Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Gadis Bar Bar


__ADS_3

Setahun berlalu semenjak kepergian Siska untuk selamanya Andre seakan menutup diri, semua hari harinya di sibukkan semata mata hanya untuk bekerja bahkan untuk istrahat saja pun sangat jarang Ia lakukan. Semua keluarga tidak tahu harus berbuat apa, termasuk Nayla yang sangat prihatin dengan keadaan saudaranya itu.


Berbeda dengan Andre, kedua adik perempuan nya justru tengah berbahagia bersama pasangan nya masing masing.


***


Seorang gadis berlari kecil memasuki gerbang sebuah perusahaan ternama, hari ini Ia ingin mencoba peruntungannya untuk melamar pekerjaan disana. Sudah beberapa perusahaan yang Ia datangi namun sayang tidak ada lowongan kerja untuknya.


" Ya Allah semoga saja disini aku bisa di Terima dan ada pekerjaan yang cocok untukku. Bissmillah ya Allah " Batin nya.


Ia pun segera menuju tempat yang seharusnya Ia tuju ( Mohon maaf Authornya tidak ada sekolah, tidak tahu apa apa mengenai kantor. Authornya sekolah bolos terus jadi di pecat dari sekolah, jangan di turut ya sayang, kalau sekolah yang benar ya, sampai lulus. Oke 👌


" Maaf Mbak, tapi disini tidak membuka lowongan kerja, sudah terisi semua " Jawab nya.


..." Ya lagi lagi gagal, apa Iya aku harus menerima tawaran Tante Mona. Tidak, aku tidak mau melakukan hal itu, aku pasti bisa dapat kerjaan yang halal. Semangat Alya, kamu pasti bisa. " Batinnya....


" Tapi kalau sampai hari ini aku tetap belum menemukan pekerjaan pasti Tante Mona akan memaksaku bekerja disana. Ya Allah, beri aku petunjuk, jangan biarkan aku masuk ketempat terkutuk itu " Batin nya lagi.


" Baik Bu, Terima kasih ya, kalau begitu saya permisi dulu, assalamu'alaikum " Pamit nya.


Brughk "


Karena jalan sambil melamun tanpa sadar Ia menabrak seseorang.


" Ah sial amat aku hari ini, sudah kerjaan tidak dapat malah menabrak orang. Hish, hei..... punya mata nggak sih lu, orang segede ini juga masih di tabrak " Makinya pada orang yang baru saja di tabrak olehnya.


Andre hanya melongo melihat siapa yang baru saja memaki dirinya, bukannya marah dia malah bengong. Bibirnya ingin mengucapkan kata namun seolah keluh


" Mbak..... anda siapa, kenapa anda marah marah nggak jelas, bukankah anda yang menabrak terlebih dahulu. Anda tahu siapa orang yang Anda tabrak ini " Tanya seorang wanita yang berada di belakang Andre.


" Bodoh amat, peduli apa aku sama siapa pun dia, eh dia yang nabrak tahu dan ini sakit sekali. Pokoknya dia harus minta maaf "

__ADS_1


" Kamu ini... kurang ajar sekali ya, sekuriti.... kenapa wanita bar bar ini bisa masuk kemari " Teriak nya.


Para petugas keamanan segera berlari kedalam ketika mendengar adanya keributan dan bergegas melakukan tugasnya.


" Kalian ini kerja macam apa, kenapa orang seperti ini bisa masuk kemari. Cepat bawa dia dan lempar keluar " Omelnya.


Dua Pria bertubuh kekar itu menarik tubuh mungil gadis itu yang terus saja berusaha meronta meminta untuk di lepaskan.


" Lepaskan dia Pak " Titah Andre.


Kedua Pria itu langsung melepaskan gadis itu begitu juga gadis itu langsung berlari kehadapan Andre, tapi bukannya berterima kasih sudah di bebaskan namun malah sebaliknya.


" Urusan kita belum selesai ya, jangan harap karena kamu sudah melepaskan aku dari kedua Pria gila itu kamu sudah bebas ya. Tidak ya, kamu justru punya dua kesalahan "


Wanita yang setia berada di belakang Andre hanya bisa geleng geleng kepala, seumur hidup baru kali ini Ia bertemu dengan wanita seperti yang ada di hadapan nya sekarang ini.


" Kenapa dia di lepaskan Pak, seharusnya biarkan saja dia di lempar keluar, bisa bisanya dia membuat kekacauan disini "


" Sudah Ra, bawa gadis ini keruangan ku aku ingin bicara dengan nya "


" Ish kamu ini mahluk dari planet mana sih, penampilan tidak ada bagus bagusnya. Kalau bukan karena Mas Andre ogah aku baik sama kamu, ayo ikut aku..... "


..." Buat apa Pria itu mengajakku keruangan nya, Ah bodoh amat, mungkin dia mau minta maaf " Batinnya...


Ia pun mengikuti langkah kaki wanita yang baru saja di temui nya itu hingga tepat di depan sebuah ruangan.


..." WHAT ! CEO ! Matilah aku, ternyata dia pemilik perusahaan ini. Tamatlah riwayatmu Alya, bukan nya dapat pekerjaan kamu malah mendapat masalah " Batin Alya ketika membaca tulisan yang tertera di atas pintu....


" Masuk "


Terdengar suara dari dalam ruangan itu ketika pintu di ketuk perlahan, Alya masuk perlahan kedalam ruangan itu.

__ADS_1


" Masuk Sis, silahkan duduk "


Alya masih setia berdiri menunggu apa yang nanti di katakan Pria di depannya itu sebagai jawaban atas semua yang sudah Ia lakukan sebelumnya.


" Hei Mbak dengar tidak sih disuruh duduk " Suara Dira memecahkan keheningan.


" A.... Aku ? " Alya menunjuk dirinya sendiri.


" Iya siapa lagi, namaku kan bukan itu. Namaku adalah Dira jadi tidak mungkin aku duduk "


Alya juga tidak mau kalah


" Aku juga bukan, buat apa aku duduk "


Kedua gadis itu berdebat bak A dan kucing yang tidak pernah bisa akur.


" Sudah.... sudah, siapa pun kamu silahkan duduk, apa kamu ingin berdiri disana terus sampai sore " Relai Andre yang pusing melihat keduanya.


..." Kenapa gadis ini hampir sama persis seperti nya, hanya bedanya dia masih sangat muda dan juga nampak bar bar. Siapa sebenarnya dia " Batin Andre....


" Duduk kamu dengar tidak "


" Kamu itu, iya iya ini juga baru mau duduk " Jawab Alya.


" Dira, bisa tinggalkan kami berdua saja sebentar "


Alya dan Dira sama sama terkejut mendengar ucapan Andre.


" Berdua Pak, apa Bapak tidak salah " Tanya Dira memastikan.


Andre memandang sekilas pada asistennya itu seolah memberitahu bahwa yang Ia katakan tidak main main.

__ADS_1


" Ish.... dasar wanita jadi jadian, awas lo " Gumam Dira.


" Lu yang wanita jadi jadian, awas juga lu kalau ketemu lagi di luar " Ucap Alya tidak mau kalah karena samar samar Ia bisa mendengar ucapan Dira.


__ADS_2