Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Tidak Bisa Berbuat Apa Apa


__ADS_3

🍬🍬🍬 Sebungkus permen mengawali hari, semoga hari ini berbuat manis 🍬🍬🍬


***


Ucapan Pak Burhan selalu terngiang di telinganya, entah mengapa ada sesuatu yang aneh di hatinya. Sesuatu yang Ia sendiri tidak tahu penyebabnya ketika Ia menyerahkan semua keputusan pada kedua orang tuanya.


" Nayla serahkan semua nya pada Ayah dan juga Ibu, selama ini Nayla bertahan karena mengira Ayah dan Ibu tidak mengetahuinya dan memang Ayah benar, Nayla melakukan ini semua hanya karena tidak ingin menyakiti hati Ayah dan yang lainnya. Tapi ternyata Ayah bisa merasakan nya, sekarang terserah bagaimana keputusan Ayah pada hubungan ini. Benar Ayah kalau soal Alwi, Nayla yakin dia pasti bisa mengerti dengan semua keadaan ini "


Didalam mobil yang di kendarai oleh Asrul kedua nya hanya diam saja, hanya tinggal Alwi saja yang kebingungan melihat tingkah kedua orang tuanya sekembalinya dari rumah Oma dan juga Opanya semua jadi seperti patung, tidak ada lagi keceriaan disana.


" Mama.... ! Papa......! "


Berulang kali Alwi memanggil mereka namun tidak ada satu pun yang merespon.


" Mama, Papa, kalian kenapa. Kenapa mendadak jadi patung begini, Papa juga lagi nyetir kenapa melamun, apa Papa ingin kita semua mati mendadak " Protes Alwi.


Ia sudah tidak mampu lagi menahan kemarahan nya melihat kedua orang tuanya yang seperti itu.


" Maafkan Papa Alwi, Papa janji akan hati hati dan tidak melamun lagi " Ucap Asrul.


Alwi mandang ke wajah Mamanya, wajah yang nampak tidak ada kehidupan disana, nampak dengan tatapan kosong.


" Ya sudah Nak, kita jalan lagi "

__ADS_1


Hingga tiba di parkiran Nayla masih saja betah duduk di dalam mobil membuat Alwi berpikir ada masalah serius di antara kedua orang tuanya dan juga Oma dan Opa nya sebelumnya.


" Papa.....! "


Alwi memberi kode pada Asrul agar mengajak sang Mama masuk atau paling tidak menyadarkan nya, dia pun langsung meninggalkan tempat itu.


" Nayla " Panggil Asrul lembut, namun yang di panggil seperti tidak mendengar.


" Nayla "


Kali ini Asrul memberanikan diri menyentuh pundaknya dan caranya itu akhirnya berhasil mengembalikan kesadaran Nayla, Ia memandang Pria di depannya dan kemudian tersenyum.


Senyum yang tulus dan tidak ada paksaan apapun, tidak seperti biasanya.


Ada rasa sakit di hati Asrul ketika Ia terpaksa mengatakan semua hal yang sama sekali tidak Ia sukai, nafasnya serasa berhenti dan tenggorokannya terasa sakit. Bahkan untuk menelan salivanya saja rasanya Ia sangat menderita. Namun satu yang Ia pikirkan dan jadi kekuatan baginya adalah mungkin ini adalah akibat dari perbuatan nya di masa lalu yang telah menyakiti hati wanita yang sangat di cintainya saat ini.


Kini Ia hanya berharap sebuah keajaiban pada pemilik hati yang bisa membolak balikan hati yang di inginkanNya.


Nayla mengurung dirinya di ruang kerjanya, hingga sore hari Ia tak kunjung keluar sehingga membuat semua orang menghawatirkan nya.


" Sebenarnya ada apa sih Mas " Tanya Kamila yang baru saja datang dan tidak tahu apa apa.


Ia juga ikut bingung melihat keadaan rumah seperti tidak ada tanda tanda kehidupan, Alwi dan juga Nayla memilih mengurung diri di kamar semenjak kembali dari kediaman orang tuanya.

__ADS_1


" Tidak apa apa Mila " Jawab Asrul


" Tidak apa apa Mas, bagaimana mungkin keadaan seperti ini Mas masih bilang tidak apa apa sementara Mas lihat saja sendiri, baik Alwi ataupun Kak Nayla dari tadi mengurung diri di dalam kamar. Mas.....! tolong dong cerita sama aku sebenarnya ada apa ? "


Asrul sebenarnya tidak ingin masalahnya sampai di ketahui adiknya itu tapi apa boleh buat, dia juga tahu persis bagaimana adiknya itu. Kalau sudah ingin sesuatu pasti dia tidak akan berhenti sampai mendapatkan jawaban nya.


" Tadi Mas dan juga Kakakmu dan Alwi mendapat undangan kerumah Ayah dan Ibu " Asrul menghentikan ucapannya.


" Hm.... terus apa yang terjadi, bagus kan biasanya kalau diundang pasti makan makan enak kan, seharusnya tidak ada masalah " Timpal Kamila.


" Memang Mila, kita disana makan enak tapi ada hal lain yang lebih penting. "


Kamila menyimak apa yang di ucapkan Asrul kakak iparnya yang sudah di anggap nya seperti kakaknya sendiri.


" Ayah dan Ibu menyuruh kami untuk berpisah karena Ayah dan juga Ibu tahu kalau hubungan ini palsu, tidak ada kebahagiaan disini "


Asrul berucap pelan karena hatinya sakit ketika mengucapkan itu, kata kata itu sebenarnya sama sekali tidak ingin dia dengar apalagi untuk Ia ucapkan.


" Lalu apa Mas Asrul dan juga Kak Nayla menyetujuinya, bukankah Mas Asrul juga sudah bisa menerima semuanya mengenai keadaan Kak Nayla. Lalu kenapa ini dipermasalahkan lagi "


" Hmm.... Mas memang tidak pernah mempermasalahkan tentang semua ini, karena Mas sudah cukup bahagia bersama anak dan juga Istri Mas, tapi..... Mas juga tidak bisa memaksakan kehendak Mas lagi. Kali ini Mas mengalah demi kebahagiaan Kakakmu, sudah cukup dengan semua yang sudah Mas lakukan di masa lalu. Kalau akhirnya Kakakmu memang minta untuk di lepaskan maka Mas juga tidak bisa berbuat apa apa "


🍀🍀🍀

__ADS_1


__ADS_2