
Renata mematut dirinya di depan cermin, Ia tidak menyangka akan mendapatkan pernyataan cinta dari Pria masa lalunya. Pria yang pernah begitu sangat Ia cinta dan percayai namun juga sebaliknya.
" Maafkan aku Al atas semua kejadian yang kurang menyenangkan di masa lalu "
Andre akhirnya mampu mengendalikan rasa gugupnya.
" Tidak apa Mas, itu sudah sangat lama dan aku sudah melupakan nya "
" Tapi aku tetap tidak bisa untuk tidak meminta maaf padamu, karena kesalahanku di masa lalu begitu besar dan fatal "
Renata tersenyum sedikit di paksakan, Ia merasa tidak nyaman dengan pembahasan mereka saat ini.
" Iya Mas tidak apa apa, yang sudah terjadi biarlah terjadi. Lagipula Itu sudah masa lalu tak perlu di ingat ingat lagi, aku sudah lama melupakannya "
" Termasuk melupakan ku Al " Tanya Andre pelan, sungguh Ia takut mendengar jawaban Alya.
Alya memilih diam, Ia tidak tahu harus bereaksi apa.
" Al, bagaimana kalau aku masih mencintaimu dan ingin kita bersama lagi. Aku janji untuk kali ini akan serius, aku akan menjadikan mu satu satunya dalam hidupku, kamu mau kan "
Akhirnya firasat Renata terjadi juga
" Maaf Mas, tapi kisah kita sudah lama berakhir "
Bagai sebuah tamparan hebat, Andre merasakan sakit dengan ucapan Alya, Ia langsung teringat Erik. Mungkinkah Alya sangat mencintai Pria itu.
" Apa kamu menyanyangi nya melebihi aku sehingga kamu tidak ingin memulai nya dari awal lagi dengan ku "
" Maksud Mas siapa " Tanya Renata.
" Pria pemilik tempat kamu bekerja itu "
" Mas Erik ? "
Andre mengangguk pelan.
" Iya Mas, tentu saja aku sangat menyayanginya, karena dia itu ~
" Cukup Al, jangan katakan itu lagi. Aku tidak sanggup mendengarnya. Al aku mohon beri aku kesempatan sekali saja untuk membuktikan cintaku, membuktikan kalau aku juga layak bersamamu "
__ADS_1
" Maaf Mas, di antara kita sudah benar-benar berakhir " Ucap Renata tegas.
" Aku mohon Al, jangan katakan itu. Aku tidak bisa tenang hidup tanpa kamu, beri aku satu saja kesempatan, aku pasti akan membuktikan padamu kalau aku layak "
Andre sudah mulai putus asah karena usahanya terancam sia sia, wanita yang ingin Ia perjuangkan ternyata tidak lagi menyimpan rasa untuknya walaupun sedikit saja.
" Maaf Mas, seperti nya aku harus kembali "
Rena berulang kali menghela nafas, tidak bisa di pungkiri kalau rasa itu masih ada, namun trauma dari masa lalu itu sangat membekas di hatinya.
......................
Di tempat berbeda Andre juga uring-uringan, semenjak bertemu dengan Alya dan mendengar penolakan langsung darinya membuatnya tidak bersemangat menjalani harinya.
Hal itu tidak luput dari pantauan Rossa, wanita itu sangat bersedih.
" Ada apa sayang " Burhan melihat Istri nya sejak tadi selalu memperhatikan ruangan outranya yang sedikit terbuka.
Rossa terkejut akan kehadiran suaminya.
" Mas, kapan datang ! " Seru Rossa bahagia.
Rossa menepuk pundak Burhan pelan, Ia merasa lucu dengan je bucinan suaminya itu.
" Diam Mas, dia itu anak kita bukan orang lain. Lama lama Mas jadi tambah aneh "
Rossa tersenyum sambil menarik tangan suaminya menjauh dari tempat itu.
" Ke kamar saja sayang, aku rindu padamu " Bisik Burhan tepat di telinga Istrinya.
Rossa merinding, meskipun tua tapi suaminya itu memang masih hot ya. Terbukti dari pergumulan panas mereka, Pria itu seakan tidak ada lelahnya sama sekali.
" Ish genit, baru juga pulang sudah ranjang yang di pikirkan "
" Ayolah sayang, karena urusan ranjang jadi aku ingin cepat cepat pulang, apa kamu mau aku mencari ranjang yang lain "
Burhan sengaja mengatakan itu agar segera mendapatkan jatahnya, tentu saja itu hal yang tidak mungkin Ia lakukan. Istrinya yang di rumah masih sangat mampu memuaskan nya, maklum perkakas nya kan masih utuh, belum pernah mengalami yang namanya melahirkan jadi masih menggoda.
" Apa maksud mu Mas, apa Mas berniat ingin mencari kepuasan di luar sana ha "
__ADS_1
Rossa menyilangkan kedua tangannya di dada dengan wajah tidak bersahabat, hal itu membuat nyali Burhan ciut.
" Ah tidak sayang, ayolah sini~ aku hanya bercanda saja, jangan di anggap serius gitu dong "
Niat ingin menggoda malah membuatnya dalam masalah.
Akhirnya perdebatan berbuah manis, keduanya terkapar di ranjang dengan peluh bercucuran. Pertengkaran malah menjadi bumbu bumbu yang semakin membuat keduanya mesra.
" Makasih sayang, kamu yang terbaik "
Burhan mencium tengkuk sang Istri, siang itu mereka sama-sama bahagia setelah lama tidak bertemu karena Burhan yang harus menyelesaikan proyek mereka di luar kota.
Sementara Rossa menyiapkan makan siang untuk anak dan suaminya, Burhan menemui Putra keduanya itu.
Rossa sudah menceritakan semuanya dan tidak ada masalah bagi Burhan, semuanya sudah berlalu dan kenyataan nya bahwa calon menantunya juga berasal dari orang terpandang.
" Boleh Ayah masuk "
Andre terkejut melihat Ayahnya tiba-tiba ada disana.
" Ayah, Ayah sudah kembali. Masuk Yah "
" Bagaimana keadaan kantor mu Nak " Tanya Burhan basa basi.
Melihat Andre lama merespon akhirnya Burhan tahu kalau anaknya memang sedang tidak baik baik saja.
" Ada apa Ndre, apa ada masalah " Tanya Burhan kemudian.
Andre menggeleng ragu
" Semangat Nak, Ayah dan juga Ibu akan membantu mu. Kita akan kesana menemui keluarganya segera " Burhan menemukan pundak Andre pelan.
Andre melamun mencerna apa yang di katakan Ayahnya, wajahnya langsung sumringah.
" Bersiaplah Nak, kita akan jemput calon Istrimu dan juga menantu rumah ini "
Bersamaan dengan itu Rossa datang untuk mengajak mereka makan bersama.
" Wah, suami sama Putraku seperti nya lagi bahagia nih, ada apa? Apa Ibu tidak di kasih tahu nih " Goda Rossa
__ADS_1
Sebenarnya Ia sudah tahu semuanya, tadinya Ia ragu apa suaminya akan berhasil atau tidak, ternyata suaminya bisa di andalkan.