Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Rasa Bersalah


__ADS_3


💔💔💔


Bu Rossa setengah berlari menuju sebuah gudang yang di duga Bu Rossa menjadi tempat terakhir persembunyian Joe CS.


Bu Rossa mengintip dari balik kaca jendela mencari seorang wanita yang sebelumya ingin di lenyapkan nya.


" Tuh dia, nampak nya dia baik baik saja. " Batin Bu Rossa setelah ekor mata nya menangkap bayangan seorang wanita yang sedang berdiri dengan tangan di pinggang.


" Alhamdulillah kalau dia baik baik saja, tapi apa mungkin dia. "


Bu Rossa mengalihkan pandangannya ke berbagai arah. Hingga akhir nya Ia di kejutkan dengan pemandangan miris.


" Ya Tuhan, dia di sana. Tidak, mereka bisa membunuh nya. "


Tanpa pikir panjang Bu Rossa mendobrak dobrak kaca jendela hingga mengeluarkan kegaduhan.


Suara itu terdengar hingga kedalam ruang penyekapan itu.


" Seperti nya ada orang di luar, siapa yang berani berani nya menginjak kan kaki nya di tempat ini. " Ucap Joe geram.


" Periksa di luar. " Perintah nya pada orang orang nya.


Salah satu dari mereka melihat melalu celah yang terdapat di sana.


" Bu Rossa, istri dari Pak Burhan. " Lapor nya kembali.


" Sial Bu Rossa, kalau ada Bu Rossa pasti ada Mas Andre. Aku harus segera pergi dari sini, sebelum mereka tahu kalau aku juga ada di balik semua ini. !


Sebuah senyum licik terbit di bibir Pria yang terkenal bengis itu.


" Bawa dia kemari, sekalian saja kita main main dengan nya. "


Di luar Bu Rossa terus mengedor gedor pintu agar orang di dalam bisa membuka nya. Tidak lama pintu pun terbuka, nampak seorang dengan badan tegap keluar dari sana.


" Bu Rossa..... ! . " Sapa nya


" Mana Boos Mu, aku ingin bicara pada nya. "


" Mari Bu, Boos ada di dalam. " Jawab

__ADS_1


Bu Rossa langsung menerobos masuk tanpa memikirkan akibat apa yang akan Ia hadapi.


" Joe, aku ingin bicara dengan Mu. " Ucap Bu Rossa ketika berhadapan dengan Joe namun mata nya memandang wanita yang tergeletak di atas tempat tidur tidak jauh dari sana.


" Kalian apa kan dia Jo. Jo aku minta padamu untuk melepaskan nya. Mengenai perjanjian aku akan tetap memenuhi nya, tapi aku minta kamu lepaskan dia. Dia tidak salah, dia bukan wanita seperti yang aku pikirkan. "


Bu Rossa mendekati Nayla, ada rasa bersalah di hati nya karena sudah berbuat jahat pada wanita yang nampak nya wanita baik baik. Bu Rossa berinisiatif membantu Nayla berdiri, namun aktifitas nya terhenti karena sebuah suara.


" Ikat dia sekalian, kita juga akan bermain main sedikit dengan nya.....!. " Pinta Joe pada anak buah nya.


Beberapa orang dengan cepat menangkap dan juga mengikat Bu Rossa tepat di samping tubuh Nayla yang sudah lemah.


" Boos, yang tua mau kita apa kan. Jangan katakan kalau Boos juga tertarik dan ingin mencoba nya. "


" Sial loh, sudah bosan hidup rupa nya. " Ucap Joe dengan suara melengking, membuat bulu kuduk yang ada di sana merinding.


" Bawa yang masih muda itu ke kamar khusus, sebentar lagi aku ingin bermain main dengan nya. Urusan yang tua ini nanti setelah aku selesai bersenang senang. " Pinta nya lagi.


" Joe, mau kau bawa kemana dia. Lepaskan dia, sebelum terlambat dan kau menyesal nanti. " Teriak Bu Rossa namun tentu saja tidak di gubris oleh Jo.


