Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Naik Gunung, turun Gunung


__ADS_3

Rena mencoba memfokuskan dirinya pada pekerjaan nya namun tetap saja tidak bisa, ucapan rekan kerjanya selalu saja mengganggu pikiran nya dan membuatnya gelisah.


" Ayolah Rena, fokus pada pekerjaan mu dong. Mas Andre pasti tidak akan sama seperti Pria Pria lainnya, bukankah dia sudah berjanji padamu akan hal itu "


Rena berdiri di depan sebuah gedung yang berdiri kokoh dan menjulang tinggi di depannya, Ia menatap gedung itu dengan ragu.


" Apa yang sudah aku lakukan, kenapa aku jadi gelisah begini " Gumam Rena sambil mengemudi


Karena keraguannya dan juga berbagai pertimbangan yang cukup akhirnya Rena memilih pulang ke


rumah.


Satpam segera membukakan pintu ketika melihat mobil majikan barunya tiba.


" Sudah Bu, biar saya saja yang parkirkan. Ibu masuk saja " Ucap Si Satpam.


Rena mengangguk dan mengucapkan terima kasih sebelum meninggalkan Pria itu.


" Sayang, kamu sudah pulang Nak " Rossa yang melihat kedatangan menantunya langsung menghampiri nya dan menanyakan bagaimana keadaannya pagi menjelang siang ini.


" Iya Ma, baik Alhamdulillah " Jawab Rena sambil mencium punggung tangan Rossa.


" Ma, Rena ke atas dulu ya, mau ganti baju sebentar "


Rossa mengangguk, Rena meninggalkan Rossa di lantai bawah. Di dalam kamar Rena menatap dirinya di depan cermin, tidak dia tidak akan mengikuti jejak rekan kerjanya itu dengan membiarkan hubungan pernikahan nya kandas begitu saja.


" Jangan senang dulu karena dia biasa biasa saja dan terkesan tidak memaksa ketika Ia ingin berhubungan intim. Bisa saja itu di karenakan karena dia sudah punya orang lain di luar rumah yang membuat nya nyaman "


" Ah tidak, apa benar Mas Andre sudah menghianati ku di luar sana. Tidak, tidak akan aku biarkan ini terjadi " Rena berbicara dengan dirinya sendiri pada pantulan cermin.


Hari ini Rena menghabiskan waktu bersama Rossa, banyak hal yang mereka lakukan. Banyak hal juga yang bisa Rena pelajari dari sang Mama.


Jam pulang kerja Andre bergegas pulang, Ia menyempatkan pergi ke suatu tempat. Di kemudikannya mobilnya dengan kecepatan penuh agar bisa bertemu dengan orang yang sangat Ia cintai.


Ia tiba di kantor tempat Istrinya bekerja namun setelah sekian lama menunggu yang di cari tidak di temukan juga.


" Kamu dimana sih sayang " Gumam Andre, karena satu persatu karyawan sudah meninggalkan kantor namun Istrinya tidak nampak juga.


" Pak Andre "


Andre menoleh melihat siapa yang memanggil namanya. Ia tersenyum kikuk ketika melihat ternyata yang menyapanya adalah seorang wanita.


" Cari siapa Pak " Tanya wanita itu lagi.


" Ah saya hanya ingin menjemput Istri saya, tapi dari tadi tidak nampak juga "

__ADS_1


Wanita yang berbicara dengan nya menyunggingkan senyum ramah.


" Maaf Pak, tapi Bu Rena sepertinya sudah pulang sejak pagi tidak lama setelah jam kerja di mulai "


Andre mengerutkan keningnya bingung, apa ada masalah di rumah sehingga istrinya pulang mendadak.


" Apa Anda yakin kalau itu Istri saya " Tanya Andre meyakinkan.


Wanita itu mengangguk mantap karena Ia memang melihat nya sendiri.


" Saya yakin Pak kalau itu memang Istri Bapak "


Andre lalu memilih pamit untuk undur diri, Ia ingin segera sampai di rumah dan mengetahui kabar Istrinya.


Sampai di rumah, Andre segera berlari kedalam rumah, Ia penasaran apa yang sedang terjadi.


" Pak tolong parkir mobilnya ya " Titah Andre.


Ia kemudian berlari masuk, tak lupa memberi salam.


" Assalamu'alaikum Bu, Sayang ~~ "


" Waalaikum salam " Jawab Rossa dan juga Rena bersamaan.


Andre menyalami kedua wanita itu bergantian.


Andre mendadak bingung harus menjawab apa.


