Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Apa ada konspirasi ???


__ADS_3

Di perjalanan Alya hanya diam saja, sejak tadi Ia selalu memikirkan masalah Pria yang ada di sampingnya. Alya merasa aneh dengan Pria itu.


" Kenapa harus aku yang di ajak makan siang kenapa bukan Mbak Dira, au ah bingung " Batin nya.


Selang beberapa waktu mobil yang di kendarai Andre berhenti di sebuah tempat, Andre turun lebih dulu sedangkan Alya masih duduk di dalam mobil sambil melihat sekeliling tempat itu.


" Ayo Alya turun, kita sudah sampai "


Alya kemudian turun, Ia makin di buat melongo ketika melihat tempat yang mereka datangi.


..." Astaghfirullah.....! Tempat ini, Pak Andre malah membawaku kemari. Mati aku, kalau Pak Andre suruh aku bayar mana aku punya uang buat bayar makan, lebih baik aku makan di pinggir jalan saja, murah meriah, lima belas ribu sudah kenyang " Batin nya lagi....


Alya baru tersadar dari lamunannya ketika tangannya di sentuh seseorang yang mengajaknya masuk. Ia memperhatikan tangannya dan terkejut melihat Andre yang menggandeng tangannya.


" Astaghfirullah apalagi ini, haruskah gandengan tangan. Tapi kenapa dia mau mau nya menggandeng tanganku, apa Pak Andre sudah hilang rasa malunya apalagi itu banyak yang lihatin "


Alya mencoba menarik tangannya pelan namun Andre malah semakin menggenggam tangannya erat.


" Diam saja Alya, ayo jalan " Ucap Andre pelan.


Alya pun berjalan mengiringi langkah kaki Andre sambil memberikan senyum terbaiknya.


" Pak Andre.... ! Silahkan duduk "


Andre tersenyum pada pelayan dan mengambilkan kursi untuk Alya.


" Silahkan duduk Al " Pintanya.


Alya langsung duduk walau hati dan pikirannya berkecamuk memikirkan ada apa dengan Boss nya itu, kenapa Ia begitu baik padanya. Setidaknya itu yang Alya rasakan.


" Pak Andre, Nyonya Sis.... !


Alya....... " Ucap Alya mengulurkan tangannya.


..." Alya, kok mirip dengan Nyonya, tapi kan beliau sudah tiada. Apa Nyonya hidup lagi, Ah sudahlah " Batin pelayan...

__ADS_1


" Oh iya Pak, menu seperti biasa ya " Ucap pelayan sembari meletakkan makan siang untuk Andre dan Alya.


..." Astaghfirullah ini.... ini makanannya sangat mewah, bagaimana ini bisa bisa habis gajih ku satu bulan. Ya Allah..... aku masih punya banyak kebutuhan yang lain, kalau aku makan ini aku menghabiskan gajih ku satu bulan untuk sekali makan "...


" Ayo Al di makan, kenapa di pandangi saja "


Andre yang nampak bingung melihat tingkah Alya langsung tidak bisa menahan diri untuk bertanya.


" Maaf Pak, aku masih kenyang " Jawab Alya di sertai senyuman manisnya.


" Kenyang ?, bagaimana bisa, kamu bahkan belum makan apa pun di kantor "


Andre mengambilkan nasi beserta lauk untuk Alya.


" Ayo di makan sekarang agar kita segera kembali bekerja, jam istrahat hampir habis "


" Hmm... maaf Pak, apa boleh aku pesan nasi goreng saja separuh porsi " Tanya Alya pelan.


Andre terkejut dan geleng geleng kepala.


..." Hm enak sekali makanan nya, andai Mama dan Papa masih hidup, mungkin tiap hari aku akan bisa menikmati makanan ini. "...


Alya kembali teringat kedua orang tuanya yang begitu menyayangi dirinya, semua yang Ia inginkan selalu Ia dapatkan. Tapi sekarang apa pun yang Ia inginkan harus Ia raih dengan kerja keras sendiri.


..." Sudah lah Al, Mama dan Papa sudah tenang disana. Jalani hidupmu dengan baik, raih semuanya dengan cara yang sehat. Mama dan Papa pasti akan bangga dan bahagia disana untuk itu " Batin Alya...


***


..." Mas Andre....! Lama tidak bertemu dengannya. Ah aku samperin saja kali....! "...


Seorang bumil memasuki sebuah restoran bersama pasangannya, sejak tadi keduanya nampak mesra.


" Hati hati sayang, pekan pelan saja tidak perlu buru buru. Hanya perlu 5 menit saja sampai di meja makan tidak akan habis semua menu disini " Protes sang suami


" Tapi Yang, aku sudah sangat lapar, anakmu ini dari tadi nendang nendang mulu aku kan jadi tambah lapar " Jawab Kamila cemberut.

__ADS_1


" Iya iya ! "


Dokter Pandu selalu tidak bisa berdebat dengan wanita yang begitu sangat di sayangi nya itu. Apalagi sekarang dalam rahimnya bersemayam buah cinta mereka.


" Ayo sayang silahkan duduk biar aku yang pesan menu nya ya "


Kamila mengangguk dan tersenyum, sudah tidak sabar Ia menikmati makan siangnya kali ini. Tiba tiba pandangan matanya tertuju pada seseorang yang sangat di kenali nya.


" Mas Andre... ! Mas juga ada disini ya rupanya. Ah aku samperin saja, sudah lama juga nggak pernah bertemu, bisa sekalian makan bersama "


Kamila melangkah mendekat namun tiba tiba langkah kaki terhenti ketika melihat siapa yang bersama Andre.


..." Mbak Siska.....! Kenapa dia ada disini, bukannya dia.... dia sudah...... ! Kamila kebingungan sembari mengacung acungkan jempol nya mencoba berpikir....


" Ada apa sayang, aku cariin kenapa kemari. Itu pesanannya sudah datang, ayo kita makan mumpung masih hangat " Dokter Pandu mengelus pundak istrinya.


" Itu.... itu Yang, Itu..... " Kamila kebingungan.


" Sudahlah sayang, ayo makan. Nanti nasi nya dingin kamu katanya nggak enak lagi " Bujuk Pandu.


Kamila masih melihat ke belakang ketika Pandu menggandeng nya kembali ke meja mereka.


" Ayo sayang, kamu lihat siapa sih dari tadi kebingungan kaya melihat hantu, sampai lupa makan lagi "


Pandu mengedarkan pandangan nya ke arah pandangan Istrinya kemudian tersenyum kembali.


" Oh.... Mas Andre ! Apa kamu mau gabung disana bareng mereka nanti Mas bawa kesana makan siangnya "


" Tidak sayang..... tidak, kita makan disini saja. Coba lihat Mas Andre sama pasangannya, tidak enak kalau di ganggu " Cegah Kamila spontan.


" Ya sudah kalau begitu, sekarang buruan makan habis itu baru kita samperin dia "


Selera makan Kamila tiba tiba hilang karena melihat kejadian barusan, beberapa kali Ia curi curi pandang memastikan kalau penglihatan nya benar adanya.


" Iya benar itu Mbak Siska, tapi masa iya orang yang sudah meninggal hidup lagi. Atau jangan jangan Mbak Siska hanya pura pura... Oh tidak ini masalah... masalah besar " Batin Kamila

__ADS_1


__ADS_2