" Ya Allah, bagaimana aku bisa menolong nya, sementara aku pun terikat seperti ini. Ilham, sayang di mana kamu Nak, bantu Mama dan adikMu.......! Batin Bu Rossa lirih.


Beberapa Pria mulai membuka ikatan Nayla dan memapah nya menuju sebuah ruangan. Bu Rossa terus terus meronta mencoba melepaskan diri, namun tentu saja usaha nya sia sia.


Sebuah mobil tiba di tempat terpencil, pemilik nya segera turun setelah mengenali sebuah mobil berada di depan nya.


" Mobil Ibu......! Tapi dimana Ibu, tidak ada di sini. "


Ia berjalan mengendap endap mendengar aktifitas apa saja di dalam rumah itu, namun tak terdengar apa pun di sana.


" Tidak ada apa apa di sini, pasti mereka di ruang belakang. " Gumam nya.


Ilham yang memang pernah ikut beberapa kali melakukan transaksi di tempat itu tentu saja sudah tahu seluk beluk tempat itu.


" Jaga di luar, jangan sampai ada yang mengganggu kesenangan Ku. "


Suara itu sampai terdengar di telinga Ilham dan Ia pun mulai berhati hati.


Tap ~ tap ~tap ! Ia mulai berpindah dari tempat satu ketempat yang lain.


Dari jauh Ilham melihat sang Ibu yang terikat namun tidak melihat yang lain.

__ADS_1


" Sttt.. ..!. " Ilham menempelkan salah satu jari di bibir nya sebagai tanda untuk diam pada sang Ibu karena baru saja Ia ingin berteriak memanggil nama Ilham.


Bu Rossa memberikan kode melalui gelengan kepala dan juga mata tentang dimana keberadaan Nayla.


" Kenapa geleng geleng. " Tegur salah seorang Pria.


Bu Rossa panik namun Ia berusaha menutupi nya.


" Kepala ku sakit, maklum sudah tua namun di perlakukan seperti ini. Apa kalian tidak kasihan dan mau melepaskan aku. " Ucap Bu Rossa.


" Tunggu perintah Boos setelah Boss selesai bersenang senang dengan wanita nya itu. " Jawab seorang Pria yang di tugaskan menunggu di luar.


Ilham sedang berpikir keras, sementara Bu Rossa nampak sangat gelisah. Ia takut mereka akan terlambat menolong wanita yang entah apa yang sedang berlaku pada nya di dalam.


PRANK.... .....


Terdengar sebuah bunyi di luar seperti sebuah pecahan kaca membuat anak buah dari Joe kocar kacir mencari asal suara.


" Sial.... siapa yang berbuat ini, cepat berpencar. " Perintah salah satu di antara mereka.


Sementara di dalam ruangan Nayla mulai merasa kepanasan, rasa nya ada yang kurang enak dari dalam tubuh nya.


" Astagfirullah ya Allah, panas...... Ada apa ini, rasa nya tidak enak.......! . " Batin Nayla ketika Ia mulai tersadar.


" Kemarilah j***ngKu, kita bermain main dulu sebentar. Tidak akan lama, dan tidak menyakitkan. " Ucap Joe.


Entah karena apa, otak dan juga hati Nayla berbeda pendapat. Otak nya serasa ingin mendekat melihat Pria di depan nya yang tidak mengenakan apa pun di bagian atas tubuh nya.


Namun naluri nya melarang keras melakukan nya.


" Ya Allah bantu hamba...... !. "Jerit hati Nayla.


Joe yang kepalang tanggung sudah bernafsu melihat ke indahan yang ada di depan nya seakan tidak bisa menahan diri.


Ia segera berjalan mendekat kearah Nayla, dan mulai memeluk nya. Hati menolak namun tubuh pasrah, itulah yang di rasakan Nayla.


" Seseorang tolong Nayla, siapa pun tolong Nayla... ..!Rintih hati Nayla.


🔴🔴🔴


Bersambung dulu ya, mohon dukungan nya biar Author semangat up ya.

__ADS_1


__ADS_2