" Ah iya Bu, maaf tadi Andre mampir kesuatu tempat jadi agak lama sampai rumahnya "


" Ya sudah sana cepat mandi dan ganti baju, jangan lupa nanti turun untuk makan malam bersama " Pesan Rossa.


Andre mengangguk Ia pun pamit ke atas untuk membersihkan diri.


" Nak, sini ini biar Mama saja yang selesaikan. Kamu temani suami mu saja, siapa tahu dia perlu sesuatu "


Rena awalnya menolak karena merasa tidak nyaman namun ada sesuatu yang juga mengganggu pikiran nya sejak tadi.


" Baiklah Ma, Rena pamit ke atas dulu ya "


Rena menaiki anak tangga menuju ke kamar mereka yang berada di lantai dua, Ia menarik nafas sebelum masuk ke kamarnya.


Andre terkejut mendengar pintu terbuka, mata mereka saling beradu hingga beberapa detik hingga akhirnya Andre yang menyudahinya lebih dulu.


" Bagaimana hari pertama nya bekerja sayang "

__ADS_1


" Ah baik Mas " Rena mencoba tersenyum, Ia juga mengambilkan handuk untuk Andre.


" Oh alhamdulillah kalau begitu, makasih sayang. Mas mandi dulu ya " Andre menyambut handuk dari tangan Istrinya itu dan berlalu ke kamar mandi.


Rena menatap punggung suaminya hingga hilang di balik pintu.


Andre pamit pada Istrinya setelah selesai makan malam, karena memang ada pekerjaan yang harus Ia selesaikan malam ini.


" Iya Mas, aku tunggu di atas ya " Ucap Rena dengan senyum manisnya.


Andre mengangguk dan ikut tersenyum


" Ya Allah, aku sampai salah tingkah hanya dengan melihat senyumnya seperti itu " Batin Andre.


Ia menjadi bersemangat menyelesaikan pekerjaan nya, sementara Rena memilih naik lebih dulu.


Satu jam kemudian Andre menutup laptop dan juga semua berkas berkas pentingnya, Ia bergegas menyusul sang Istri.


Ia membuka pintu pelan namun terkejut karena kamar itu gelap gulita, tidak ada cahaya sedikit pun.


" Sayang, kamu dimana. Apa kamu sudah tidur, maaf Mas lambat ya "


Andre terkejut, tubuhnya menegang ketika seseorang memeluk nya dari arah belakang. Tangannya bahkan terhenti sebelum menekan tombol lampu.


Ada sesuatu yang langsung bereaksi di tubuhnya ketika ada benda kenyal menempel di belakangnya, mulutnya tidak dapat mengatup lagi ketika ada tangan yang dengan lincah menyentuh dada perut dan juga barang pusaka miliknya. Meskipun masih ada penghalang tetap saja tidak mengurangi rasa nikmat hingga membuat Andre merem melek.


" Ahh sayang jangan goda Mas dong, Mas takut nggak bisa menahan nya dan malah menyakiti mu " Tubuhnya sudah panas dingin karena sentuhan liar Istrinya itu.


" Benarkah sayang, uhh aku takut Mas " Goda Rena dengan suara serak.


Suara Rena malah membuat Andre semakin tidak mampu menahan diri. Rena semakin melancarkan aksinya yang tidak pernah di pikirkan oleh Andre sebelum nya bahwa sang Istri bisa se menggoda ini ketika lampu kamar di hidupkan.


Baju jaring yang menerawang langsung membuat Andre lupa diri.


" Buktikan sayang, bawa aku ke nirwana " Bisik Rena tepat di telinga Andre.


Entah siapa yang memulainya lebih dulu, kedua nya benar-benar larut dalam suasana panas. Tidak ada kesakitan atau trauma karena keduanya sama sama menginginkan nya.


" Jangan salahkan Mas kalau malam ini kamu tidak akan mampu menolaknya lagi "


Rena mengangguk dan kemudian menatap suaminya dengan tatapan memelas ingin segera di puaskan.


Rena menahan tangan suaminya ketika tangan itu menyentuh bagian sensitif miliknya, tanpa rasa malu Ia jongkok di hadapan Pria yang sudah sah jadi suaminya itu.


" Ark khh ohhh emmhh terus sayang "

__ADS_1


Bibir Andre meracau ketika bagian bawah tubuhnya di permainkan dengan lembut oleh Istri tercintanya.


Malam ini entah sudah berapa kali keduanya naik gunung turun gunung, mereka melakukan nya secara bergantian tanpa ada paksaan, Andre berulang kali membuat Istrinya melenguh dan mencapai puncak kenikmatan yang selama ini sangat Ia takutkan.


__ADS_2