
🎉🎉🎉
Asrul mengantar Bu Dian sampai kerumah dengan aman dan langsung berpamitan kembali ke kantor karena memang ada rapat penting yang harus Ia sendiri yang menanganinya.
Sementara di rumah sakit paska kepergian Asrul, Dokter kerepotan menenangkan Siska karena Ia tidak berhenti untuk histeris. Bahkan luka paska Operasinya jadi terbuka dan berdarah lagi karena kerasnya Ia mencoba berontak lepas dari pegangan Dokter yang bertugas menenangkannya. Dokter terpaksa harus memikirkan cara yang ampuh agar pasien bisa tenang demi kebaikan nya.
" Maafkan Ayah Nak, tapi Ayah tidak bisa membantumu kali ini. Banyak nya kesalahan yang sudah kamu perbuat pada mereka memang sudah seharusnya mereka melakukan hal ini padamu, semoga kamu bisa menerimanya dengan ikhlas " Gumam Pak Danu melihat anaknya tertidur setelah obat bius di suntikkan ke tubuhnya.
Dokter terpaksa membawanya ke ruang operasi lagi demi melakukan tindakan karena jahitan awalnya yang terbuka dan berdarah lagi.
Setelah menunggu beberapa waktu lamanya akhirnya para Dokter pun keluar, Pak Danu segera menghampiri mereka menanyakan kabar Putrinya.
" Bagaimana keadaan nya Dok " Tanya Pak Danu khawatir.
" Maaf Pak, tapi kami terpaksa mengatakan ini "
*
*
Nayla dan Kamila baru saja berencana pulang kerumah tiba tiba sebuah nama memanggil keduanya dan berlari menghampiri mereka.
" Nayla, Kamila...... " Panggilnya.
" Hai para bidadari syurga, pada mau pulang ya." Tanya Alex seperti kambing congek.
Pertanyaan yang garing, sudah tahu jam pulang masih saja Ia menanyakan hal itu.
" Iya Kak " Jawab Kamila sedangkan Nayla hanya diam saja.
" Oh sama dong, pulang bareng yuk aku antar sampai rumah dengan selamat tanpa kurang satu apa pun "
Bersamaan dengan itu juga sebuah suara menyapa mereka.
" Neng mau pulang sekarang atau nanti " Tanya supir
__ADS_1
Nayla menatap Alex sesaat dan tersenyum.
" Maaf Lex tapi kami pulang bersama supir saja, Terima kasih untuk tawaran baiknya, InsyaAllah lain kali kami akan ikut " Sahut Nayla ramah atas ajakan Alex
Mereka tidak bisa kemana mana takutnya sekuriti mereka yang bisa datang kapan saja, mengingat kemarin Andre sudah mengatakan nya bahwa akan ada yang menggantikan dirinya setelah Ia balik ke Indonesia. Lebih baik mereka cari aman saja dari pada harus menjawan pertanyaan yang nanti di tujukan pada mereka
" Maaf ya Kak kami harus segera pulang, Assalamu'alaikum. Yuk Mang kita pulang " Giliran Kamila yang meminta maaf dan berpamitan pulang.
Walau kecewa namun Alex tetap menyemangati dirinya sendiri.
..." Masih banyak waktu Lex, kamu bisa menawarkan nya lain waktu, mungkin sekarang memang mereka masih ada urusan penting jadi tidak bisa di ganggu "...
" Mang, apa ada kabar dari Ayah siapa yang akan kemari menggantikan Mas Andre " Tanya Kamila.
Mang supir memandang lewat kaca spion mobil.
" Ada Neng, Pak Reihan dan katanya besok sudah tiba disini Neng " Jawab Mang supir.
" Oh Iya Mang, makasih ya "
" Iya Neng, sama sama. Oh ya Neng, ini kita mau pulang atau mau singgah kemana dulu " Tanya Mang supir
Supir pun kembali melajukan mobil majikan nya setelah mendapat jawaban dari pertanyaan nya.
..."Semoga Mang supir tidak mengadu pada Mas Reihan soal disini, bisa bisa nanti Kak Nayla kebingungan lagi mencari alasan " Batin Kamila....
