku ucapkan banyak banyak terima kasih, karena Mas dan juga orang kepercayaan Mas Andre sudah bisa menemukan dan membawa Alwi kembali lagi kerumah ini lagi. "
Andre menarik nafas panjang, Ia bingung apakah harus mengatakannya secara jujur pada Nayla atau sebaliknya.
" Mas kenapa, apa ada masalah ?. " Tanya Nayla bingung.
" Sebenarnya bukan aku atau pun orang orang suruhanku yang menemukan Alwi. "
Ucapan Andre membuat Nayla bingung.
" Bukan kamu, bukan juga orang orang suruhanmu. Lalu siapa.....?. " Tanya Nayla masih dengan kebingungannya.
" Aku harap kamu tidak terkejut kalau tau siapa yang tadi bersama dan juga mengantar Alwi sampai kerumah dengan selamat tanpa kurang satu apa pun. "
Nayla sedikit tertawa kecil mendengar ucapan Andre.
" Untuk apa aku terkejut, palingan dia kembali sama Mang Jo. " Ucap Nayla masih dengan tawanya.
" Asrul.....!. " Ucap Andre sontak menghentikan tawa Nayla.
" Kenapa Mas menyebut nama itu lagi, apa Mas ingin membuat aku mengingatnya kembali. "
Asrul sebenarnya tidak tega membuat Nayla bersedih karena mengingat kenangan buruknya. Namun Ia tidak mungkin menyembunyikan kalau Alwi kembali kerumah bersama Pria itu. Apalagi kalau Ia harus berpura pura menjadi pahlawan kesiangan.
__ADS_1