*
*
Pak Danu menyerahkan semua nya pada takdir yang sudah di gariskan sang kholiq mengenai apa pun yang terjadi pada Putrinya nanti, sebab beliau juga tidak bisa berbuat apa apa selain menerima nya dengan lapang dada.
" Semoga ini yang terbaik untukmu Nak " Gumam Pak Danu.
Ia berpamitan pulang kerumah karena sudah beberapa hari ini beliau tidak istrahat cukup, belum lagi beliau juga tidak membawa baju ganti bahkan belum mandi selama beberapa hari.
__ADS_1
" Suster saya pamit pulang sebentar, nanti saya kembali lagi untuk mengurus semuanya "
Suster tersenyum ramah pada Pak Danu.
" Maaf Pak, tidak ada yang perlu Bapak urus karena semua biaya disini sudah di tanggung oleh pihak Bapak Asrul sepenuhnya. Kalau Bapak ingin pulang istrahat silahkan saja biar kami yang menjaganya disini bergantian "
Pak Danu merasa lega untuk kembali kerumah, karena ada yang mengurus anaknya sepeninggalnya.
" Terima kasih Suster, Maaf kami jadi merepotkan Suster dan yang lainnya " Ucap Pak Danu merasa kurang nyaman.
" Tidak perlu berterima kasih Pak atau pun merasa sungkan karena ini memang sudah tugas kami "
Pak Danu akhirnya kembali kerumah walau hatinya masih diliputi was was, Ia mengendarai motor kesayangan nya. Motor butut yang selalu menemaninya kemana saja Ia pergi, meskipun butut tapi motor itu tidak pernah menyusahkan setiap kali di bawa kemana saja.
" Oh tahu juga jalan pulang " Sebuah suara langsung menyambut kepulangan Pak Danu
Ia menoleh kemana suara itu berasal sambil memarkirkan motor miliknya di garasi. Pak Danu melangkah seolah tidak ada siapa siapa, Ia sudah bosan selama ini di perlakukan seperti seorang yang tiada berharga apa apa.
" Heh aku bicara padamu, kenapa kau main nyelonong saja. Kau anggap apa aku ini " Suara Bu Dewi melengking memekakkan gendang telinga yang mendengar.
Pak Danu menghentikan langkahnya dan berbalik arah menatap wanita yang sudah di nikahnya berpuluh puluh tahun lamanya itu.
" Tentu saja aku ingat jalan pulang Dewi, oh ya kau bertanya aku menganggap apa dirimu. Kau jawab sendiri saja, kau anggap apa aku ini sebagai suami atau hanya seorang mesin pencetak uang sama seperti yang kau lakukan pada anakmu. Hm.... anakmu... ..!? Pak Danu meralat ucapannya.
" Kau bahkan tidak layak di panggil Ibu oleh seorang anak, lihat......! anakmu terbaring di rumah sakit dalam keadaan kritis kau pun tidak peduli. Kau masih betah saja dirumah memikirkan bagaimana cara bagaimana kau mendapatkan uang setelah ini, hanya itu yang ada dipikiranmu. Makanlah itu uang yang akan membawamu tidur nyaman di liang lahat "
Pak Danu mengeluarkan semua kekesalan nya pada wanita yang masih berstatus Istri baginya.
..." Sial, dia sudah berani menjawab ucapanku bahkan berani membentakku. " Batin Bu Dewi...
" Kau berani membentakku bahkan menyumpahi ku. Hei suami tua, seharusnya kau bersyukur karena aku masih betah hidup bersamamu selama ini walau hidup pas pasan. Oh ya mengenai anakmu itu kamu urus saja sendiri, anak sudah tidak berguna menyusahkan lagi "
Pak Danu tidak habis pikir mendengar ucapan Istrinya, bahkan tidak ada rasa khawatirnya sama sekali pada anak nya itu.
" Baiklah Dewi, tanpa kamu perintahkan pun aku akan mengurusnya. "
__ADS_1
..." Semoga kau cepat sadar sebelum semuanya terlambat " Batin Pak Danu. ...
Ia bergegas ke dalam rumah, niatnya untuk pulang membersihkan diri, istrahat dan makan makanan rumah ternyata tidak terlaksana. Ia berniat untuk mandi dan kembali lagi ke rumah sakit